Tafsir Ibnu Katsir Surah At-Taubah / Al-Bara’ah ayat 13-15

22 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah At-Taubah (Pengampunan)
Surah Madaniyyah; surah ke 9: 129 ayat

tulisan arab alquran surat at taubah ayat 13-15“Mengapa kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telab keras kemauannya untuk mengusir Rasul, dan merekalah yang pertama kali memulai memerangimu. Mengapa kamu takut kepada mereka, padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman. (QS. 9:13) Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, dan Allah akan menghinakan mereka, dan menolongmu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman, (QS. 9:14) dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubatnya orang-orang yang dikehendaki-Nya. Allah Mahamengetahui lagi Mahabijaksana. (QS. 9:15)” (at-Taubah / al-Bara’ah: 13-15)

Ini juga merupakan pembangkitan semangat dan dorongan untuk memerangi orang-orang musyrik yang merusak janji mereka, dan yang bersikeras meneluarkan Rasulullah saw. dari kota Makkah, sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Mereka mengusir Rasul dan mengusirmu karena kamu beriman kepada Allah, Rabbmu.” (al-Mumtahanah: 1)

Dan firman-Nya: wa Hum bada-uukum awwala marratin (“Dan merekalah yang pertama kali memerangimu.”) Ada pendapat yang mengatakan, bahwa yang dimaksud dalam ayat ini adalah perang Badar. Ketika mereka keluar untuk menolong kafilah mereka, dan ketika mengetahui bahwa kafilahnya telah selamat, mereka melanjutkan perjalanan untuk memerangi kaum muslimin karena kesombongan dan keangkuhan mereka, sebagaimana yang telah dijelaskan di depan.

Ada pendapat lain yang mengatakan, bahwa yang dimaksud dalam ayat ini adalah pengingkaran mereka akan janji mereka, dan sikap mereka yang membantu Bani Bakar dalam memerangi Bani Khuza’ah yang telah menjalin perjanjian dengan Rasulullah saw, sehingga Rasulullah saw mendatangi mereka pada peristiwa penaklukan kota Makkah, dan terjadilah apa yang telah kami jelaskan di depan. Segala puji bagi Allah.

Firman Allah: a takhsyaunaHum fallaaHu ahaqqu an takhsyauHu in kuntum mu’miniin (“Mengapa kamu takut kepada mereka? Allah-lah yang berhak kamu takuti, jika kamu benar-benar orang beriman.”)

Allah berfirman: “Janganlah kamu takut kepada mereka, dan takutlah kepada-Ku, karena Aku lebih berhak untuk ditakuti oleh segenap hamba dengan adanya kekuasaan dan siksa-Ku. Segala urusan berada di tangan-Ku. Jika Aku menghendaki, maka urusan itu ada. Dan jika Aku tidak menghendaki, maka urusan itu tidak akan ada.”

Kemudian Allah berfirman sebagai penegasan terhadap kaum mukminin dan sebagai penjelasan atas hikmah dari persyari’atan jihad, padahal Allah mampu membinasakan musuh-musuh itu dengan tangan-Nya.

qaatiluuHum yu’adzdzibuHumullaaHu bi aidiikum wa yukhziHim wa yanshurkum ‘alaiHim wa yasyfi shuduura qaumim mu’miniin (“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan [perantaraan] tangan-tanganmu, dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.”) Ayat ini berlaku untuk semua orang yang beriman.

Mujahid, `Ikrimah dan as-Suddi berkata tentang ayat: wa yasyfi shuduura qaumim mu’miniin (“Melegakan hati orang-orang beriman.”) Bahwa yang dimaksud adalah Bani Khuza’ah, begitu juga (sama) yang dimaksud dalam ayat: wa yudzHib ghaidha quluubiHim (“Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin.”)
Wa yatuuballaaHu ‘alaa may yasyaa-u (“Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya.”) Yakni, dari hamba-hamba-Nya.

wallaaHu ‘aliimun (“Allah Mahamengetahui.”) Yakni, atas hal-hal yang membawa kemaslahatan bagi hamba-Nya.
hakiimun (“Lagi Mahabijaksana.”) Atas segala tindakan dan firman-Nya, baik yang kauniyyah maupun yang syar’iyyah. Allah bertindak dan memutuskan sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Dia adalah Dzat yang Mahaadil, Mahamenghukumi, tidak sedikitpun berlaku dhalim, dan tidak sekecil dzarrah pun dari kebaikan dan keburukan yang akan terlewatkan dari-Nya, semuanya akan diberi balasan, di dunia dan di akhirat.

(Kauniyyah adalah ketetapan Allah, di mana manusia tidak dimintai pertanggung jawaban,sedangkan syar’iyyah adalah ketetapan Allah yang berupa syari’at agama Islam, di mana manusia akan dimintai pertanggung jawaban. Ed.)

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: