Membentangkan Kain di Atas Lubang Kubur Ketika Mengubur Jenazah

27 Jan

At-Tadzkirah; Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi;
Imam Syamsuddin al-Qurthubi

Abu Hadbah Ibrahim bin Hadbah berkata, telah menceritakan kepada kami, Anas bin Malik ra, bahwa Rasulullah saw. pernah mengikuti jenazah. Setelah melakukan shalat atasnya, beliau meminta untuk diambilkan sepotong kain lalu beliau membentangkannya di atas kuburnya seraya bersabda:

“Janganlah kamu sekalian melihat-lihat ke dalam kubur. Sesungguhnya jenazah itu amanat. Barangkali tali [kafan] terlepas, lalu seseorang melihat seekor ulara hitam yang melilit leher mayit. Sesungguhnya jenazah itu amanat. Barangkali mayit itu disuruh [disiksa] lalu terdengarlah suara rantai.” (Maudlu’: Abu Hadbah adalah pendusta, sebagaimana telah kami terangkan di atas, dan hadits ini disebutkan oleh Ibnul Jauzi dalam al-Maudluuat.)

Abdur Razaq telah menyebutkan dari Ibnu Juraij, dari asy-Sya’bi, dari seseorang, bahwa Sa’ad bin Malik berkata, “Nabi saw. pernah menyuruh ambilkan kain, lalu beliau menutupi [lubang] kubur ketika mengubur Sa’ad bin Mu’adz.”

Perawi berkata, “Kata Sa’ad, ‘Sesungguhnya Nabi saw. itu turun ke kubur Sa’ad bin Mu’adz dan menutupi [lubang] kubur dengan kain, dan aku termasuk orang yang memegang kain itu.” (isnadnya dlaif, di antaranya ada seorang perawi yang tidak disebut namanya)

HUKUM MEMBENTANGKAN KAIN DI ATAS KUBUR

Para ulama berbeda pendapat tentang masalah ini. Menurut Abdullah bin Yazid, Syuraih dan Ahmad bin Hambal, bahwa membentangkan kain di atas kubur oleh laki adalah makruh. Sedang untuk perempuan, Ahmad dan Ishaq memilih membentangkan kain padanya. Dan demikian pula kata para ulama Ahlu ra’yi. Bahkan menurut mereka, tidak membahayakan apabila hal itu dilakukan terhadap kubur lelaki.

Abu Tsaur berkata, “Tidak apa-apa hal itu dilakukan terhadap kubur lelaki maupun perempuan.”

Dan demikian pula menurut Imam asy-Syafi’i, menutupi kain pada kubur perempuan adalah lebih kuat daripada menutupkannya pada kubur lelaki. (demikian disebutkan oleh Mudzir)

“Menutupkan kain pada kubur lelaki maupun perempuan adalah dikarenakan adanya suatu alasan yang terdapat dalam hadits riwayat Anas, yaitu mengikuti apa yang telah dilakukan oleh Nabi saw. ketika menutupi Sa’ad bin Mu’adz. wallaaHu a’lam.

Salah seorang sahabat kami telah menceritakan kepada saya, bahwa dia pernah mendengar suara rantai ditarik di dalam kubur. Begitu pula berita yang disampaikan kepada saya oleh sahabat kami, al-Faqih al-Alim Syaikh ath-Thariqah Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Qushairi ra. bahwa ada seorang pejabat pemerintah meninggal di Konstantinopel. Maka digalilah kubur untuknya. Ketika orang-orang selesai menggali dan mayit akan dimasukkan ke dalam kubur, tiba-tiba ada seekor ular hitam di dalam kubur. Tentu saja mereka takut untuk memasukkan mayit itu ke dalamnya. Lalu mereka menggali kubur yang lain untuknya. Dan ketika mereka akan memasukkan mayit tadi ke dalam lubang kubur yang kedua itu, ternyata ular pun sudah ada di sana. Begitu seterusnya sampai 30 kubur yang mereka gali, namun ular tetap menghadang mereka pada setiap kubur yang akan dipakai untuk mayit. Tatkala mereka sudah kelelahan, mereka bertanya-tanya apa yang mesti mereka perbuat. Maka terdengarlah jawaban: “Kuburlah ia bersama ular itu.” Kita mohon kepada Allah atas keselamatan dan agar ditutupi cela kita di dunia dan akhirat. Aamiin..

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: