Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 137

19 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 137“Dan demikianlah pemimpin pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang yang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka untuk membinasakan mereka dan untuk mengaburkan bagi mereka agamanya. Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.” (QS. al-An’aam: 137)

Allah berfirman, sebagaimana syaitan-syaitan itu telah menjadikan mereka memandang baik mempersembahkan sajian dari tanaman dan binatang ternak yang telah diciptakan Allah kepada-Nya, maka syaitan-syaitan itu pun menjadikan mereka memandang baik membunuh anak-anak mereka karena merasa takut akan kemiskinan, serta menguburkan anak-anak perempuan mereka dalam keadaan hidup-hidup karena takut akan terkena aib.

Mengenai firm an-Nya: wa kadzaalika zayyana likatsiirim minal musyrikiina qatla aulaadiHim syurakaa-uHum (“Dan demikianlah pemimpin-pemimpin mereka telah menjadikan kebanyakan dari orang-orang yang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka.”)

‘Ali bin Abi Thalhah mengatakan dari Ibnu `Abbas: “Para pemimpin mereka itu telah menjadikan mereka memandang baik membunuh anak-anak mereka.” Mujahid berkata: “Syurakaa-uHum adalah syayaathiinuhum (syaitan-syaitan mereka), yang memerintahkan mereka membunuh anak-anak mereka karena takut miskin.”

As-Suddi berkata: “Syaitan telah memenintahkan mereka untuk membunuh anak-anak perempuan mereka, baik karena untuk membinasakan mereka maupun untuk mengaburkan agama mereka, sehingga mereka bingung dan pemahaman mereka terhadap agama pun kabur.” Hal senada juga dikatakan oleh `Abdurrahman bin Zaid bin Aslam dan Qatadah. Yang jelas semuanya itu merupakan usaha syaitan menjadikan semuanya terlihat baik.

Firman-Nya: walau syaa-allaaHu maa fa’aluuHu (“Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakan.”) Artinya, semuanya itu terjadi dengan kehendak, keinginan, dan pilihan Allah sebagai iradah kauniyyah. Dalam hal itu Allah memiliki hikmah yang sangat sempurna, maka Allah tidak ditanya tentang apa yang Dia perbuat, tetapi merekalah yang akan diminta pertanggunganjawab (atas apa yang mereka lakukan).

Fa dzarHum wa maa yaftaruun (“Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.”) Artinya, maka biarkanlah dan hindarilah mereka dan apa yang mereka lakukan itu, dan kelak Allah akan mengadili di antara kamu (Muhammad) dan mereka.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: