Tag Archives: 215

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Baqarah ayat 215

13 Apr

Tafsir Ibnu Katsir Surat Al-Baqarah
Surat Madaniyyah; Surat Ke-2 : 286 ayat

tulisan arab surat albaqarah ayat 215“Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: ‘Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’ Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Mahamengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 215)

Muqatil bin Hayyan mengatakan: “Ayat ini berkenaan dengan nafkah tathawwu’ (sunnah).”
As-Suddi mengemukakan: “Nafkah ini telah dinasakh (dihapuskan) dengan zakat.”
Namun. hal ini masih perlu ditinjau kembali. Sedangkan makna ayat itu adalah, mereka bertanya kepadamu (Muhammad), bagaimana mereka harus berinfak? Demikian menurut pendapat Ibnu Abbas dan Mujahid.

Maka Allah menjelaskan hal itu dengan berfirman: qul maa anfaqtum min khairin fa lilwaalidaini wal aqrabiina wal yataamaa wal masaakiini wabnis sabiil (“Jawablah, apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.’”) Maksudnya, berikanlah infak kepada mereka.

Sebagaimana hal itu telah dijelaskan dalam sebuah hadits, Rasulullah saw. bersabda: “Ibumu, bapakmu, saudara perempuanmu, saudara laki-lakimu, dan setelah itu orang-orang yang lebih dekat (dalam hubungan kekerabatan).” (HR Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan al-Hakim)

Maimun bin Mahran membaca ayat ini kemudian berkata, “Inilah tempat penyaluran infak. Tidak disebutkan di dalam ayat itu, rebana, seruling, patung kayu, dan tirai-dinding (barang yang haram dan sia-sia.-pent.)

Setelah itu Allah berfirman: wa maa taf’aluu min khairin fa innallaaHa biHii ‘aliim (“Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Mahamengetahui.”) Maksudnya, Allah mengetahui kebaikan apa pun wujudnya, dan Dia akan membalas kebaikan kalian itu dengan pahala yang lebih besar, karena Allah tidak pernah mendhalimi seorang pun meski hanya sebesar dzarrah.

&