Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 4-6

14 Jan

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah kecuali ayat: 20, 23, 91, 93, 114, 141, 151, 152, 153 Madaniyyah; surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 4-6“Dan tidak ada suatu ayatpun dari ayat-ayat Tuhan sampai kepada mereka, melainkan mereka selalu berpaling dari padanya (mendustakannya). 5. Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang haq (Al-Quran) tatkala sampai kepada mereka, Maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan. 6. Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, Padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, Yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.” (al-An’am: 4-6)

Allah berfirmn menceritakan perihal orang-orang musyrik yang mendustakan Allah dan ingkar kepada-Nya, bahwa mereka itu apabila kedatangan suatu ayat, yakni tanda dan mukjizat serta hujjah yang menunjukkan akan keesaan Allah dan kebenaran rasul-rasul-Nya yang mulia, sesungguhnya dengan serta merta mereka berpaling darinya; mereka tidak memandangnya dengan sebelah mata pun dan sama sekali tidak mempedulikannya . Untuk itulah Allah Swt. berfirman:

Faqad kadzdzabuu bilhaqqi lammaa jaa-aHum fasaufa ya’tiiHim ambaa-u maa kaanuu biHii yastaHzi-uun (“Sesungguhnya mereka telah mendustakan yang hak [Al Qur’an], tatkala sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka [kenyataan dari] berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan.”) (Al An’am: 5)

Hal ini mengandung ancaman dan peringatan yang keras terhadap perbuatan mereka yang mendustakan perkara yang hak, bahwa pasti akan sampai kepada mereka berita apa yang mereka dustakan itu, dan mereka pasti akan menjumpai akibatnya serta pasti akan merasakan akibat kedustaannya itu.

Kemudian Allah Swt. berfirman menasihati mereka seraya memperingatkan mereka akan datangnya azab dan pembalasan di dunia yang menimpa mereka, seperti halnya apa yang telah menimpa orang-orang dari kalangan umat-umat terdahulu yang perbuatannya serupa dengan perbuatan mereka. Padahal mereka lebih kuat, lebih banyak jumlahnya, serta lebih banyak harta benda dan anak-anaknya, juga lebih berkuasa serta lebih tinggi kebudayaannya daripada mereka. Untuk itu Allah Swt. berfirman:

Alam yarau kam aHlaknaa min qabliHim min qarnim makkannaaHum fil ardli maa lam numakkil lakum (“Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyaknya generasi-generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal [generasi itu] telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepada kalian.”) (Al-An’am: 6)

Yakni mereka lebih banyak memiliki harta benda, anak-anak, bangunan-bangunan, kedudukan yang kuat, pengaruh yang luas, dan bala tentara. Dalam firman selanjutnya disebutkan:

Wa arsalnas samaa-a ‘alaiHim midraaran (“dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka.”) (Al-An’am: 6)

Yang dimaksud dengan midraaran ialah hujan yang diturunkan kepada mereka secara berangsur-angsur.

Wa ja’alnal anHaara tajrii min tahtiHim (“dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka.”) (Al-An’am: 6)

Yakni Kami perbanyak turunnya hujan atas mereka dan sumber-sumber air sebagai istidraj dan memuaskan mereka.

Fa aHlaknaaHum bidzunuubiHim (“Kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri.”) (Al-An’am: 6)
Yakni disebabkan dosa-dosa dan kejahatan-kejahatan yang mereka perbuat.

Wa ansya’naa mim ba’diHim qarnan aakhariin (“dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.”) (Al-An’am: 6)
Yakni setelah generasi yang pertama dilenyapkan dan kami jadikan mereka sebagai bagian dari sejarah.

Yakni generasi lain untuk Kami uji lagi, ternyata generasi yang baru ini melakukan amal perbuatan yang serupa dengan pendahulu mereka; akhirnya mereka dibinasakan pula, sama seperti para pendahulunya. Karena itu, hati-hatilah kalian, hai orang-orang yang diajak bicara, jangan sampai menimpa kalian apa yang pernah menimpa mereka. Tiadalah kalian menurut Allah lebih kuat daripada mereka. Dan Rasul yang kalian dustakan itu adalah lebih mulia bagi Allah ketimbang rasul mereka. Karena itu, kalian adalah orang-orang yang lebih utama untuk mendapat azab dan penyegeraan; siksaan ketimbang mereka, seandainya saja tidak ada kelunakan dan kebaikanNya.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: