Membantu Kawan

1 Mei

Riyadhush shalihin, Imam Nawawi,
Akhlak dan Tuntunan Kaum Muslimin

Dalam bab ini ada beberapa Hadis yang banyak sekali dan sudah terdahulu uraiannya, seperti Hadis – yang artinya: “Dan Allah itu selalu memberikan pertolongan kepada hambaNya, selama hamba itu memberikan pertolongan kepada saudaranya,” – dan juga seperti Hadis – yang artinya: “Setiap perbuatan baik itu adalah sedekah,” – dan Iain-lain Hadis yang menyerupainya.

Dari Abu Said al-Khudri r.a., katanya: “Pada suatu ketika ;kita sedang bepergian, tiba-tiba datanglah seorang lelaki yang naik di atas kendaraannya,lalu ia menolehkan pandangannya kesebelah kanan dan kiri. Kemudian Rasulullah s.a.w. bersabda: “Barangsiapa yang kelebihan kendaraan, maka hendaklah mempereratkan persaudaraan kepada orang yang tidak mempunyai kendaraan dan barangsiapa yang mempunyai kelebihan bekal, maka hendaklah ra mempereratkan persaudaraan kepada orang yang tidak mempunyai bekal lagi.” Selanjutnya beliau s.a.w. menyebutkan berbagai macam harta sekehendak yang beliau sebutkan, sehingga kita semua meyakinkan bahwasanya siapapun juga di kalangan kita itu tidak mempunyai hak terhadap apa-apa yang sudah kelebihan dari yang diperlukan. (Riwayat Muslim)

Dari Jabir r.a. dari Rasulullah s.a.w. bahwasanya beliau sa.w. hendak berangkat berperang, lalu bersabda: “Hai sekalian kaum Muhajirin dan Anshar, sesungguhnya di antara saudara-saudaramu ini ada suatu kaum yang mereka itu tidak mempunyai harta dan pula tidak mempunyai keluarga, maka dari itu Seseorang di antara engkau semua hendaklah menggabungkan pada dirinya dua orang atau tiga orang lagi – maksudnya yang tidak mampu itu diberi segala pembiayaannya dalam peperangan. Maka tiada seorangpun dari kita yang mempunyai kendaraan yang dapat digunakan untuk membawanya – yakni untuk kenaikannya dalam perjalanan, melainkan sama gilirannya seperti giliran yang lain – jadi kalau yang mempunyai kendaraan itu naik selama sejam, maka orang miskin yang digabungkan itupun dapat menaiki selama sejam pula. Jabir berkata: “Saya menggabungkan pada diriku sebanyak dua atau tiga orang. Jadi gilirannya naik untaku tiada lain kecuali sama antara giliran yang satu dengan orang lain. (Riwayat Abu Dawud)

Dari Jabir r.a. pula, katanya: “Rasulullah s.a.w. selalu membelakang di waktu dalam perjalanan, maka beliau membimbing orang yang lemah dan menaikkan di belakangnya – dalam kendaraan yang dinaikinya, juga mendoakan padanya.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad hasan.

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: