Lafadz La’allaa dan ‘Asaa

13 Mar

Ilmu Al-Qur’an (‘Ulumul Qur’an)
Studi Ilmu-ilmu Al-qur’an; Mannaa’ Khaliil al-Qattaan

“La’allaa” dan “’asaa” digunakan untuk makna ar-rajaa’ [harapan] tama’ [keinginan] dan perkataan sesama manusia jika mereka meragukan beberapa hal yang mungkin tetapi tidak dapat memastikan mana yang terjadi di antaranya. Dan jika dihubungkan dengan atau digunakan dalam firman Allah, maka dalam hal ini ada beberapa pendapat:

1. Menunjukkan sesuatu hal yang sudah dan pasti terjadi, sebab penisbatan segala sesuatu kepada Allah adalah penisbatan yang mengandung kepastian dan keyakinan.

2. Menunjukkan makna harapan sebagaimana arti aslinya, tetapi hal ini jika dilihat dari sudut “mukhtab” [lawan bicara, dalam hal ini manusia].

3. Di banyak tempat kedua lafadz itu menunjukkan ta’lil [alasan], seperti dalam ayat:
‘asaa ay yab’atsaka rabbuka maqaamam mahmuudan (al-Israa’: 79) dan:
Fat taqullaaHa yaa ulil albaabi la’allakum tuflihuun (al-Maa-idah: 100)

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: