Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 125

18 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 125“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. al-An’aam: 125)

Allah Ta’ala berfirman: famay yuridillaaHu ay yaHdiyaHuu yasyrah shadraHuu lil islaam (“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan nemberikan kepadanya petunjuk, niscaya Allah melapangkan dadanya untuk [memeluk agama] Islam.”)
Artinya, Allah akan memudahkan, menguatkan, dan meringankan dirinya kepada hal itu. Inilah tanda-tanda menuju kepada kebaikan, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus.” (QS. Al-Hujuraat: 7).

Mengenai firman-Nya: famay yuridillaaHu ay yaHdiyaHuu yasyrah shadraHuu lil islaam (“Barangsiapa yang Allah menghendaki akan nemberikan kepadanya petunjuk, niscaya Allah melapangkan dadanya untuk [memeluk agama] Islam.”) Ibnu `Abbas berkata: “Allah melapangkan hatinya untuk bertauhid dan beriman kepada-Nya.” Demikian juga dikatakan oleh Abu Malik dan yang lainnya, dan pengertian inilah yang jelas.

Firman-Nya: wa may yurid ay yudlillaHuu yaj’al shadraHuu dlayyiqan harajan (“Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit.”) Kata “dlayyiqan” dibaca dengan fathah di atas huruf “dlad” dan sukun di atas huruf “ya”. Ini merupakan dua aksen seperti “Hainun” dan “Hayyinun”.

Sebagian lainnya membaca “harijan” dengan fathah di atas huruf “ha” dan “ra”, berarti sesuatu yang tidak dapat menerima petunjuk, serta tidak dapat menyerap sesuatu yang bermanfaat dari keimanan juga melaksanakannya.

`Umar bin al-Khaththab pernah bertanya kepada seorang Badui dari Mudlij mengenai “harajah”, maka orang itu menjawab: “Yaitu sebatang pohon yang terletak di antara pepohonan yang tidak dapat dijangkau oleh hewan gembalaan, binatang liar ataupun yang lainnya.” Lalu `Umar bin Khaththab pun berkata: “Demikian juga hati orang munafik, tidak dapat dijangkau sama sekali oleh suatu kebaikan.”

Mengenai firman-Nya: ka annamaa yash-sha’-‘adu fis samaa-i (“Seolah-olah dia sedang mendaki ke langit.”) As-Suddi berkata: “Karena kesempitan pada dadanya.”
Imam Abu Ja’far bin Jarir berkata: “Inilah perumpaan yang diberikan Allah untuk hati orang kafir yang benar-benar amat sempit untuk sampainya keimanan kepadanya. Perumpamaannya dalam menolak dan kesempitannya dari sampainya keimanan kepadanya, seperti penolakan dirinya dan ketidakmampuannya untuk menaiki langit, karena yang demikian itu di luar kemampuan dan kesanggupannya.”

Mengenai firman-Nya: kadzaalika yaj’alullaaHur rijza ‘alal ladziina laa yu’minuun (“Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.”) Abu Ja’far bin Jarir berkata: “Sebagaimana Allah telah menjadikan hati orang-orang yang dikehendaki-Nya tersesat menjadi sesak lagi sempit, maka demikian juga Allah menjadikan syaitan berkuasa terhadapnya dan terhadap orang-orang sejenisnya yang menolak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, hingga syaitan itu menyesatkan dan menghalanginya dari jalan Allah.”

Menurut Ibnu Abi Thalhah berkata dari Ibnu `Abbas: “Ar-rijsu adalah syaitan.” Sedangkan Mujahid berkata: “Ar-rijsu adalah, segala sesuatu yang tidak ada kebaikannya.”

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: