Teman Sejati Manusia

27 Jan

At-Tadzkirah; Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi;
Imam Syamsuddin al-Qurthubi

Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik ra. dia berkata, sabda Rasulullah saw:
“Mayit akan diantar sampai ke kuburnya oleh tiga hal, yang dua pulang [ke rumah], dan hanya satu yang tetap [bersamanya]. Yang mengantarnya ialah keluarganya, hartanya dan amalnya. Keluarga dan hartanya pulang, dan yang tetap [bersamanya] hanya amalnya.” (Shahih Al-Bukhari [6514] dan shahih Muslim [2960])

Abu Nu’aim meriwayatkan sebuah hadits dari Qatadah, dari Anas bin Malik ra, ia berkata: sabda Rasulullah saw.:

“Ada tujuh perkara yang pahalanya senantiasa mengalir untuk manusia setelah meninggalnya, meski ia ada di dalam kuburnya: orang yang mengajarkan ilmu, atau mengalirkan sungai, atau menggali sumur, atau menanam pohon kurma, atau membangun masjid, atau mewariskan mushaf, atau meninggalkan anak yang memohonkan ampun untuknya setelah meninggalnya.” (Shahih al-Jami’ [3602] karya al-Albani; hadits ini gharib dari Qatadah, karena Abu Nu’aim Abdurrahman bin Hani’ an-Nakha’i telah meriwayatkannya sendirian dari al-Zarami Muhammad bin Abdullah, dari Qatadah)

Diriwayatkan pula oleh Imam Abu Abdillah Muhammad bin Yazid bin Majah al-Quzwaini dalam Sunannya, dari az-Zuhri, dari Abdillah al-Aghur, dari Abu Hurairah ra, dia berkata, sabda Rasulullah saw.:

“Sesungguhnya di antara amal dan kebaikan yang didatangkan pahalanya kepada orang mukmin setelah meninggalnya ialah: ilmu yang dia ajarkan dan sebarkan, atau anak shalih yang ia tinggalkan, atau mushaf yang ia wariskan, atau masjid yang dia bangun, atau rumah bagi pengembara yang dia bangun, atau sungai yang dia alirkan, atau sedekah yang dia keluarkan dari hartanya semasa sehatnya. Semua itu akan menemui dia setelah kematiannya.” (Hasan; Ahkam al-Jami’ [224] karya al-Albani)

Menurut Abu Habdah Ibrahim bin Habdah, dari anas bin Malik ra, dia berkata: sabda Rasulullah saw:

“Sesungguhnya [jika] kamu benar-benar bersedekah untuk keluargamu yang telah meninggal dengan suatu sedekah, maka ada satu malaikat akan datang membawa sedekah itu dalam beberapa talam dari cahaya. Malaikat itu berdiri di ujung atas kubur seraya berseru, ‘Hai penghuni kubur yang terasing, keluargamu telah menghadiahkan hadiah ini kepadamu, maka terimalah.’
Lalu malaikat itu memasukkan hadiah itu ke dalam kuburnya, dan dilapangkanlah bagi mayit itu bagian-bagian dalam dari kuburnya dan diterangi. Maka mayit itu berkata, ‘Semoga Allah membalas dariku kepada keluargaku dengan balasan yang terbaik.’
Lalu berkatalah tetangga kubur itu, ‘Aku tidak meninggalkan anak atau seseorang yang mengingat aku sama sekali.’ Tetangga itu merasa sedih, sedangkan yang lain bergembira menerima [pahala] sedekah itu.’” (Maudlu’; Abu Hadbah adalah pendusta)

Dari kata Basyar bin Ghalib, “Saya pernah bermimpi melihat Rabi’ah al-Adawiyah. Saya memang sering mendoakannya. Di berkata kepadaku, ‘Hai Basyar, hadiah darimu datang kepada kami dalam talam-talam dari cahaya, ditutup sapu tangan dari sutera. Demikianlah hai Basyar, doa orang-orang mukmin yang masih hidup, apabila mereka mendoakan saudara-saudara mereka yang telah meninggal. Doa mereka dikabulkan seraya dikatakan, ‘Ini hadiah dari Fulan untukmu.’”

Di atas telah disebutkan keterangan mengenai ini, jadi cukuplah, alhamdulillah.

Sedang Ismail bin Rafi’ berkata, “Tidak ada seorang pun kerabat yang lebih erat hubungannya dengna kerabatnya, selain orang yang menghadiahkan [pahala] haji untuk kerabatnya, atau memerdekakan budak, atau sedekah.”

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: