Tafsir Ibnu Katsir Surah At-Taubah / Al-Bara’ah ayat 7

22 Des

Tafsir Al-Qur’an Surah At-Taubah (Pengampunan)
Surah Madaniyyah; surah ke 9: 129 ayat

tulisan arab alquran surat at taubah ayat 7“Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan Rasul-Nya dengan orang-orang musyirikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidilharam, maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa.” (QS. at-Taubah: 7)

Allah menjelaskan hikmah dari pemutusan hubungan dengan orang-orang musyrik itu dan pemberian tempo bagi mereka selama empat bulan, lalu pembunuhan tanpa pandang bulu di manapun mereka ditemukan.

Allah berfirman: kaifa yakuunu lil musyrikiina ‘aHdun (“Bagaimana mungkin ada perjanjian bagi orang-orang musyrik.”) yakni perjanjian perlindungan, dan mereka dibiarkan begitu saja sementara mereka dalam keadaan musyrik dan kafir kepada Allah dan Rasul-Nya.

Illal ladziina ‘aaHadtum ‘indal masjidil haraam (“Kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian [dengan mereka] di dekat Masjidil Haram. Yakni pada hari Hudaibiyah sebagaimana firman Allah yang artinya:
“Merekalah orang-orang kafir yang menghalangi kamu dari [masuk] Masjidil Haram dan menghalangi hewan kurban sampai ke tempat [penyembelihan]nya.” (al-Fath: 25)

Famastaqaamuu lakum fastaqimuu laHum (“Maka selama mereka berlaku lurus kepadamu, maka berlaku luruslah kepada mereka.”). yakni selama mereka berpegang teguh dengan perjanjian, dimana mereka tidak memerangi kamu selama sepuluh tahun.
Fastaqimuu laHum innallaaHa yuhibbul muttaqiin (“Maka berlaku luruslah kepada mereka, sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa.”)

Rasulullah saw dan kaum Muslimin telah melakukannya. Perjanjian damai dengan penduduk Makkah berlangsung dari bulan Dzulqa’dah, tahun keenam Hijriyah dan berlanjut sampai orang-orang Quraisy itu merusak perjanjian tersebut, di mana mereka membantu para sekutu mereka, Bani Bakar untuk memerangi Bani Khuza’ah yang telah menjalin perjanjian dengan Rasulullah, mereka melakukan pembunuhan di Tanah Haram, maka Rasulullah memerangi mereka pada bulan Ramadhan tahun kedelapan Hijriyah, sehingga Allah memberikan kemenangan kepada kaum muslimin untuk menaklukkan Tanah Suci dan membebaskan para penduduk Makkah yang menyerahkan diri, hingga mereka disebut ath-thulaqa’ (orang-orang yang dibebaskan), jumlah mereka sekitar dua ribu orang dan mereka yang terus berada di dalam kekafiran dan melarikan diri, maka Rasulullah saw memberikan kepada mereka jaminan keamanan selama empat bulan, mereka bebas pergi kemanapun yang mereka inginkan, seperti Shafwan bin Umayyah, `Ikrimah bin Abu Jahal dan lain-lain. Setelah itu Allah memberikan hidayah kepada mereka untuk masuk Islam. Dan bagi Allah segala puji atas apa yang Dia lakukan dan takdirkan.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: