Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 165

22 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 165“Dan Dialah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Mahapengampun lagi Mahapenyayang.” (QS. al-An’aam: 165)

Allah berfirman: wa Huwal ladzii ja’alakum khalaa-ifa fil ardli (“Dan Dialah Yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi.”) Maksudnya, Allah telah menjadikan kalian pemakmur bumi itu dari generasi ke generasi, dari satu masa ke masa yang lain, generasi berikutnya setelah generasi sebelumnya. Demikian yang dikemukakan oleh Ibnu Zaid dan ulama lainnya. Hal itu sama seperti firman-Nya yang artinya:
“Dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi.” (QS. An-Naml: 62).

Firman-Nya selanjutnya: wa rafa’a ba’dlakum fauqa ba’dlin darajaat (“Dan Dia meninggikan sebagian kamu atas sebagan [yang lain] beberapa derajat.”) Artinya, Allah membedakan di antara kalian dalam hal rizki, akhlak, kebaikan, keburukan, penampilan, bentuk, dan warna, dan dalam hal itu semua Allah mempunyai hikmah.

Yang demikian itu sama seperti firman-Nya yang artinya:
“Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain.” (QS. Az-Zukhruf: 32).

Firman Allah: liyabluwakum fii maa aataakum (“Untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu.”) Maksudnya, untuk mencoba dan menguji kalian mengenai nikmat yang telah diberikan kepada kalian, untuk menguji orang kaya tentang kekayaannya dan meminta pertanggungan-jawab tentang rasa syukurnya kepada-Nya, juga untuk menguji orang miskin tentang kemiskinannya dan meminta pertanggungan-jawab tentang kesabarannya.

Dalam Shahih Muslim disebutkan sebuah hadits dari Abu Nadhrah, dari Abu Sa’id al-Khudri, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
“Sesungguhnya dunia ini indah dan manis, dan Allah menempatkan dan menguasakan kalian di dalamnya, maka Allah akan melihat bagaimana kalian berbuat di dalamnya. Karena itu, waspadalah kalian terhadap dunia dan waspadalah terhadap wanita, sebab ujian pertama kali pada Bani Israil adalah dalam masalah wanita.” (HR. Muslim).

Dan firman-Nya: inna rabbaka sarii’ul ‘iqaabi wa innaHuu laghafuurur rahiim (“Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Mahapengampun lagi Mahapenyayang.”) Yang demikian itu merupakan targhib dan tarhib (dorongan dan ancaman), bahwa hisab (perhitungan) Allah itu sangat cepat bagi orang-orang yang bermaksiat kepada-Nya dan menentang para Rasul-Nya.

Wa innaHuu laghafuurur rahiim (“Dan sesungguhnya Dia Mahapengampun lagi Mahapenyayang.”) Yaitu bagi orang-orang yang menjadikan-Nya sebagai pelindung dan mengikuti apa yang dibawa oleh para Rasul-Nya berupa berita dan tuntutan.

Allah seringkali menjadikan kedua sifat tersebut beriringan dalam al-Qur’an. Sebagaimana firman-Nya yang artinya:
“Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa sesungguhnya Akulah Yang Mahapengampun lagi Mahapenyayang. Dan bahwa sesungguhnya adzab-Ku adalah adzab yang sangat pedih.” (QS. Al-Hijr: 49-50).

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya yang senada yang di dalamnya terkandung targhib dan tarhib. Terkadang Allah menyeru hamba-hamba-Nya menuju kepada-Nya dengan raghbah (dorongan), dan penyebutan sifat-sifat Surga, serta targhib dengan apa yang ada di sisi-Nya, dan terkadang menyeru mereka dengan rahbah (ancaman), penyebutan sifat Neraka, siksaan, hari Kiamat dan berbagai peristiwa han Kiamat yang menakutkan, dan terkadang menggunakan kedua-duanya secara bersamaan supaya keduanya mengenai sasaran.

Semoga Allah menjadikan kita semua sebagai orang-orang yang patuh kepada apa yang diperintahkan-Nya, meninggalkan semua yang dilarang-Nya, membenarkan apa yang telah beritakan-Nya, sesungguhnya Allah sangat dekat dengan kita, Allah Mahamengabulkan dan mendengarkan do’a, Mahapemurah, Mahamulia, dan Mahapemberi.

Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah sebuah hadits yang berkedudukan sebagai hadits marfu’, bahwa Rasulullah bersabda:
“Andaikan seorang mukmin mengetahui siksa yang disiapkan Allah, niscaya tidak ada seorang pun yang mengharap masuk Surga-Nya. Dan seandainya seorang kafir mengetahui rahmat yang disiapkan Allah, niscaya tidak seorang pun yang putus harapan untuk dapat masuk Surga. Allah telah menciptakan seratus rahmat, lalu Allah meletakkan salah satunya di antara makhluk-Nya, maka dengan rahmat itu mereka saling berkasih-sayang. Dan di sisi Allah terdapat yang sembilan puluh sembilan lagi.”
(Hadits tersebut juga diriwayatkan at-Tirmidzi dan Muslim.)

Masih dari Abu Hurairah ra, ia berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Allah telah menjadikan rahmat seratus bagian. Allah menahan yang Sembilan puluh sembilan di sisi-Nya, dan menurunkan ke bumi satu bagian, maka dari satu bagian itulah semua makhluk saling berkasih-sayang, sehingga seekor binatang mengangkat kakinya karena khawatir menginjak anaknya.” (HR. Muslim).

Sampai di sini akhir tafsir surat al-An’aam, segala puji dan karunia hanya milik Allah semata.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: