Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 159

21 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 159“Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agamanya dan mereka (terpecah) menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanyalah (terserah) kepada Allah, kmudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.” (QS. al-An’aam: 159)

Mujahid, Qatadah, adh-Dhahhak, dan as-Suddi berkata: “Ayat ini turun berkenaan dengan orang-orang Yahudi dan Nasrani.” Namun secara lahiriyah, ayat di atas bersifat umum, berlaku bagi setiap orang yang memisahkan diri dari agama Allah dan menentang-Nya. Karena sesungguhnya Allah telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan atas segala agama, dan syari’at-Nya hanyalah satu yang tidak ada pertentangan dan perpecahan di dalamnya. Barangsiapa berselisih mengenai agama itu,

Wa kaanuu syiya’an (“Dan mereka [terpecah] menjadi beberapa golongan.”) Yaitu, beberapa firqah/golongan, sebagaimana penganut beberapa agama, penganut hawa nafsu, dan kesesatan, maka Allah telah membebaskan Rasulullah saw. dari apa yang mereka lakukan.

Ayat ini sama seperti firman-Nya yang artinya:
“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu.” (QS. Asy-Syuura: 13).

Dalam sebuah hadits disebutkan:
“Kami para Nabi adalah anak dari satu bapak berbeda ibu, dan agama kami adalah satu.”

Inilah ash-Shiraathul Mustaqiim (jalan yang lurus), yaitu apa yang telah dibawa oleh para Rasul-Nya, berupa peribadatan kepada Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan berpegang teguh dengan syari’at Rasul yang terakhir. Sedangkan yang menyelisihi semua itu, maka hal itu merupakan kesesatan, kebodohan, pendapat dan hawa nafsu, dan para Rasul terlepas dari tanggung jawab atas semuanya itu, sebagaimana yang difirmankan Allah:

Lasta minHum fii syai-in innamaa amruHum ilallaaHi tsumma yunabbi-uHum bimaa kaanuu yaf’aluun (“Tidak ada sedikit pun tanggung jawabmu terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya [terserah] kepada Allah. Kemudian Allah memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.”)

Kemudian Allah menjelaskan kelembutan dan keadilan-Nya pada hari Kiamat, Allah berfirman:

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: