Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 126-127

18 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 126-127“Dan inilah jalan Rabbmu; (jalan) yang lurus. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran. (QS. 6:126) Bagi mereka (disediakan) Darussalam (Surga) pada sisi Rabbnya, dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-aural saleh yang selalu mereka kerjakan. (QS. 6:127)” (al-An’aam: 126-127)

Setelah Allah menyebutkan jalan orang-orang yang tersesat dari jalan-Nya, Allah mengingatkan kemuliaan ajaran yang dibawa oleh Rasul-Nya berupa petunjuk dan agama yang benar, lalu Allah berfirman:

Haadzaa shiraatu rabbika mustaqiiman (“Dan inilah jalan Rabbmu. [jalan] yang lurus.”) Kalimat ini berkedudukan manshub sebagai hal. Maksud (ayat ini adalah): “Inilah agama yang telah Kami tetapkan bagimu, ya Muhammad, melalui apa-apa yang telah Kami wahyukan kepadamu di dalam al-Qur’an ini adalah jalan Allah yang lurus.”

Sebagaimana telah dikemukakan dalam hadits al-Harits dari `Ali, mengenai penyifatan terhadap al-Qur’an: “Dia (al-Qur’an itu) merupakan jalan Allah yang lurus, tali Allah yang sangat kuat, dan kitab yang penuh hikmah.” (Hadits ini selengkapnya diriwayatkan Imam Ahmad dan at-Tirmidzi)

Firman-Nya: qad fash-shalnal aayaati (“Sesungguhnya Kami telah menjelaskan ayat-ayat [Kami].”) Maksudnya, Kami telah menerangkan, dan menafsirkannya; liqaumiy yadzdzakkaruun (“Kepada orang-orang yang mengambil pelajaran.”) Yaitu kepada orang-orang yang memiliki pemahaman, kesadaran dan akal tentang Allah dan Rasul-Nya.

laHum daarus salaami (“Bagi mereka [disediakan] Darussalam.”) Yakni, Surga. ‘inda rabbiHim (“Di sisi Rabb mereka.”) Maksudnya, pada hari Kiamat kelak. Allah menyifati Surga pada ayat ini dengan sebutan “Darussalam” adalah, karena keselamatan mereka dalam perjalanan melewati jalan yang lurus dengan mengikuti jejak dan cara para Nabi. Sebagaimana mereka telah selamat dari bahaya jalan-jalan yang bengkok, maka mereka pun sampai kepada “Darussalam”.

Wa Huwa waliyyuHum (“Dan Dialah pelindung mereka.”) Artinya, Allah adalah penjaga, penolong, dan pendukung mereka. Bimaa kaanuu ya’maluun (“Disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.”) Yakni, sebagai balasan atas amal saleh mereka, Allah melindungi dan memberikan kepada mereka pahala Surga karena kemurahan dan karunia-Nya.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: