Penurunan ayat lebih dahulu daripada hukumnya

6 Mar

Ilmu Al-Qur’an (‘Ulumul Qur’an)
Studi Ilmu-ilmu Al-qur’an; Mannaa’ Khaliil al-Qattaan

Az-Zarkasyi mengemukakan satu macam pembahasan yang berhubungan dengan sebab nuzul yang dinamakan “Penurunan ayat lebih dahulu daripada hukum [maksud]nya.” contoh yang diberikannya dalam hal ini tidaklah menunjukkan bahwa ayat itu turun mengenai hukum tertentu, kemudian pengamalannya datang sesudahnya. Tetapi hal tersebut menunjukkan bahwa ayat itu diturunkan dengan lafadz mujmal [umum], yang mengandung arti lebih dari satu, kemudian penafsiarannya dihubungkan dengan salah satu arti-arti tersebut, sehingga ayat tadi mengacu pada hukum yang datang kemudian.

Dalam al-Burhaan disebutkan: “Ketahuilah bahwa nuzul atau penurunan sesuatu ayat itu terkadang mendahului hukum. Misalnya firman Allah: ‘Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri [dengan beriman].’ (al-A’la: 14)

Ayat tersebut dijadikan dalil untuk zakat fitrah. Diriwayatkan oleh Baihaqi dengan diisnadkan kepada Ibn Umar, bahwa ayat ini turun berkenaan dengan zakat Ramadhan [zakat fitrah]; kemudian dengan isnad yang marfu’ Baihaqi meriwayatkan pula keterangan yang sama. Sebagian dari mereka berkata: Aku tidak mengerti maksud penakwilan yang seperti ini, sebab surah itu Makki, sedang di Makkah belum ada Idul Fitri dan zakat.”

Dalam menafsirkan ayat tersebut, Baghawi menjawab bahwa nuzul itu boleh saja mendahului hukumnya, seperti firman Allah: “Aku benar-benar bersumpah dengan kota ini; dan kamu [Muhammad] bertempat di kota ini.” (al-Balad: 1-2) surah ini Makki, dan bertempatnya di Makkah ini baru terealisasi sesudah penaklukan kota Makkah, sehingga Rasulullah saw. bersabda, “Aku menempatinya pada siang hari.” (Dari hadits Bukhari dan Muslim).

Demikian pula ayat yang turun di Makkah, yakni: “Golongan itu pasti akan dikalahkan dan akan mundur ke belakang.” (al-Qamar: 45). Umar bin Khaththab mengatakan: “Aku tidak mengerti golongan mana yang akan dikalahkan itu. Namun ketika terjadi perang Badar, aku melihat Rasulullah saw. berkata: ‘Golongan itu pasti akan dikalahkan dan akan mundur ke belakang.”

Kita melihat pada apa yang dikemukakan pengarang al-Burhaan bahwa bentuk redaksi sebab nuzul itu mungkin menunjukkan sebab dan mungkin pula menunjukkan hukum-hukum yang dikandung oleh ayat: “Telah diriwayatkan oleh Baihaqi dengan diisnadkan kepada Ibn Umar bahwa ayat di atas tadi turun mengenai zakat Ramadhan.” Dan ayat-ayat yang disebutkannya bersifat mujmal, mengandung lebih dari satu makna, atau dengan bentuk bahasa pemberitahuan tentang apa yang akan terjadi di masa datang, “Golongan itu pasti akan dikalahkan dan akan mundur ke belakang.” (al-Qamar: 45).

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: