Tafsir Ibnu Katsir Surah At-Taubah / Al-Bara’ah ayat 94-96

29 Jun

Tafsir Al-Qur’an Surah At-Taubah (Pengampunan)
Surah Madaniyyah; surah ke 9: 129 ayat

tulisan arab alquran surat at taubah ayat 94-96“Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan ‘udzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: ‘Janganlah kamu mengemukakan ‘udzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami, beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Allah memberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.’ (QS. 9:94) Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada meraka, supaya kamu berpaling dari mereka. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis, dan tempat mereka adalah Jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. 9:95) Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha terhadap mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu. (QS. 9:96)” (at-Taubah / al-Baraah: 94-96)

Allah memberitahukan tentang keadaan orang-orang munafik, di mana jika Rasulullah saw. dan kaum muslimin kembali ke Madinah, niscaya orang-oorang munafik itu akan menyampaikan udzur mereka.

Qul laa ta’tadziruu lan nu’mina lakum (“Katakanlah: ‘Janganlah kalian mengemukakan udzur, kami tidak percaya lagi kepada kalian.’”) Yakni, kami tidak akan pernah percaya kepada kalian. Qad nabba-annallaaHu min akhbaarikum (“Karena sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami berita kalian yang sebenarnya.”) Artinya, Allah Ta’ala telah memberitahukan kepada kami semua keadaan kalian.

Wa sayarallaaHu ‘amalakum wa rasuuluHu (“Allah dan Rasul-Nya akan melihat pekerjaan kalian.”) Maksudnya, Allah akan memperlihatkan amal perbuatan kalian di dunia kepada umat manusia.
Tsumma turadduuna ilaa ‘aalimil ghaibi wasy-syaHaadati fa yunabbi-ukum bimaa kuntum ta’maluun (“Kemudian kalian akan dikembalikan kepada yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata. Lalu Allah memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan.”)

Yakni, Allah akan memberitahukan kepada kalian semua amal perbuatan kalian, baik maupun buruknya, serta akan memberikan balasan atas semua perbuatan tersebut. Selanjutnya, Allah memberitahukan bahwa orang-orang munafik itu akan bersumpah kepada kalian sambil menyampaikan udzur mereka supaya kalian merelakan mereka. Maka berpalinglah kalian dari mereka dengan memandang hina terhadap mereka. Karena sesungguhnya mereka itu kotor lagi najis dalam bathin dan keyakinan mereka. Di akhirat kelak, tempat kembali mereka adalah Jahannam, sebagai balasan atas apa yang pernah mereka kerjakan, berupa perbuatan dosa dan kesalahan.

Lebih lanjut Allah A memberitahukan, bahwa apabila Rasulullah dan orang-orang yang beriman meridhai sumpah mereka: fa innallaaHa laa yardlaa ‘anil qaumil faasiqiin (“Maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.”) Yaitu, orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Al-fisqu berarti keluar. Bertolak dari kata tersebut, maka tikus itu disebut sebagai fuwaisiqah, karena keluarnya ia dari tempat persembunyiannya untuk melakukan pengrusakan. Darinya pula dikatakan, fasaqat ar-ruthbah yang berarti jika kurma itu telah copot dari tandanannya, rusaklah ia (fasik).

&

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: