Tafsir Ibnu Katsir Surah At-Taubah / Al-Bara’ah ayat 19-22

22 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah At-Taubah (Pengampunan)
Surah Madaniyyah; surah ke 9: 129 ayat

tulisan arab alquran surat at taubah ayat 19-22“Apakah (orang-orang) yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah; dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang dhalim. (QS. 9:19) Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang mendapatkan kemenangan. (QS. 9:20) Rabb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, (QS. 9:21) mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar. (QS. 9:22)” (at-Taubah / al-Bara’ah: 19-22)

Dalam tafsirnya, al-‘Aufi berkata dari Ibnu `Abbas, berkaitan dengan penafsiran ayat ini, orang-orang musyrik itu berkata: “Memakmurkan Baitullah, dan memberikan minum kepada orang-orang yang melakukan haji itu lebih utama dari orang yang beriman dan berjihad.” Maka saat itu mereka merasa bangga dan menyombongkan din dengan keberadaan mereka sebagai penduduk tanah suci dan yang memakmurkan Baitullah. Maka Allah memberikan pilihan, bahwa iman dan jihad bersama Rasulullah itu lebih utama daripada memakmurkan Baitullah dan memberi minum para hujjaj (jama’ah haji) yang dilakukan oleh orang-orang musyrik itu. Semua amal perbuatan itu tidak guna di sisi Allah, jika mereka masih berada dalam kemusyrikan.

Allah berfirman: laa yastawuuna ‘indallaaHi wallaaHu laa yaHdil qaumadh dhaalimiin (“Mereka tidak sama di sisi Allah. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang dhalim.”) Yakni, orang-orang yang mengira bahwa merekalah orang-orang yang memakmurkan Baitullah, tetapi Allah menamakan mereka orang-orang yang dhalim karena kesyirikan mereka, sehingga pemakmuran Baitullah yang mereka lakukan itu adalah sia-sia.

Dari an-Nu’man bin Basyir al-Anshan, ia berkata: “Suatu ketika berada di mimbar Rasulullah saw bersama sejumlah sahabat. Lalu seorang antara mereka berkata: `Aku tidak peduli untuk tidak mengerjakan suatu amal perbuatan karena Allah setelah aku masuk Islam, aku hanya akan memberi minum orang-orang yang melakukan haji.’ Seorang yang lain berkata: ‘Bukan hal itu, akan tetapi memakmurkan Masjidilharam.’ Seorang yang lain berkata: ‘Bukan demikian, akan tetapi jihad di jalan Allah lebih baik dari apa yang kalian katakan.’ Maka `Umar bin al-Khaththab membentak mereka, berkata: `Janganlah kalian meninggikan suara di dekat mimbar Rasulullah saw. [-dan hari itu adalah pada hari Jum’at-] Jika kamu telah melakukan shalat Jum’at temuilah Rasulullah saw dan tanyakan tentang apa yang kalian perselisihkan.’Lalu anjuran itu dilakukan. Kemudian Allah menurunkan ayat:

A ja’altum siqaayatal masjidil haajjal wa ‘imaaratal masjidil haraami kaman aamana billaaHi wal yaumil aakhiri wa jaaHada fii sabiilillaaHi laa yastawuuna ‘indallaaHi wallaaHu laa yaHdil qaumadh dhaalimiin (“Apakah [orang-orang] yang memberi minuman kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidilharam, kamu samakan dengan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta berjihad di jalan Allah? Mereka tidak sama di sisi Allah, dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada kaum yang dhalim.” (QS. At-Taubah: 19).

Hal ini juga diriwayatkan oleh Muslim dalam shahihnya, Abu Dawud, Ibnu Jarir, dengan lafazh ini. Ibnu Mardawaih dan Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkannya dalam tafsir mereka, begitu juga dengan Ibnu Hibban dalam shahihnya.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: