Amtsaalul Qur’an

6 Mar

Ilmu Al-Qur’an (‘Ulumul Qur’an)
Studi Ilmu-ilmu Al-qur’an; Mannaa’ Khaliil al-Qattaan

Hakekat-hakekat yang tinggi makna dan tujuannya akan lebih menarik jika dituangkan dalam kerangka ucapan yang baik dan mendekatkan pada pemahaman, melalui analogi dengan sesuatu yang telah diketahui secara yakin.

Tamsiil [membuat permisalan, perumpamaan] merupakan kerangka yang dapat menampilkan makna-makna dalam bentuk yang hidup dan mantap di dalam fikiran, dengan cara menyerupakan sesuatu yang ghaib dengan yang hadir, yang abstrak dengan yang konkrit, dan dengan menganalogikan sesuatu dengan hal yang serupa.

Betapa banyak makna yang baik, dijadikan lebih indah, menarik dan mempesona oleh tamsil. Karena itulah maka tamsiil lebih dapat mendorong jiwa untuk menerima makna yang dimaksud dan membuat akal merasa puas dengannya. Dan tamsiil adalah salah satu uslub al-Qur’an dalam mengungkapkan berbagai penjelasan dan segi-segi kemukjizatannya.

Di antara para ulama ada sejumlah orang menulis sebuah kitab yang secara khusus membahas perumpamaan-perumpamaan [amtsaal] dalam al-Qur’an, dan ada pula yang hanya membuat satu bab mengenainya dalam salah satu kitab-kitabnya. Kelompok pertama misalnya Abul Hasan al-Mawardi. Sedangkan kelompok kedua, antara lain, Suyuti dalam al-Itqaan dan Ibnul Qayyim dalam A’laamul Muwaqqi’iin.

Bila kita meneliti amtsaal dalam al-Qur’an yang mengandung penyerupaan [tasybiih] sesuatu dengan hal serupa lainnya dan penyamaan antara keduanya dalam hukum, maka amtsaal demikian mencapai jumlah lebih dari empat puluh buah.

Allah mengemukakan dalam Kitab-Nya yang mulia bahwa Dia membuat sejumlah amtsaal, misalnya:

“Dan perumpamaan-perumpamaan itu dibuat-Nya untuk manusia supaya mereka berfikir.” (al-Hasyr: 21)

“Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia; dan tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu.” (al-Ankabuut: 43)

“Dan sungguh Kami telah membuat bagi manusia di dalam al-Qur’an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka mendapat pelajaran.” (az-Zumar: 27)

Dari Ali diriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah menurunkan al-Qur’an sebagai perintah dan larangan, tradisi yang telah lalu dan perumpamaan yang dibuat.” (HR Tirmidzi)

Sebagaimana para ulama menaruh perhatian bersar terhadap amtsaal al-Qur’aan, mereka menaruh perhatian pula terhadap amtsaal yang dibuat oleh Nabi. Abu ‘Isa at-Tirmidzi telah membuat satu bab berisi amtsaal Nabi dalam kitab Jami’-nya, yang memuat 40 hadits.

Qadi Abu Bakar ibnul ‘Arabi berkata: “Aku tidak melihat di antara para ahli hadits, seseorang yang menulis satu bab khusus tentang amtsaal Nabi selain Abu ‘Isa. Sungguh sangat mengagumkan ia. Ia telah membuka sebuah pintu dan membangun sebuah istana atau rumah. Sekalipun ia menulisnya hanya sedikit, namun kita merasa puas dan patut berterimakasih kepadanya.”

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: