Fiqih Sunnah 1


Fiqih Sunnah; Sayyid Sabiq

fiqih sunnah 1fiqih sunnah 3    fiqih sunnah 2

THAHARAH
Air mutlak
Air musta’mal, yang terpakai
Air yang bercampur dengan barang suci
Air yang bernajis
Sisa minuman manusia
Sisa minuman binatang yang dimakan dagingnya
Sisa minuman bagal, keledai serta burung buas
Sisa minuman kucing
Sisa minuman anjing dan babi

AN-NAJASAH (PERIHAL NAJIS)
Pengertian
Macam-macam najis
1. Bangkai
2. Darah
3. Daging babi
4. Muntah
5. Kencing
6. Kotoran manusia
7. Wadi
8. Madzi
9. Mani
10. Kencing dan tahi binatang yang tidak dimakan dagingnya
11. Binatang jallalah
12. Khamar atau arak
13. Anjing
Menyucikan badan dan pakaian
Menyucikan tanah
Membersihkan mentega dan lain-lain
Menyucikan kulit binatang
Menyucikan cermin dan lain-lain
Menyucikan terompah
Beberapa keterangan yang sering diperlukan
Qadhaul hajah: buang air
Sunah-sunah fitrah:
1. Berkhitan
2. Mencukur bulu kemaluan
3. Mencabut bulu ketiak
4. Memotong kuku
5. Memendekkan kumis atau memanjangkannya
6. Memanjangkan jenggot dan memangkasnya
7. Merapikan rambut
8. Membiarkan uban dan tidak mencabutnya
9. Mencelup membiarkan uban dengan inai
10. Berharum-haruman dengan kasturi dan minyak wangi lainnya

WUDLU
Dalil disyari’atkannya wudlu
Keistimewaan wudlu
Fardlu-fadlu wudlu:
1. Niat
2. Membasuh muka satu kali
3. Membasuh kedua tangan sampai kedua siku
4. Menyapu kepala
5. Membasuh kedua kaki serta kedua mata kaki
6. Tertib, berurutan
Sunah-sunah wudlu:
1. Membaca basmalah
2. Menggosok gigi atau siwak
3. Mencuci kedua telapak tangan
4. Berkumur-kumur
5. Memasukkan air ke hidung
6. Menyilang-nyilangi jenggot
7. Menyilang-nyilangi anak-anak jari
8. Membasuh tiga-tiga kali
9. Tayamum
10. Menggosok
11. Muwalat
12. Menyapu kedua telinga
13. Memanjangkan cahaya
14. Sederhana, tidak boros memakai air
15. Berdoa sementara wudlu
16. Berdoa setelah wudlu
17. Shalat setelah wudlu
Makruh-makruh dalam wudlu
Yang membatalkan wudlu:
1. Setiap yang keluar dari salah satu jalan
2. Tidur nyenyak
3. Hilang akal
4. Menyentuh kemaluan
Hal-hal yang tidak membatalkan wudlu:
1. Menyentuh perempuan
2. Keluar darah
3. Muntah
4. Memakan daging unta
5. Kebimbangan orang yang telah berwudlu
6. Gelak tawa
7. Memandikan jenazah
Hal-hal yang wajib berwudlu terlebih dahulu:
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh mushaf
Hal-hal yang sebelumnya disunahkan berwudlu:
1. Berdzikir kepada Allah
2. Ketika hendak tidur
3. Berwudlu bagi orang junub
4. Disunahkan sebelum mandi
5. Setelah memakan apa yang disentuh olah api
6. Memperbarui wudlu
BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM WUDLU

MENYAPU SEPATU
1. Alasan disyariatkan menyapu sepatu
2. Menyapu kaus kaki
3. Syarat-syarat menyapu sepatu dan sejenisnya
4. Tempat menyapu
5. Lama berlakunya
6. Cara menyapu
7. Hal-hal yang membatalkan

MANDI
Yang mewajibkan mandi
1. Keluar air mani
2. Hubungan kelamin
3. Terhentinya haid dan nifas
4. Mati
5. Bila orang kafir masuk Islam
Hal-hal yang terlarang bagi orang junub
1. Shalat
2. Thawaf
3. Menyentuh mushaf al-Qur’an dan membawanya
4. Membaca al-Qur’an
5. Menetap di masjid
Mandi-mandi yang disunahkan
1. Mandi Jum’at
2. Mandi pada dua hari raya
3. Mandi setelah Memandikan jenazah
4. Mandi ihram
5. Mandi ketika hendak memasuki kota Makkah
6. Mandi ketika hendak wukuf di ‘Arafah
Rukun-rukun mandi
1. Berniat
2. Membasuh seluruh anggota tubuh
Sunah-sunah mandi
Mandi bagi wanita
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mandi

TAYAMUM
1. Batasan tayamum
2. Dalil disyariatkannya tayamum
3. Khususnya tayamum bagi umat Muhammad
4. Sebab-sebab disyariatkannya
5. Sebab-sebab yang membolehkannya
6. Tanah yang digunakan untuk tayamum
7. Kaifiat atau tata cara tayamum
8. Hal-hal yang dibolehkan dengan tayamum
9. Yang membatalkan tayamum
Menyapu bantalan dan pembalut
Disyariatkannya menyapu bantalan dan pembalut
Hukum menyapu
Saat diwajibkannya menyapu
Yang membatalkan sapuan
Shalat bagi orang yang tidak menemukan kedua alat bersuci

HAID
1. Batasannya
2. Waktunya
3. Warnanya
4. Lama haid
5. Jangka waktu di antara dua haid

NIFAS
1. Batasan nifas
2. Jangka waktu nifas
3. Hal-hal yang dilarang bagi wanita haid dan nifas

ISTIHADHAH
Batasan istihadhah
Keadaan orang yang istihadhah
Hukum-hukum wanita isthihadhah

SHALAT
Kedudukan shalat dalam Islam
Hukum meninggalkan shalat
Pendapat beberapa ulama tentang shalat
Suatu perdebatan mengenai orang yang meninggalkan shalat
Atas siapa shalat diwajibkan
Shalat anak-anak
Bilangan shalat fardlu
Waktu-waktu shalat fardlu
Waktu shalat Dhuhur
Batas pengunduran
Waktu shalat ‘Ashar
Waktu ikhtiar dan waktu dimakruhkan
Pentingnya menyegerakannya pada hari mendung
Shalat ‘Ashar merupakan shalat wustha’ artinya pertengahan
Waktu shalat Maghrib
Waktu shalat ‘Isya
Disunahkannya mentakhir shalat ‘Isya dari awal waktunya
Tidur sebelumnya dan bercakap-cakap sesudahnya
Waktu shalat shubuh
Mendapatkan satu rakaat pada waktunya
Tertidur atau lupa melalukan shalat
Waktu-waktu yang dilarang melakukan shalat
Shalat sunat tathawu’
Shalat sunah sewaktu qomat
Shalat setelah shalat Shubuh dan Ashar

ADZAN
1. Maksud adzan
2. Keutamaan adzan
3. Sebab-sebab disyariatkan adzan
4. Tata cara adzan
5. Tatswib
6. Tata cara iqamat
7. Dzikir ketika adzan
8. Berdoa setelah adzan
9. Dzikir ketika iqamat
10. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh muadzin
11. Adzan pada awal waktu dan sebelumnya
12. Memisah di antara adzan dan iqamat
13. Yang adzan dialah yang iqamat
14. Bilakah orang bangkit hendak shalat
15. Keluar masjid setelah adzan
16. Adzan dan iqamat bagi shalat yang luput
17. Adzan dan iqamat bagi wanita
18. Masuk ke masjid dimana telah dilakukan shalat
19. Terpisahnya qamat dan shalat
20. Adzan dan muadzin yang tidak diangkat
21. Hal-hal yang ditambahkan kepada adzan dan tidak termasuk di dalamnya

SYARAT-SYARAT SHALAT
1. Mengetahui tentang masuknya waktu
2. Suci dari hadats kecil dan hadats besar
3. Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis yang kelihatan, bila itu mungkin
4. Menutup aurat
Pakaian yang Wajib – Sunah Dipakai ketika Shalat
a. Batas aurat Laki-laki
b. Batas aurat Perempuan

5. Mengadap kiblat
– Hukum Orang Shalat yang Menyaksikan Ka’bah dan yang Tidak Menyaksikannya

KAIFIAT ATAU TATA CARA SHALAT

FARDLU-FARDLU SHALAT
1. Niat
2. Takbiratul ihram
3. Berdiri pada shalat fardlu
4. Membaca al-Faatihah
5. Rukuk
6. Bangkit dari rukuk dan berdiri lurus [i’tidal] dengan tuma’ninah
7. Sujud
8. Duduk yang akhir sambil membaca tasyahud
9. Memberi salam

SUNAH-SUNAH SHALAT
1. Mengangkat kedua belah tangan
2. Menaruh tangan kanan di atas tangan kiri
3. Tawajjuh atau doa iftitah
4. Isti’adzah
5. Membaca amiin
6. Membaca al-Qur’an setelah al-Faatihah
7. Membaca takbir waktu berpindah
8. Tata cara rukuk
9. Bacaan sewaktu rukuk
10. Bacaan sewaktu bangkit dari rukuk dan ketika i’tidal
11. Cara turun ke bawah untuk sujud dan cara bangkit
12. Tata cara sujud
13. Jangka waktu sujud dan bacaan-bacaannya
14. Tata cara duduk di antara dua sujud
15. Duduk beristirahat
16. Tata tertib duduk waktu tasyahud
17. Tasyahud pertama
18. Shalawat Nabi saw.
19. Doa setelah tasyahud akhir dan sebelum salam
20. Dzikir dan doa setelah memberi salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: