Hakekat Tanah Suci

28 Jan

At-Tadzkirah; Bekal Menghadapi Kehidupan Abadi;
Imam Syamsuddin al-Qurthubi

Para ulama kita berkata: Sebenarnya tanah manapun tidak ada mensucikan dan membersihkan seseorang. Yang bisa membersihkannya dari daki dan dosa-dosa tikda lain adalah taubat nashuha disertai amal-amal shalih.

Adapun jika dikatakan bahwa ada pembersihan dosa yang berhubungan dengan suatu tempat tertentu, yang dimaksud adalah apabila seseorang beramal shalih di tempat tertentu, maka amalnya akan dilipat gandakan pahalanya –karena kemuliaan tempat itu- sekian kali lipat sehingga dapat menghapus kesalahan-kesalahannya, memberatkan timbangan amal baiknya, dan memasukkannya ke dalam surga.

Demikian pula halnya pembersih dosa, apabila seseorang mati di sana, lantaran mengikuti jejak orang shalih, bukan berarti tanah itu sendiri yang membersihkannya sejak semula, sama sekali tidak.

Malik telah meriwayatkan dari Hisyam bin Urwah, dari ayahnya, dia berkata, “Aku tidak ingin dikubur di al-Baqi’. Aku lebih suka dikubur di tempat lain.” Lalu dia jelaskan alasannya, dia katakan, “Karena aku khawatir, gara-gara saya maka tulang-tulang seorang shalih digali, atau malah bertetangga dengan seorang jahat.” (Shahih Mauquf: Muwaththa’ [Kitab al-Jana’iz. Bab Maa Jaa-a fii Dafn al-Mayyit [536])

Ketentuan ini berlaku pada tanah mana saja, semuanya sama. Dan dengan demikian, berarti anjuran mengubur mayit di Tanah Suci bukan hal yang disepakati semua ulama. Bahkan terkadang seseorang lebih baik dikubur di dekat kerabatnya, saudara-saudaranya atau tetangganya, bukan karena keutamaan ataupun derajat tanah pekuburan itu sendiri.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: