Dahsyatnya Permulaan Maut

28 Jan

At-Tadzkirah; Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi;
Imam Syamsuddin al-Qurthubi

Dalam pembahasan sebelumnya sudah disebutkan hadits dari Jabir bin Abdullah ra, dimana dia berkata, sabda Rasulullah saw:

“Jangan kamu sekalian menginginkan mati, karena kedahsyatan di awal kematian amatlah berat…” (Dlaif: as-Silsilah adl-Dlaifah [885], karya al-Albani [lihat hadits keempat dari bab Larangan Menginginkan Mati]. Namun dalam catatan kakinya dijelaskan bahwa hadits ini hasan, dari al-Bazzar diriwayatkan oleh Ahmad. Sedangkan dalam penjelasan lain, dikatakan bahwa hadits ini marfu’, dari al-Harits bin Abi Yazid, dari Jabir bin Abdillah, dalam Musnad Ahmad no 14037])

Ketika Umar bin al-Khaththab ra. ditikam, berkatalah seseorang kepadanya, “Sesungguhnya aku berharap kulitmu tidak tersentuh api neraka.” Umar pun menatap orang itu kemudian berkata, “Sesungguhnya orang yang kamu perdayakan benar-benar bisa terpedaya. Demi Allah, andaikan aku memiliki semua yang ada di muka bumi, niscaya aku jadikan tebusan, karena dahsyatnya permulaan maut.”

Abu Darda ra. berkata, “Ada tiga hal yang membuat aku tertawa, dan ada tiga hal yang membuatku menangis. Aku tertawa melihat orang yang mendambakan dunia, padahal ia dikejar kematian. Orang yang lalai padahal ia tidak pernah dilalaikan. Orang yang tertawa dengan makanan sepenuh mulutnya sedangkan dia tidak tahu apakah Allah meridlainya atau memurkainya.
Adapun yang membuatku menangis, ialah berpisah dengan para kekasih, yaitu Muhammad saw. dan para pengikutnya. Dan aku sedih memikirkan betapa dahsyatnya permulaan kematian ketika mengalami sakaratul maut. Dan bagaimana keadaanku ketika berdiri di hadapan Allah pada saat dimana hal-hal yang selama ini tersembunyi menjadi tampak, lalu tahu apakah ke surga atau ke neraka.”

Kata-kata tersebut diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak, dimana dia katakan: telah mengabarkan kepada kami, bukan hanya seorang, dari Mu’awiyah bin Qurrah, dia berkata: Abu Darda’ berkata, … [lalu dia sebutkan kata-kata itu].

Masih kata Abu Darda’, “Dan telah menceritakan kepada kammi, Muhammad, yang disampaikan oleh Anas bin Malik, dia berkata, ‘Tidakkah aku ceritakan kepada kalian semua, tentang dua hari dan dua malam, yang tiada taranya sepanjang yang pernah didengar oleh makhluk apa pun, yaitu hari pertama kali datangnya pembawa berita dari Allah Ta’ala kepadamu, apakah dia membawa kabar tentang ridla-Nya atau murka-Nya, dan hari dihadapkannya kamu kehadirat Tuhanmu sambil mengambil buku catatan amalmu, apakah dengan tangan kanan ataukah dengan tangan kirimu; malam pertama mayit menginap dalam kubur, yang sebelumnya sama sekali belum pernah menginap di sana, dan malam yang esok harinya disusul dengan hari kiamat.” &

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: