Beberapa Golongan Lainnya yang Masuk Surga Tanpa Hisab

28 Jan

At-Tadzkirah; Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi;
Imam Syamsuddin al-Qurthubi

Hadits-hadits berikut menyebutkan bahwa mereka adalah orang yang penyantun, penyabar, pemberi maaf, tetangga Allah, yakni mereka yang saling berkunjung dan bergaul serta bertukar fikiran karena Allah. Dan yang lain ialah orang yang mengenal [ma’rifat] kepada Allah, orang yang gemar berbuat kebajikan, pemuji Allah, orang yang gemar melakukan shalat malam, orang yang gemar berdzikir tanpa terganggu oleh perdagangan, dan orang yang senantiasa patuh kepada Allah dan memelihara janji-Nya.

Abu Nu’aim menuturkan dari Ali bin al-Husain ra, dia berkata, “Apabila hari kiamat telah terjadi, ada penyeru yang menyerukan: ‘Mana di antara kamu sekalian yang mempunyai keutamaan?’ Maka berdirilah beberapa orang manusia, lalu dikatakan, ‘Pergilah ke surga.’

Kedatangan mereka disambut para malaikat seraya bertanya, ‘Hendak kemana kamu sekalian?’
‘Ke surga,’ jawab mereka. para malaikat bertanya, ‘Sebelum diadakan hisab?’ ‘Ya,’ jawab mereka. ‘Siapa kamu sekalian?’ tanya para malaikat pula, dan dijawab, ‘Kami adalah orang-orang yang mempunyai keutamaan.’
‘Apa keutamaanmu ?’
‘Dulu jika kami dianggap bodoh, kami bersikap santun. Jika dianiaya kami bersabar; dan jika disakiti kami memaafkan.’
‘Kalau begitu masuklah surga.’ Kata para malaikat, ‘Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.’’

Kemudian ada seruan lagi dari penyeru, ‘Berdirilah orang-orang yang sabar.’ Maka berdirilah beberapa orang manusia, mereka sedikit jumlahnya, lalu dikatakan kepada mereka, ‘Pergilah ke surga.’

Kedatangan mereka disambut para malaikat seraya ditanya seperti tadi, maka mereka menjawab, ‘Kami adalah orang-orang yang bersabar.’
‘Apa kesabaran kamu sekalian?’ tanya para malaikat, dan dijawab, ‘Kami menekan diri kami supaya tetap bersabar dalam mematuhi Allah, dan kami tekan diri supaya tetap bersabar dalam menghindari maksiat kepada Allah.’
‘Kalau begitu masuklah surga,’ kata para malaikat, ‘Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.’

Ali melanjutkan riwayatnya, “Kemudian, penyeru tadi menyerukan pula, ‘Berdirilah para tetangga Allah.’ Maka berdirilah beberapa orang, mereka juga sedikit jumlahnya, lalu dikatakan kepada mereka, ‘Pergilah ke surga.’

Kedatangan mereka juga disambut para malaikat seraya ditanya seperti tadi, yakni kata para malaikat, ‘Kenapa kamu sekalian mengaku bertetangga dengan Allah di negeri-Nya?’
Mereka menjawab, ‘Kami saling berkunjung dan bergaul karena Allah, dan saling bertukar fikiran karena Allah ‘Azza wa Jalla.’
‘Kalau begitu masuklah surga,’ kata para malaikat, ‘Itulah sebaik-baik pahala bagi orang-orang yang beramal.’”
(Hilyah al-Auliya’ [3/139])

Abu Nu’aim menyebutkan pula sebuah hadits dari Anas ra, dia berkata, Rasulullah saw. bersabda:

“Apabila Allah telah mengumpulkan umat-umat terdahulu dan umat-umat yang terakhir di suatu tanah lapang, maka ada penyeru yang menyeru di bawah ‘Arsy, ‘Manakah orang-orang yang ma’rifat [mengenal] Allah ? Mana orang-orang yang gemar berbuat kebajikan?’

Maka bangkitlah beberapa orang, hingga akhirnya mereka berdiri di hadapan Allah, maka Dia bertanya, meski sebenarnya Dia lebih tahu, ‘Siapakah kamu sekalian?’
Mereka menjawab, ‘Kami orang-orang yang mengenal Engkau, karena Engkau telah menjadikan kami kenal kepada-Mu, dan telah Engkau jadikan kami patut untuk mengenal-Mu.’
‘Kamu sekalian benar.’ Kata Allah, lalu Dia katakan pula, ‘Tidak ada alasan untuk membinasakan kamu sekalian. Masuklah ke surga dengan rahmat-Ku.’’

Setelah menceritakan seperti itu, Rasulullah saw. tersenyum dan berkata, “Sesungguhnya Allah benar-benar menyelamatkan mereka dari kengerian-kengerian hari kiamat.”

Kata Abu Nu’aim: “Jalur sanad ini baik, andaikan di dalamnya tidak ada al-Harits bin Mansur al-Warraq yang sering keliru.”

Menurut riwayat Ibnul Mubarak dari Ibnu Abbas ra, dia berkata: “Apabila hari kiamat telah terjadi, ada penyeru yang menyerukan, ‘Hari ini kamu sekalian akan mengetahui siapakah orang-orang yang mulia. Berdirilah orang-orang yang dahulu suka memuji Allah Ta’ala dalam segala keadaan.” Maka mereka pun berdiri, lalu diantarkan menuju surga.

Kemudian penyeru itu menyeru lagi, ‘Hari ini kamu sekalian akan mengetahui siapakah orang-orang mulia. Berdirilah orang-orang yang dahulu “Lambungnya jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepadanya.” (as-Sajdah: 16)
Maka merekapun berdiri lalu diantar menuju surga.

Kemudian penyeru itu menyerukan untuk ketiga kalinya, ‘Hari ini kamu sekalian akan mengetahui siapakah orang-orang yang mulia. Berdirilah orang-orang yang dahulu “tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak [pula] oleh jual beli dari mengingat Allah….” (an-Nuur: 37) maka merekapun diantarkan menuju surga.

Dan diriwayatkan pula, bahwa apabila hari kiamat telah terjadi, ada penyeru yang menyerukan, ‘Manakah hamba-hamba-Ku yang dahulu senantiasa taat kepada-Ku, dan tetap memelihara janji-Ku, meski dalam keadaan sendirian?’

Maka bangkitlah mereka, wajah mereka seperti bulan purnama atau bintang terang bagai mutiara. Mereka naik kendaraan dari cahaya. Kendalinya dari permata yaqut merah. Kendaraan itu terbang membawa mereka di atas kepala seluruh makhluk lainnya, sehingga akhirnya mereka berdiri di depan ‘Arsy. Maka Allah berkata kepada mereka, ‘Sejahtera atas hamba-hamba-Ku yang telah taat kepada-Ku, menjaga janji-Ku di kala sendirian. Aku telah memilih kamu sekalian, Aku telah mencintai kamu sekalian. Dan Aku telah mengutamakan kamu sekalian. Pergilah dan masuklah surga tanpa hisab. Tidak ada ketakutan atas kamu sekalian pada hari ini, dan tidak pula kamu sekalian bersedih hati.’ Mereka pun pergi melintasi shirath bagai kilat menyambar. Seluruh pintu surga dibukakan untuk mereka.

Sementara itu seluruh makhluk lainnya tetap tertahan di Mahsyar. Maka, sebagian mereka bertanya kepada sebagian yang lain, ‘Hai orang-orang, mana Fulan bin Fulan?’ ini terjadi ketika mereka saling bertanya sesamanya. Maka terdengarlah seorang penyeru menyerukan, “Sesungguhnya para penghuni para penghuni surga pada hari ini bersenang-senang dalam kesibukan [mereka].” (Yaasiin: 55)

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: