Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 111

18 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 111“Kalau sekiranya Kami turunkan Malaikat kepada mereka, dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) segala sesuatu ke hadapan mereka, niscaya mereka tidak (juga) akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. al-An’aam: 111)

Allah berfirman, kalau seandainya pun Kami mengabulkan permintaan orang-orang yang bersumpah dengan menyebut narna Allah dengan segala kesungguhan, “Bahwa sesungguhnya jika datang kepada mereka suatu mukjizat, pastilah mereka beriman kepadanya.” Lalu Kami menurunkan kepada mereka para Malaikat yang memberitahukan risalah dari Allah kepada mereka untuk membenarkan Para Rasul, seperti yang mereka minta, di mana mereka berkata yang artinya:
“Atau kamu datangkan Allah dan Malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami.” (QS. Al-Israa’: 92)

Firman-Nya: wa kallamaHumul mautaa (“Dan orang-orang yang telah mati berbicara dengan mereka.”) Maksudnya, orang-orang yang sudah mati itu memberitahu mereka akan kebenaran apa yang dibawa oleh para Rasul kepada mereka.

Wa hasyarnaa ‘alaiHim kulla syai-in qubulan (“Dan Kami kumpulkan [pula] segala sesuatu ke hadapan mereka.”) sebagian ulama membacanya qibala dengan mengkasrahkan huruf qaf dan memfathahkan huruf ba, yang maknanya yaitu berhadapan dan menyaksikan dengan mata kepala. Sedangkan yang lainnya membacanya dengan mendhammahkannya (qubula), yang juga berarti berhadapan dan menyaksikan dengan mata kepala. Sebagaimana yang diriwayatkan `Ali bin Abi Thalhah dan al-‘Aufi dari Ibnu `Abbas. Hal itu Pula yang dikemukakan oleh Qatadah dan `Abdurrahman bin Zaid bin Aslam.

Mujahid berkata: “(Qubulan berarti) datang berbondong-bondong, kabilah demi kabilah.” Artinya, diperlihatkan kepada mereka setiap umat satu persatu. Lalu semuanya memberitahukan tentang kebenaran para Rasul dan apa yang dibawa mereka.
Maa kaanuu liyu’minuu illaa ay yasyaa-allaaH (“Niscaya mereka tidak [juga] akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki.”) Maksudnya, bahwa petunjuk itu bergantung kepada-Nya dan bukan kepada mereka, dan Allah memberikan petunjuk kepada siapa saja yang Allah kehendaki dan menyesatkan siapa saja yang Allah kehendaki pula, Allah Mahakuasa berbuat apa yang Allah kehendaki,

“Dia tidak akan ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanya.” (al-Anbiyaa’: 23) hal ini disebabkan oleh ilmu, hikmah, kekuasaan, kebesaran, dan penguasaan-Nya. Dan ayat ini adalah sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang sudah pasti terhadap mereka kalimat Rabb-mu, tidaklah akan beriman meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan sehingga mereka menyaksikan adzab yang pedih.” (QS. Yunus: 96-97)

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: