Tag Archives: 86-87

Tafsir Ibnu Katsir Surah At-Taubah / Al-Bara’ah ayat 86-87

29 Jun

Tafsir Al-Qur’an Surah At-Taubah (Pengampunan)
Surah Madaniyyah; surah ke 9: 129 ayat

tulisan arab alquran surat at taubah ayat 86-87“Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang-orang munafik itu): ‘Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya,” niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: ‘Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk.’ (QS. 9:86) Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang, dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad). (QS. 9:87)” (at-Taubah / al-Baraah: 86-87)

Allah berfirman dengan mengingkari dan mencela orang-orang yang tidak mau pergi berjihad, serta orang-orang yang membangkang, padahal mereka mampu melakukannya dan memiliki keleluasaan dan kelonggaran. Mereka meminta izin kepada Rasulullah saw, untuk tidak pergi berjihad seraya mengatakan:
“Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang.”

Mereka rela mendapatkan aib dan tetap tinggal di tempat mereka bersama kaum wanita yang tetap tinggal setelah keberangkatan tentara. Jika terjadi perang, maka mereka adalah orang yang paling pengecut. Dan jika dalam keadaan aman, maka mereka adalah orang yang paling banyak bicara. Sebagaimana Allah pernah menyinggung mereka dalam ayat yang lain yang artinya: “Apabila datang ketakutan (bahaya), kalian lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati. Dan apabila ketakutan itu telah hilang, mereka mencacimu dengan lidah yang tajam.” (QS. Al-Ahzaab: 19)

Yaitu, lidah mereka menjadi lancar berbicara dengan kata-kata yang tajam, ketika dalam keadaan aman. Sedangkan pada saat perang, mereka ini menjadi orang yang paling takut. Sebagaimana yang dikemukakan seorang penyair:

“Apakah pada saat aman mereka pembual, keras dan kasar. Sedangkan
pada saat perang, mereka menjadi seperti wanita-wanita yang dimarahi”

Dalam ayat lain, Allah berfirman yang artinya:
“Dan orang-orang yang beriman berkata: ‘Mengapa tidak diturunkan suatu Surat?’ Maka apabila diturunkan suatu surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, engkau melihat orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaan bagi mereka. Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukainya). Tetapi jika mereka benar (imannya) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad: 20-21)

Firman-Nya: wa thubi-‘a ‘alaa quluubiHim (“Dan hati mereka telah dikunci mati.”) Yaitu, disebabkan keengganan mereka untuk berjihad dan pergi bersama Rasulullah saw. di jalan Allah.

faHum laa yafqaHuun (“Maka mereka tidak mengetahui.”) Maksudnya, mereka tidak memahami hal-hal yang mengandung kebaikan bagi mereka, sehingga mereka mengerjakannya dan tidak mengetahui apa yang mengandung bahaya bagi mereka, lalu mereka menjauhinya.

&