Asal Mula Mengubur Mayat

28 Jan

At-Tadzkirah; Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi;
Imam Syamsuddin al-Qurthubi

Kata Qabr menunjukkan kata tunggal [mufrad], qubuur untuk banyak [jamak] dan aqbur untuk jamak qillah. Adapun tempat dihimpunnya kubur-kubur disebut maqbar [kuburan].

Orang berselisih pendapat, siapakah yang pertama-tama membuat kubur? Konon dia adalah burung gagak, ketika Qabil membunuh Habil. Dikatakan bahwa Qabil waktu itu sebenarnya sudah mengerti bagaimana cara mengubur saudaranya, tetapi ia membiarkannya tergeletak di padang terbuka, karena meremehkannya.

Maka Allah mengirimkan seekor burung gagak. Burung itu menggali-gali tanah untuk mengubur jasad Habil. Ketika itulah Habil berkata, “’Aduhai celaka aku, kenapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku kuburkan mayat saudaraku ini?’ Karena itu jadilah dia seorang di antara orang-orang yang menyesal.” (al-Maa-idah: 31)

Qabil menyesal, karena dia melihat penghormatan Allah kepada Habil dengan mendatangkan seekor burung gagak kebapanya untuk mengubur jasad Habil. Penyesalan itu bukanlah penyesalan taubat. Dan ada yang berpendapat bahwa penyesalan Qabil adalah karena merasa kehilangan saudaranya, bukan karena pembunuhan yang telah dilakukannya.

Ibnu Abbas ra berkata, “Andaikan penyesalan Qabil itu lantaran membunuhan yang dilakukannya, maka penyesalannya berarti taubat.”

Ada lagi yang mengatakan, bahwa setelah Qabil berhasil membunuh Habil, maka dia duduk menangis di sisi kepala saudaranya itu. Tiba-tiba datanglah dua ekor burung gagak yang berkelahi. Salah satunya berhasil membunuh yang lain. Lalu burung yang menang menggali lubang untuk yang kalah dan menguburkannya. Kemudian Qabil melakukan seperti itu terhadap saudaranya, perbuatan mana kemudian menjadi sunnah [tradisi] di kalangan Bani Adam untuk menguburkan mayat. Dalam al-Qur’an disebutkan yang artinya:

“Kemudian Allah mematikannya dan menguburnya.” (‘Abasa: 21)

Maksudnya, Allah Ta’ala membuat kubur yang menutupi jasadnya sebagai penghormatan terhadapnya. Allah Ta’ala tidak membiarkan mayat manusia tergeletak begitu saja di atas tanah lalu dimakan burung dan binatang-binatang pemakan bangkai. Demikian kata al-Farra’.

Adapun menurut Abu Ubaidah, “Allah menjadikan kubur untuk mayat manusia, dan menyuruh supaya mayat itu dikubur.” Dan dia katakan pula, tatkala Umar bin Hubairah membunuh Shalih bin Abdurrahman, maka berkatalah Bani Tamim saat menemui mayatnya, “Kami hendak mengubur Shalih.” Maka Umar berkata, “Ambillah dia.”

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: