Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-An’am ayat 70

22 Jan

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-An’am (Binatang Ternak)
Surah Makkiyyah kecuali ayat: 20, 23, 91, 93, 114, 141, 151, 152, 153 Madaniyyah surah ke 6: 165 ayat

tulisan arab alquran surat al an'am ayat 70“Dan tinggalkan lah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengan Al-Quran itu agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka, karena perbuatannya sendiri. tidak akan ada baginya pelindung dan tidak pula pemberi syafa’at selain daripada Allah. dan jika ia menebus dengan segala macam tebusanpun, niscaya tidak akan diterima itu daripadanya. mereka Itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka. bagi mereka (disediakan) minuman dari air yang sedang mendidih dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.” (al-An’aam: 70)

Allah berfirman: wa dzaril ladziinat takhadzuu diinaHum la’ibaw wa laHwaw wa gharratHumul hayaatud dun-yaa (“Dan tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan mereka telah ditipu oleh kehidupan dunia.”)

Artinya, tinggalkanlah dan berpalinglah dari mereka dan berilah tangguh kepada mereka barang sejenak, karena sesungguhnya mereka akan menuju ke adzab yang sangat dahsyat. Oleh karena itu Allah berfirman: wa dzakkir biHii (“Peringatkanlah [mereka] dengan al-Qur’an itu”) maksudnya peringatkanlah manusia dengan al-Qur’an ini, serta suruhlah mereka supaya berhati-hati terhadap siksaan dan adzab-Nya yang sangat pedih pada hari kiamat kelak.

An tubsala nafsum bimaa kasabat (“Agar masing-masing diri tidak dijerumuskan ke dalam neraka karena perbuatannya sendiri.”) maksudnya agar tidak terjerumus.

Adh-Dhahhak mengatakan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Ikrimah, al-Hasan, dan as-Suddi: “Tubsala berarti diserahkan.” Al-Walibi mengatakan: “[Maknanya adalah] ditahan.” Murrah dan Ibnu Zaid mengatakan: “[Maknanya adalah] disiksa.” Semua makna ini berdekatan dan kesimpulannya adalah penjerumusan diri pada kebinasaan.

Laisa laHaa min duunillaaHi waliyyuw walaa syafii’ (“Tidak akan ada baginya pelindung dan tidak [pula] pemberi syafaat selain daripada Allah.”) maksudnya tidak ada kerabat dekat atau orang lain yang dapat memberi syafaat kepadanya.

Wa in ta’dil kulla ‘adlil laa yu’khadz minHaa (“Dan jika ia menebus dengan segala macam tebusan pun, niscaya tidak akan diterima itu darinya.”) maksudnya, meskipun ia mengorbankan seluruh pengorbanan [usaha], niscaya tidak akan diterima.

Ulaa-ikal ladziina ublisuu bimaa kasabuu laHum syaraabum min hamiimiw wa ‘adzaabun aliimum bimaa kaanuu yakfuruun (“Mereka itulah orang-orang yang dijerumuskan ke dalam neraka, disebabkan perbuatan mereka sendiri. Bagi mereka [disediakan] minuman dari air yang mendidih dan adzab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu.”)

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: