Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 133-135

19 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 133-135“Dan Rabbmu Mahakaya, lagi mempunyai rahmat. Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu dan menggantimu dengan siapa yang dikehendaki-Nya setelah kamu (musnah), sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain. (QS. 6:133) Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya. (QS. 6:134) Katakanlah: ‘Hai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya, orang-orang yang dhalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan. (QS. 6:135)” (al-An’aam: 133-135)

Allah berfirman: wa rabbuka (“Dan Rabbmu.”) Wahai Muhammad; alghaniyyu (“Mahakaya.”) Maksudnya, dari semua makhluk-Nya dalam segala hal, sedang mereka itu miskin yang senantiasa berharap kepada-Nya pada setiap saat. Dzur rahmati (“Lagi mempunyai rahmat.”) Artinya, Allah meskipun dengan keadaan-Nya tersebut, Dia adalah sangat pemurah kepada mereka.

Iy yasya’ yudzHibkum (“Jika Dia menghendaki niscaya Dia memusnahkan kamu.”) Maksudnya, jika kalian melanggar perintah-Nya. Wa yastakhlif mim ba’dikum maa yasyaa-u (“Dan mengganti kamu dengan siapa yang dikehendaki-Nya.”) Maksudnya, Allah akan mengganti dengan kaum lain yang akan berbuat ketaatan kepada-Nya.

Kamaa ansya-akum min dzurriyyati qaumin aakhariin (“Sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.”) Maksudnya, Allah mampu melakukan hal itu dan bahkan sangat mudah bagi-Nya sebagaimana Allah telah memusnahkan umat-umat yang terdahulu dan mendatangkan umat berikutnya. Demikian pula Dia mampu memusnahkan suatu kaum dan menggantinya dengan kaum yang lain, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Jika Allah menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu, wahai manusia, dan Dia datangkan umat yang lain (sebagai pengganti kamu). Dan adalah Allah Mahakuasa berbuat demikian.” (QS. An-Nisaa’: 133).

Muhammad bin Ishaq mengatakan dari Ya’qub bin Utbah, dia berkata, “Aku pernah mendengar Abban bin `Utsman berkata mengenai firman-Nya: Kamaa ansya-akum min dzurriyyati qaumin aakhariin (“Sebagaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain.”) Yaitu, keturunan yang asli dan keturunan-keturunan berikutnya.”

Firman-Nya: innamaa tuu’aduuna la-aatiw wa maa antum bi mu’jiziin (“Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu pasti datang, dari kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.”) Maksudnya, beritahukanlah kepada mereka wahai Muhammad, bahwa apa yang telah dijanjikan mengenai kehidupan akhirat pasti akan terjadi.
wa maa antum bi mu’jiziin (“Dan kamu sekali-kali tidak sanggup menolaknya.”) Maksudnya, janganlah kalian mengira bahwa Allah tidak mampu melakukannya, tetapi sebaliknya Allah mampu untuk mengembalikan kalian meskipun kalian telah menjadi debu, bangkai, dan tulang-belulang.

Firman-Nya: qul yaa qaumi’maluu ‘alaa makaanatikum innii ‘aamilun fasaufa ta’lamuun (“Kata kanlah: ‘Wahai kaumku, berbuatlah sepenuh kemampuanmu, sesungguhnya aku pun berbuat [pula]. Kelak kamu akan mengetahui.’”) Ini adalah merupakan ancaman yang sangat keras. Maksudnya, teruskan berjalan di atas jalan kalian jika kalian mengira bahwa kalian berada dalam petunjuk, dan aku pun juga akan terus berjalan di atas jalanku sendiri.

Seperti firman-Nya yang artinya:
“Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman: ‘Berbuatlah menurut kemampuanmu, sesungguhnya kami pun berbuat (pula). Dan tunggulah (akibat perbuatanmu), sesungguhnya kami pun menunggu (pula).” (Huud: 121-122)

Mengenai firman-Nya: ‘alaa makaanatikum (“sepenuh kemampuanmu”) ‘Ali bin Abi Thalhah mengatakan dari Ibnu `Abbas: “Yaitu, kondisi kalian.”

Fasaufa ta’lamuuna man takuunu laHuu ‘aaqibatud daari innaHuu laa yuflihudh dhaalimuun (“Kelak kamu akan mengetahui, siapakah [di antara kita] yang akan memperoleh hasil yang baik dari dunia ini. Sesungguhnya orang-orang yang dhalim itu tidak akan mendapatkan keberuntungan.”) Yakni, apakah hasil yang baik dari dunia itu akan menjadi milikku atau milik kalian.

Allah sendiri telah merealisasikan janji-Nya bagi Rasul-Nya, Muhammad saw, di mana Allah telah menjadikannya berkuasa di beberapa daerah/negeri dan menjadikannya sebagai penentu keputusan di tengah-tengah para penentangnya, membukakan baginya kota Makkah, memperlihatkan kepadanya orang-orang yang mendustakan, memusuhi, dan menentangnya, serta menjadikan misinya tersebar ke seluruh wilayah Jazirah Arab termasuk Yaman dan Bahrain. Dan semua itu berlangsung pada masa hidupnya. Kemudian setelah beliau wafat, yaitu pada masa Khulafa-‘ur Rasyidin radhiallaahu ‘anhum ajma’iin, beberapa wilayah dan daerah pun dibebaskan.

Sebagaimana Allah telah berfirman yang artinya:
“Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauhul Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai oleh hamba-hamba-Ku yang shalih.” (QS. Al-Anbiyaa’: 105).

Allah pun telah merealisasikan hal itu bagi umat Muhammad ini. Segala puji dan karunia hanya milik-Nya, sejak awal hingga akhir, lahir dan bathin.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: