Muqsam BiHi dalam al-Qur’an

6 Mar

Ilmu Al-Qur’an (‘Ulumul Qur’an)
Studi Ilmu-ilmu Al-qur’an; Mannaa’ Khaliil al-Qattaan

Allah bersumpah dengan Dzat-Nya yang qudus yang mempunyai sifat-sifat khusus, atau dengan ayat-ayat-Nya yang memantapkan eksistensi dan sifat-sifat-Nya. Dan sumpah-Nya dengan sebagian makhluk menunjukkan bahwa makhluk itu termasuk salah satu ayat-Nya yang besar.

Allah bersumpah dengan Dzat-Nya sendiri dalam al-Qur’an pada tujuh tempat:

1. “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: ‘Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan,..’” (at-Taghaabun: 7)

2. “Dan orang-orang yang kafir berkata: ‘Hari berbangkit itu tidak akan datang kepada kami”. Katakanlah: ‘Pasti datang, demi Tuhanku yang mengetahui yang ghaib, Sesungguhnya kiamat itu pasti akan datang kepadamu.’” (Saba’: 3)

3. “Dan mereka menanyakan kepadamu: ‘Benarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah: Ya, demi Tuhanku, Sesungguhnya azab itu adalah benar..’” (Yunus: 53)

Dalam ketiga ayat ini, Allah memerintahkan Nabi agar bersumpah dengan Dzat-Nya:

4. “Demi Tuhanmu, Sesungguhnya akan Kami bangkitkan mereka bersama syaitan,” (Maryam: 68)

5. “Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua,” (al-Hijr: 92)

6. “Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan,” (an-Nisaa’: 65)

7. “Maka aku bersumpah dengan Tuhan yang memiliki timur dan barat, Sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.” (al-Ma’aarij: 40)

Selain ketujuh tempat ini semua sumpah dalam al-Qur’an adalah dengan makhluk-Nya. Misalnya:

“Demi matahari dan cahayanya di pagi hari, dan bulan apabila mengiringinya, dan siang apabila menampakkannya, dan malam apabila menutupinya, dan langit serta pembinaannya, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),” (asy-Syams: 1-7)

“Demi waktu matahari sepenggalahan naik, dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu.” (al-Lail: 1-3)

“Demi fajar, dan malam yang sepuluh, dan yang genap dan yang ganjil, dan malam bila berlalu.” (al-Fajr: 1-4)

“Sungguh, aku bersumpah dengan bintang-bintang,” (at-Takwir: 15)

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai,” (at-Tiin: 1-2)

Sumpah dengan makhluk-Nya inilah yang paling banyak dalam al-Qur’an. Allah dapat saja bersumpah dengan apa yang Dia kehendaki. Akan tetapi sumpah manusia dengan selain Allah merupakan salah satu bentuk kemusyrikan.

Dari Umar bin al-Khaththab ra. diceritakan, Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan selain [nama] Allah, maka ia telah kafir atau telah mempersekutukan [Allah].” (HR Tirmidzi yang menilainya hadits hasan, dan dinilai shahih oleh Hakim)

Allah bersumpah dengan makhluk-Nya, karena makhluk itu menunjukkan Penciptanya, yaitu Allah, di samping menunjukkan pula akan keutamaan dan kemanfaatan makhluk tersebut, agar dijadikan pelajaran bagi manusia.

Dari al-Hasan diriwayatkan, ia berkata: “Allah boleh bersumpah dengan makhluk yang dikehendaki-Nya. Namun tidak boleh bagi seorang pun bersumpah kecuali dengan [nama] Allah.” (Dikeluarkan oleh Ibn Abi Hatim)

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: