Membuat Amtsaal dengan Al-Qur’an

9 Mar

Ilmu Al-Qur’an (‘Ulumul Qur’an)
Studi Ilmu-ilmu Al-qur’an; Mannaa’ Khaliil al-Qattaan

Telah menjadi tradisi para sastrawan, menggunakan amtsaal di tempat-tempat yang kondisinya seupa atau sesuai dengan isi amtsaal tersebut. Jika hal demikian dibenarkan dalam ucapan-ucapan manusia yang telah berlaku sebagai matsal, maka para ulama tidak menyukai menggunakan ayat-ayat al-Qur’an sebagai matsal. Mereka tidak memandang perlu bahwa orang harus membacakan suatu ayat amtsal dalam Kitabullah ketika ia menghadapi suatu urusan duniawi. Hal ini demi menjaga keagungan al-Qur’an dan kedudukannya dalam jiwa orang-orang mukmin.

Abu ‘Ubaid berkata: “Demikianlah, seseorang yang ingin bertemu dengan shahabatnya atau ada kepentingan dengannya, tiba-tiba shahabat itu datang tanpa diminta, maka ia berkata kepadanya secara humor: ‘Kamu datang menurut waktu yang telah ditetapkan wahai Musa,’ (ThaaHaa: 40) Perbuatan demikian merupakan penghinaan terhadap al-Qur’an.”

Ibn Syihab az-Zuhri berkata, “Janganlah kamu menyerupakan [sesuatu] dengan Kitabullah dan sunnah Rasulullah.” Maksudnya, kata Abu ‘Ubaid, janganlah kamu menjadikan bagi keduanya sesuatu perumpamaan, baik berupa ucapan maupun perbuatan.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: