Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 158

21 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 158“Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan Malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka), atau kedatangan Rabbmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Rabbmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabbmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. Katakanlah: ‘Tunggulah olehmu sesungguhnya kami pun menunggu (pula).’” (QS. al-An’aam: 158)

Allah berfirman mengancam orang-orang yang kafir kepada-Nya, orang-orang yang menentang para Rasul-Nya, dan orang-orang yang mendustakanayat-ayat-Nya, serta orang-orang yang menghalangi jalan-Nya: Hal yandhuruuna illaa an ta’tiyaHumul malaa-ikatu au ya’tii rabbuka (“Yang mereka nanti tidak lain hanyalah kedatangan Malaikai kepada mereka [untuk mencabut nyawa mereka], atau kedatangan Rabbmu.”) Dan itu akan terjadi pada hari Kiamat.

Au ya’tiya ba’dlu aayaati rabbika. Yauma ya’tii ba’dlu aayaati rabbika laa yanfa’u nafsan iimaanuHaa (“Atau kedatangan sebagian tanda-tanda Rabbmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabbmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri.”) Dan hal ini sebelum hari Kiamat terjadi, yaitu munculnya tanda-tanda hari Kiamat ketika mereka melihatnya.

Sebagaimana yang dikatakan Imam al-Bukhari dalam menafsirkan ayat ini, dari Abu Hurairah
ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
“Tidak akan datang hari Kiamat sehingga matahari terbit dari barat. Maka apabila orang-orang melihatnya, berimanlah orang-orang yang ada di bumi. Yang demikian itu terjadi pada saat, ‘Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu.’” (Hadits ini diriwayatkan oleh seluruh Ahli Sunan dalam kitab mereka, kecuali at-Tirmidzi).

Ibnu Jarir mengatakan dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
“Ada tiga hal yang jika sudah keluar, maka tidak bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang tidak beriman sebelumnya, atau belum mengerjakan kebaikan dalam masa imannya, yaitu terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang melata dari bumi.” (HR. Ahmad, Muslim, dan at-Tirmidzi. Di dalam riwayat Imam Ahmad disebutkan: “Serta asap”).

(Hadits lainnya), dari Abu Dzarr al-Ghifari dalam Shahih al-Bukhari, Shahih Muslim dan serta kitab-kitab lainnya, ia berkata, Rasulullah bersabda:
“Apakah kamu mengetahui, ke mana matahari pergi jika telah terbenam?” “Tidak tahu,” jawabku. Beliau bersabda: “Matahari itu berhenti di bawah Arsy, lalu dia menyungkur sujud, kemudian berdiri lagi sehingga dikatakan kepadanya: ‘Kembalilah.’ Wahai Abu Dzarr, sudah dekat sekali saat di mana dikatakan kepadanya: `Kembalilah ke tempat di mana engkau terbenam. Dan itu terjadi pada saat, Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu.”

Imam Ahmad mengatakan dari Hudzaifah bin Usaid al-Ghifari, ia berkata; “Rasulullah pernah melihat kepada kami dan kamar, sedangkan kami sedang membicarakan tentang hari Kiamat, maka beliau pun bersabda:
“Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kalian melihat sepuluh tanda: Terbitnya matahari dari barat, asap, dan binatang melata, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, keluarnya `Isa bin Maryam, keluarnya Dajjal, dan terjadinya tiga gerhana: di timur, di barat, dan di Jazirah Arab, serta api yang keluar dari dasar bumi ‘Adn yang menggiring manusia, api itu bermalam bersama mereka ketika mereka bermalam dan tidur siang bersama mereka ketika mereka tidur siang.”‘ (Demikian pula yang diriwayatkan oleh Muslim dan keempat penulis kitab Sunan).

Laa yanfa’u nafsan iimaanuHaa lam takun aamanat min qablu (“Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu.”) Dengan pengertian, jika seorang kafir akan beriman pada hari itu, maka imannya itu tiada diterima. Sedangkan orang yang telah beriman sebelum itu, jika dia seorang yang beramal shalih, maka dia berada dalam kebaikan yang luar biasa, adapun jika dia bukan orang yang shalih, lalu dia melakukan taubat pada saat itu, maka taubatnya itu tidak diterima, sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadits di atas.

Dan mencakup pengertian seperti itu pula firman-Nya: au kasabat fii iimaaniHaa khairan (“Atau dia [belum] mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”) Dengan pengertian, tidak diterima darinya usaha mengerjakan amal shalih jika dia belum pernah mengerjakannya sebelum itu.

Qulintadhiruu innaa muntadhiruun (“Katakanlah: Tunggulah olehmu, sesungguhnya kami pun menunggu [pula].”) Hal itu merupakan ancaman yang keras bagi orang-orang kafir dan bagi orang yang menunda-nunda beriman dan bertaubat hingga pada hari yang semuanya itu tidak ada lagi manfaatnya. Ditetapkannya hukum itu ketika matahari telah terbit dari barat, karena sudah dekatnya hari Kiamat dan telah munculnya tanda-tanda hari Kiamat.

Sebagaimana Allah berfirman yang artinya:
“Maka tatkala mereka melihat adzab Kami, mereka berkata, ‘Kami beriman hanya kepada Allah saja dan kami kafir kepada ilah-ilah yang telah kami persekutukan dengan Allah.’ Maka iman mereka itu tidak berguna bagi mereka tatkala mereka telah melihat siksa kami.” (QS. Al-Mukmin: 84-85).

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: