Tafsir Ibnu Katsir Surah At-Taubah / Al-Bara’ah ayat 32-33

22 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah At-Taubah (Pengampunan)
Surah Madaniyyah; surah ke 9: 129 ayat

tulisan arab alquran surat at taubah ayat 32-33“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. (QS. 9:32) Allahlah yang mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.” (QS. 9:33)” (at-Taubah / al-Bara’ah: 32-33)

Allah berfirman, bahwa orang-orang kafir dari kalangan kaum musyrikin dan Ahli Kitab itu: ay yuth-ifuu nuurallaaHi (“Ingin memadamkan cahaya Allah.”) Yakni, petunjuk dan agama yang dibawa oleh Rasulullah dengan hanya menempuh cara debat dan kebohongan. Usaha mereka itu seperti orang yang ingin memadamkan sinar matahari atau cahaya bulan dengan tiupan mulut, jadi tidak mungkin berhasil. Begitu juga dengan ajaran yang dibawa oleh Rasulullah saw, mesti sempurna dan menang.

Oleh karena itu, Allah berfirman berkaitan dengan tujuan dan keinginan mereka itu: wa ya’ballaaHu illaa ay yutimma nuuraHuu wa lau kariHal kaafiruun (“Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya.”) Orang kafir adalah orang yang menutupi sesuatu. Dari sinilah waktu malam dinamai kafir, karena waktu malam menutupi segala sesuatu, dan petani juga dinamai kafir karena petani menutupi benih-benih dalam tanah, seperti firman-Nya:
A’jabal kuffaara nabaatuHuu (“Tanaman-tanamannya mengagumkan Para petani.”) (QS. Al-Hadiid: 20).

Kemudian Allah berfirman: Huwal ladzii arsala rasuulaHuu bil Hudaa wa diinil haqqi (“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar.”) Petunjuk adalah berita kebenaran, iman yang shahih dan ilmu yang bermanfaat yang dibawa oleh Rasulullah saw, adapun agama yang benar adalah amal perbuatan yang shahih dan bermanfaat di dunia dan di akhirat.

Liyudh-HiraHuu ‘alad diini kulliHi (“Untuk dimenangkan-Nya atas semua agama.”) Yakni, terhadap semua agama, seperti yang disebutkan dalam hadits, bahwa Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menghimpunkan untukku bumi, timur dan baratnya. Dan kekuasaan umatku akan mencapai wilayah yang dihimpunkan untukku.” (HR Muslim dalam kitab al-Fitan)

Sementara itu, Muslim berkata dari `Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda:
“Tidak bergeser waktu malam dan Siang, sehingga Latta dan `Uzza disembah.”
Aku berkata: “Ya Rasulullah, aku mengira ketika Allah menurunkan: Huwal ladzii arsala rasuulaHuu bil Hudaa wa diinil haqqi (“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar.”) bahwa ia telah sempurna.” Beliau bersabda:
“Sesungguhnya akan terjadi setelah itu, apa yang dikehendaki oleh Allah. Kemudian Allah mengirim angin baik, lalu mematikan setiap orang yang di hatinya terdapat iman meskipun hanya sebesar biji sawi. Sehingga tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan sama sekali, lalu mereka kembali kepada agama nenek moyang mereka.”

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: