Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 143-144

20 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 143-144“(Yaitu) delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba dan sepasang dari kambing. Katakanlah: ‘Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya.’ Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar, (QS. 6:143) dan sepasang dari unta dan sepasang dari lembu. Katakanlah: ‘Apakah dua yang jantan yang diharamkan ataukah dua yang betina, ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya. Apakah kamu menyaksikan di waktu Allah menetapkan ini bagimu. Maka siapakah yang lebih dhalim daripada orang-orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?’ Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dhalim. (QS. 6:144)” (al-An’aam: 143-144)

Ini adalah penjelasan mengenai kebodohan orang-orang Arab Jahiliyah sebelum kehadiran Islam, yaitu mereka mengharamkan sebagian dari binatang ternak serta menjadikannya beberapa kelompok; Bahiirah, saa-ibah, washiilah, dan haam, dan juga ketentuan-ketentuan lainnya yang mereka buat dalam hal binatang ternak, tanaman, dan buah-buahan.

Kemudian Allah menerangkan, bahwa Allah telah menciptakan kebun-kebun yang berjunjung (berpenopang) dan yang tidak berjunjung. Selain Allah juga menciptakan binatang ternak yang sebagian dapat ditunggangi dan sebagian lainnya dapat dimakan.

(Washiilah adalah, apabila seekor domba betina melahirkan anak kembar yang terdiri dari jantan dan betina, maka yang jantan ini disebut washiilah, tidak disembelih dan diserahkan kepada berhala. Haam adalah, unta jantan yang tidak boleh diganggu gugat lagi, karena telah dapat membuntingi unta betina sepuluh kali.-pent)

Mengenai firman-Nya: tsamaaniyata azwaazim minadl-dla’nits naini wa minal ma’jitsnaini (“[Yaitu] delapan binatang yang berpasangan, sepasang dari domba dan sepasang dari kambing.”) Al-`Aufi berkata dari Ibnu `Abbas: “Inilah yang empat pasang tersebut.”

Qul aadzdzakaraini harrama amil untsayaini (“Katakanlah, ‘Apakah dua yang jantan yang diharamkan Allah ataukah dua yang betina.’”) Maksudnya, Allah berfirman, “Aku tidak mengharamkan sedikit pun dari semuanya itu.”

Ammasytamalat ‘alaiHi arhaamul untsayaini (“Ataukah yang ada dalam kandungan dua betinanya?”) Maksudnya, bukankah kandungan itu hanya mengandung jenis kelamin laki-laki atau perempuan, lalu mengapa kalian mengharamkan sebagian dan menghalalkan sebagian lainnya?
Nabbi-uunii bi’ilmin in kuntum shaadiqiin (“Terangkanlah kepadaku dengan berdasar pengetahuan jika kamu memang orang-orang yang benar.”) Allah berfirman, bahwa semuanya itu halal.

Am kuntum syuHadaa-a idz wash-shaakumullaaHu biHaadzaa (“Apakah kamu menyaksikan pada waktu Allah menetapkan ini bagimu?”) Allah memperolok mereka atas apa yang telah mereka ada-adakan dan mereka dustakan terhadap Allah berupa pengharaman apa yang telah mereka haramkan tersebut.

Firman-Nya: faman adhlamu mim maniftaraa ‘alallaaHi kadzibal liyudlilin naasi bighairi ‘ilmin (“Maka siapakah yang lebih dhalim daripada orang orang yang membuat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?”) Maksudnya, tidak ada seorang yang lebih dhalim dari orang yang berbuat seperti itu.

innallaaHa laa yaHdil qaumadh dhaaliminn (“Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dhalim.”) Orang yang pertama kali termasuk dalam ayat ini adalah ‘Amr bin Luhai bin Qam’ah, karena dia adalah orang yang pertama kali mengubah agama para Nabi, serta orang yang pertama kali menjalankan ketentuan mengenai unta saa-ibah, washiilah, dan haam, sebagaimana yang telah disebutkan dalam hadits shahih.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: