Kenapa Malaikat Maut Ditugasi Mencabut Nyawa

27 Jan

At-Tadzkirah; Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi;
Imam Syamsuddin al-Qurthubi

Az-Zuhri, Wahab bin Munabbih dan lainnya telah menyampaikan sebuah riwayat yang artinya, bahwa Allah swt telah memerintahkan Jibril as supaya datang kepada-Nya membawa sedikit tanah dari bumi. Maka datanglah ia ke bumi untuk mengambilnya. Tapi ternyata bumi minta perlindungan kepada Allah dari perbuatan itu, dan Dia melindunginya [tidak jadi mengambil tanah].

Lalu Allah swt memerintahkan Mikail untuk tugas yang sama. Dan kali ini pun bumi meminta perlindungan kepada Allah dari hal itu, dan Dia pun melindunginya.
Lalu Allah swt memerintahkan Izrail untuk melakukan tugas tersebut. Bumi pun minta perlindungan, namun kali ini Izrail tidak memberinya perlindungan, sehingga dia mengambil sebagian tanah dari bumi.

(Tidak ada satupun riwayat yang shahih dari Nabi shalallaaHu ‘alaiHi wa sallam maupun dari salah seorang shahbat beliau, tentang penyebutan Malaikat Maut dengan Izrail. Tampaknya, nama ini diambil dari cerita-cerita Israiliyat, seperti halnya yang ada dalam khabar ini, karena Wahhab bin Wanabih memang banyak menceritakan dari mereka.)

Allah bertanya kepada Izrail, “Apakah bumi meminta perlindungan kepada-Ku daririmu?”
“Ya,” jawab Izrail.
“Kenapa kamu tidak kasihan kepadanya, seperti yang dilakukan oleh kedua temanmu itu?” tanya Allah kepada Izrail, dan dijawab olehnya, “Ya Tuhanku, ketaatanku kepada-Mu lebih wajib aku tunaikan daripada kasihanku kepadanya.”
“Pergilah,” seru Allah, “Kamu adalah malaikat Maut. Aku kuasakan kepadamu untuk mencabut nyawa-nyawa mereka.”

Tetapi Izrail malah menangis. Maka Allah bertanya, “Mengapa engkau menangis?”
“Ya, Tuhanku,” jawab Izrail, “Sesungguhnya Engkau menciptakan dari makhluk ini para Nabi, orang-orang pilihan dan para utusan. Dan sesungguhnya Engkau tidak menciptakan suatu makhluk yang lebih merek benci selain kematian. Maka, apabila mereka mengerti akulah yang mencabut nyawa, mereka pasti membenciku dan memakiku.”

Allah Ta’ala menjawab, “Sesungguhnya Aku akan jadikan untuk kematian beberapa sebab dan alasan, sehingga mereka menisbatkan kematian kepada sebab itu, dan tidak menisbatkannya kepadamu.”

Oleh karenanya, Allah menciptakan berbagai penyakit dan segala macam lainnya yang menyebabkan kebinasaan.

Khabar ini diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra., dia berkata, “Tanah untuk menciptakan Adam diangkat dari enam bumi. Yang terbanyak dari bumi ke enam. Tidak ada tanah yang berasal dari tanah ke tujuh, karena di sana terdapat neraka jahanam.”

Dan dia katakan pula, “Ketika malaikat Maut datang dengan membawa tanah, maka Allah bertanya kepadanya, “Apakah bumi tidak meminta perlindungan kepada-Ku darimu?” dan seterusnya, hadits ini dilanjutkan dengan lafadz dan makna yang sama seperti terkemuka.

Hadits itu juga disebutkan oleh al-Qutaibi dengan tambahan, “Maka berkatalah bumi, ‘Ya Tuhanku, Engkau telah menciptakan langit tanpa mengurangi apa-apa darinya.’
‘Demi kejayaan-Ku dan keagungan-Ku,’ jawab Allah, ‘Aku akan kembalikan mereka kepadamu, yang baik maupun yang jahat.’
Maka bumi pun berkata, ‘Demi kejayaan-Mu, akupun akan menghukum siapa pun yang durhaka kepada-Mu.’”

Al-Qutaibi mengatakan pula, “Maka Allah menyuruh datangkan segala macam air di bumi; asin, tawar, manis, pahit, harum maupun busuk. Semuanya disiramkan ke tanah bahan penciptaan Adam. Lalu didiamkan bercampur selama 40 hari, -selain al-Qutaibi mengatakan 40 tahun- dalam keadaan belum ditiupkan roh. Para malaikat melewati tanah itu. Lalu mereka berdiri melihatnya seraya berkata semuanya, ‘Sesungguhnya Tuhan kita tidak menciptakan makhluk yang lebih indah daripada ini. Dan sesungguhnya Dia menciptakannya untuk suatu perkara yang pasti terjadi.’”

Sesudah itu maka lewatlah iblis la’natullah ‘alaiHi. Tiba-tiba ia memukulnya, maka terdengarlah suara, yakni suara dentingan tembikar. Maka iblis berkata, ‘Kalau dia lebih dimuliakan daripada aku, maka aku tidak akan mematuhinya. Dan kalau aku lebih dimuliakan daripada dia, maka aku akan menghancurkannya. Makhluk ini dari tanah sedang aku dari api.’”

Tetapi ada yang mengatakan, bahwa yang membawa tanah untuk dijadikan Adam adalah iblis. Allah mengutusnya setelah dua malaikat terdahulu. Maka bumi minta perlindungan kepada Allah darinya seraya berkata, “Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah darimu.” Namun iblis tetap mengambil sebagian darinya, lalu naik menemui Tuhannya. Maka Allah bertanya kepadanya, “Tidakkah bumi berlindung kepada-Ku darimu?”
“Benar, ya Tuhanku,” jawab iblis.

Maka Allah berfirman, “Demi kejayaan-Ku, Aku pasti menciptakan dari apa yang telah deiambil oleh tanganmu, suatu makhluk yang akan membuatmu susah.”
wallaaHu a’lam.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: