Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 146

20 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 146“Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku; dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu, selain lemak yang melekat di punggung keduanya atau yang di perut besar dan usus atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka; dan sesungguhnya Kami adalah Mahabenar.” (QS. al-An’aam: 146)

Wa ‘alal ladziina Haaduu harramnaa kulla dzii dhufur (“Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan segala binatang yang berkuku.”) Menurut Ibnu `Abbas, “Yaitu unta dan burung unta. “Maka orang-orang Yahudi tidak diperbolehkan memakan unta, burung unta, angsa, dan tidak pula segala binatang yang tidak terbagi kuku kakinya (berkuku tunggal, Ed), dan tidak juga keledai liar.”

Firman-Nya: wa minal baqari wal ghanami harramnaa ‘alaiHim syuhuuma Humaa (“Dan dari sapi dan domba, Kami haramkan atas mereka lemak dari kedua binatang itu.”) As-Suddi berkata: “Yaitu lemak yang membungkus lambung dan usus, juga lemak kedua ginjal. Dahulu orang-orang Yahudi mengatakan, lemak tersebut telah diharamkan oleh Israil, maka kami pun mengharamkannya.” Demikian juga yang dikatakan oleh Ibnu Zaid. Sedangkan Qatadah mengemukakan, “Lemak tersebut adalah lemak yang membungkus lambung dan usus, serta setiap lemak yang serupa namun tidak melekat pada tulang.”

Illaa maa hamalat dhuHuuru Humaa (“Selain lemak yang melekat di punggung keduanya.”) Mengenai firman-Nya ini, ‘Ali bin Abi Thalhah mengatakan dari Ibnu `Abbas: “Yaitu lemak yang melekat pada punggung.”

Firman-Nya: awil hayaawaa (“Atau yang di perut besar dan usus.”) Imam Abu Ja’far bin Jarir berkata: al hayaawaa adalah jamak dari kata “haawiyatun, haawiya-un”, yakni bagian dari perut yang bergulung, menyatu dari melingkar. Ia adalah anak susu dan disebut perut besar yang di dalamnya terdapat usus.”

Lebih lanjut Imam Abu Ja’far bin Jarir berkata: “Maka maknanya dari sapi dan domba, Kami haramkan kepada mereka lemak dari keduanya, kecuali lemak yang melekat pada punggung keduanya serta apa yang terdapat di dalam perut besar dan usus.”

Au makhtalatha bi’adhm (“Atau yang bercampur dengan tulang.”) Yakni lemak yang bercampur dengan tulang, maka Kami menghalalkannya bagi mereka.
Ibnu Jarir berkata: “Lemak yang terdapat pada ekor, yaitu yang bercampur dengan tulang ekor adalah halal. Demikian juga lemak yang terdapat pada kaki, tulang rusuk, kepala, mata, serta apa yang bercampur dengan tulang adalah halal.” Hal yang sama juga dikatakan oleh as-Suddi.

Dzaalika jazainaaHum bibaghyiHim (“Demikianlah Kami hukum mereka disebabkan kedurhakaan mereka.”) Maksudnya, hal menyusahkan itu Kami timpakan kepada mereka sebagai balasan atas kedurhakaan dan keengganan mereka menjalankan perintah Kami, sebagaimana Allah berfirman:
Fa bidhulmim minal ladziina Haaduu harramnaa ‘alaiHim… (“Maka disebabkan kedhaliman orang-orang Yahudi, Kami haramkan atas mereka [memakan-makanan] yang baik-baik [yang dahulunya] dihalalkan bagi mereka, dan karena mereka banyak menghalangi [manusia] dari jalan Allah.” (QS. An-Nisaa’: 160).

Firman-Nya: wa innaa lashaadiquun (“Dan sesungguhnya Kami adalah Mahabenar.”) Maksudnya, sesungguhnya Kami benar-benar adil atas balasan yang telah Kami berikan kepada mereka tersebut.

Ibnu Jarir berkata: (“Maknanya yaitu,) sesungguhnya Kami benar-benar jujur atas apa yang telah Kami sampaikan kepadamu, wahai Muhammad, yakni dari pengharaman Kami atas hal tersebut bagi mereka, bukan sebagaimana yang mereka sangka bahwa Israillah yang telah mengharamkan hal tersebut atas dirinya sendiri.” Wallahu a’lam.

`Atha’ bin Abi Rabah berkata: “Aku pernah mendengar Jabir bin `Abdillah berkata, `Aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda pada tahun Fath (pembebasan kota Makkah): `Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya telah mengharamkan jual-beli khamr, bangkai, babi, dan berhala.’ Kemudian ditanyakan: `Ya Rasulullah, bagaimana menurut pendapatmu mengenai lemak bangkai itu, karena ia dipakai untuk meminyaki kulit, menggosok kapal, dan orang-orang menggunakannya untuk menyalakan lampu?’ Maka beliau menjawab: `Tidak, hal itu adalah haram.’ Setelah itu Rasulullah bersabda: `Semoga Allah melaknat orang-orang Yahudi. Sesungguhnya ketika Allah mengharamkan lemak bangkai atas mereka, mereka mencairkannya, lalu menjual, dan memakan uangnya.”‘ (Diriwayatkan oleh Jama’ah).

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: