Beberapa ayat turun mengenai satu orang

6 Mar

Ilmu Al-Qur’an (‘Ulumul Qur’an)
Studi Ilmu-ilmu Al-qur’an; Mannaa’ Khaliil al-Qattaan

Terkadang seorang shahabat mengalami peristiwa lebih dari satu kali, dan al-Qur’an pun turun mengenai setiap peristiwanya. Karena itu banyak ayat yang turun mengenainya sesuai dengan banyaknya peristiwa yang terjadi.

Misalnya apa yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab “al-Adabul Mufrad” tentang berbakti kepada kedua orang tua. Dari Sa’ad bin Abi Waqash yang mengatakan: “Ada empat ayat al-Qur’an turun berkenaan denganku. Pertama ketika ibuku bersumpah bahwa ia tidak akan makan dan minum sebelum aku meninggalkan Muhammad; lalu Allah menurunkan: ‘

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS Luqman: 15)

Kedua, ketika aku mengambil sebilah pedang dan mengaguminya, maka aku berkata kepada Rasulullah saw. “Ya Rasulallah, berikanlah kepadaku pedang ini.” Maka turunlah ayat: “Mereka bertanya kepadamu tentang pembagian harta rampasan perang.” (al-Anfaal: 1)

Ketiga, ketika aku sedang sakit Rasulullah saw. mengunjungiku, aku bertanya kepada beliau: “Ya Rasulallah, aku ingin membagikan hartaku, bolehkah aku mewasiatkan separuhnya?” Beliau menjawab, “Tidak.” Aku bertanya, “Bagaimana kalau sepertiga?” Rasulullah saw. diam. Maka wasiat dengan sepertiga itu diperbolehkan.

Berkenaan dengan wasiat, telah turun firman Allah: “Diwajibkan atas kamu, apabila seseorang di antara kamu kedatangan tanda-tanda maut, jika ia meninggalkan harta yang banyak, berwasiat untuk ibu bapak dan kaum kerabatnya…” (”al-Baqarah: 180) sedang keterangan tegas mengenai turunnya ayat ini tidak terdapat dalam hadits.

Keempat, ketika aku sedang minum minuman keras [khamr] bersama kaum Anshar, seorang dari mereka memukul hidungku dengan tulang rahang unta. Lalu aku datang kepada Rasulullah saw. maka Allah ‘Azza wa Jalla menurunkan larangan minum khamr.”

Dan termasuk dalam kategori ini [yakni, banyaknya ayat yang turun mengenai satu orang] ialah muwafaqah atau kebersesuaian kehendak /sikap Umar bin al-Khaththab dengan wahyu. Dalam hal ini telah turun wahyu yang sesuai dengan pandangannya dalam banyak ayat.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: