Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 114-115

18 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 114-115“Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah, padahal Dialah yang telah menurunkan Kitab (al-Qur’an) kepadamu dengan terperinci? Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka, mereka mengetahui bahwa al-Qur’an itu diturunkan dari Rabbmu dengan sebenarnya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu. (QS. 6:114) Telah sempurnalah kalimat Rabbmu (al-Qur’an), sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya, dan Dialah yang Mahamendengar lagi Mahamengetahui. (QS. 6:115)” (al-An’aam: 114-115)

Allah berfirman kepada Nabi-Nya, Katakanlah kepada orang-orang yang berbuat syirik kepada Allah yang beribadah kepada selain-Nya: a fa ghairillaaHi abghii hakaman (“Maka patutkah aku mencari hakim selain daripada Allah.”) Yaitu (untuk memutuskan) antara diriku dan kalian.
Wa Huwal ladzii anzala ilaikumul kitaaba mufashshalan (“Padahal Dialah yang telah menurunkan kitab [al-Qur’an] kepadamu dengan terperinci?”) Yaitu secara jelas dan gamblang.

Wal ladziina aatainaa Humul kitaaba (“Orang-orang yang telah Kami datangkan kitab kepada mereka.”) Maksudnya, orang-orang Yahudi dan Nasrani.
Ya’lamuuna annaHum munazzalum mir rabbika bilhaqqi (“Mereka mengetahui bahwa al-Qur’an itu diturunkan dari Rabbmu dengan sebenarnya.”) Yakni, berdasarkan kabar gembira mengenai kedatanganmu yang ada pada mereka, dan para Nabi sebelum engkau.
Fa laa takuunanna minal mumtariin (“Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang yang ragu-ragu.”)

Firman-Nya: wa tammat kalimatu rabbika shidqaw wa ‘adlan (“Telah sempurna kalimat dari Rabbmu [al-Qur’an], sebagai kalimat yang benar dan adil.”) Qatadah berkata: “Yaitu benar dalam firman-Nya, dan adil dalam putusan Nya.”
Laa mubaddila likalimaatiHi (“Tidak ada yang dapat merubah-rubah kalimat-kalimat-Nya.”) Maksudnya, tidak ada seorang pun yang dapat menolak putusan Allah Ta’ala, di dunia maupun di akhirat.
Wa Huwas samii’u (“Dialah yang Mahamendengar.”) Terhadap segala ucapan para hamba-Nya.
Al ‘aliim (“Lagi Mahamengetahui.”) Terhadap semua gerak dan diamnya mereka, (Dialah) yang akan memberi balasan kepada setiap orang yang beramal sesuai dengan amalnya.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: