Tag Archives: al mursalaat

Mewarnai Gambar Kaligrafi Nama Surah Al-Mursalaat

19 Okt

Mewarnai Gambar Kaligrafi
Nama-Nama Surah Al-Qur’an Anak Muslim

mewarnai gambar tulisan surah al-mursalaat anak muslim

77. Surah Al-Mursalaat

2 Des

Pembahasan Tentang Surat-Surat Al-Qur’an (Klik di sini)
Tafsir Ibnu Katsir (Klik di sini)

Surat Al Mursalaat terdiri atas 50 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Humazah. Dinamai Al Mursalaat (Malaikat-Malaikat yang diutus), diambil dari perkataan Al Mursalaat yang terdapat pada ayat pertama surat ini. Dinamai juga Amma yatasaa aluun diambil dari perkataan Amma yatasaa aluun yang terdapat pada ayat 1 surat ini.

Pokok-pokok isinya:
Penegasan Allah bahwa semua yang diancamkan-Nya pasti terjadi; peristiwa-peristiwa yang terjadi sebelum hari berbangkit; peringatan Allah akan kehancuran umat-umat yang dahulu yang mendustakan nabi-nabi dan asal kejadian manusia dari air yang hina; keadaan orang-orang kafir dan orang mukmin di hari kiamat.
Surat Al Mursalaat menerangkan azab yang akan diderita oleh orang-orang yang menolak kebenaran yang dibawa oleh nabi Muhammad s.a.w. sebagaimana azab yang diderita umat-umat yang dahulu yang menolak kebenaran yang dibawa rasul-rasul mereka.

HUBUNGAN SURAT AL MURSALAAT DENGAN SURAT AN NABA´

1. Kedua surat ini sama-sama menerangkan keadaan neraka tempat orang-orang kafir menerima azab, dan keadaan surga tempat orang-orang yang bertakwa merasakan nikmat Allah.
2. Dalam surat Al Mursalaat diterangkan tentang yauml fashl (hari keputusan) secara umum sedang surat An Naba´ menjelaskannya.

Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Mursalaat (3)

5 Jun

Tafsir Ibnu Katsir Surah Al-Mursalaat (Malaikat-Malaikat yang Diutus)
Surah Makkiyyah; Surah ke 77: 50 ayat

Kemudian Allah Ta’ala berfirman: Hadzaa yaumu laa yanthiquuna (“Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara.”) yakni tidak dapat berkata-kata.
Wa laa yu’dzanu laHum faya’tadziruuna (“Dan tidak diizinkan kepada mereka minta udzur sehingga mereka [dapat] minta udzur.”) maksudnya mereka tidak mampu berbicara dan tidak pula minta izin kepada mereka melakukan hal tersebut untuk memberikan alas an, tetapi hujjah [dalil] telah ditegaskan atas mereka dan telah terbukti ungkapan atas mereka dari kedhaliman yang mereka buat, sedang mereka tidak dapat berbicara. Persidangan hari kiamat itu terdiri dari beberapa keadaan, dan Allah terkadang mengabarkan keadaan yang satu dan pada kesempatan lain menceritakan keadaan lainnya untuk menunjukkan kedahsyatan berbagai peristiwa mengerikan dan juga goncangan pada hari itu. Oleh karena itu, setiap kali setelah memberikan uraian terhadap ungkapan tersebut, Dia pun berfirman: Wailuy yauma-idzil lilmukadzdzibiina (“Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu itu bagi orang-orang yang mendustakan.”)

Dan firman Allah: Haadzaa yaumul fashli jama’naakum wal awwaliina (“Ini adalah hari keputusan. Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang terdahulu.”) yakni dengan kekuasaan-Nya, Dia mengumpulkan mereka dalam satu pelataran, yang mereka bisa didengar oleh penyeru dan dapat pula dijangkau oleh pandangan.

Firman Allah: fa inkaana lakum kaidun fakiiduuni (“Jika kamu mempunyai tipu daya, maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadap-Ku.”) ini merupakan ancaman keras sekaligus intimidasi yang tegas. Dengan kata lain, jika kalian mampu untuk menyelamatkan diri dari genggaman-Ku dan lepas pula dari hokum-Ku maka lakukanlah, karena sesungguhnya kalian tidak akan pernah mampu melakukan hal tersebut.

Dalam sebuah hadits disebutkan: “Wahai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya kalian tidak akan pernah sampai pada manfaat-Ku sehingga kalian bisa member manfaat kepada-Ku. Dan tidak akan pernah juga mencapai mudlarat-Ku sehingga kalian bisa member mudlarat kepada-Ku.”

tulisan arab alquran surat al mursalaat ayat 41-50“41. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata-mata air. 42. dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. 43. (Dikatakan kepada mereka): “Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan”. 44. Sesungguhnya Demikianlah Kami memberi Balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. 45. kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. 46. (Dikatakan kepada orang-orang kafir): “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa”. 47. kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. 48. dan apabila dikatakan kepada mereka: “Rukuklah, niscaya mereka tidak mau ruku’. 49. kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. 50. Maka kepada Perkataan Apakah sesudah Al Quran ini mereka akan beriman?” (al-Mursalaat: 41-50)

Allah Ta’ala berfirman seraya mengabarkan tentang hamba-hamba-Nya yang bertakwa, yang bersungguh-sungguh beribadah kepada-Nya dengan menunaikan semua kewajiban dan meninggalkan semua larangan. Dan pada hari kiamat kelak, mereka berada di surge dan mata air. Dengan kata lain, yang jelas bertolak belakang dengan keadaan orang-orang yang sengsara, mereka berada di bawah naungan asap hitam nan busuk.

Firman Allah Ta’ala: wa fawaakiHa mimmaa yasytaHuuna (“Dan buah-buahan yang mereka inginkan.”) yaitu dari seluruh macam buah-buahan, apa pun yang mereka inginkan, pasti mereka dapatkan. Kuluu wasyrabuu Hanii-am bimaa kuntum ta’lamuuna (“Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan.”) yakni, hal tersebut dikatakan kepada mereka sebagai bentuk kebaikan kepada mereka.

Kemudian Allah berfirman seraya menyampaikan berita yang bersambung: innaa kadzaalika najzil muhsiniina (“Sesungguhnya demikianlah Kami member balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.”) maksudnya inilah pahala yang Kami berikan kepada sebaik-baik amal. Wailuy yauma-idzil lilmukadzdzibiina (“Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu itu bagi orang-orang yang mendustakan.”)

Firman Allah: kuluu wa tamatta-‘uu qaliilan innakum mujrimuuna (“Makan dan bersenang-senanglah kamu dalam waktu yang pendek; sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.”) Khithab ini ditujukan kepada orang-orang yang mendustakan hari kiamat. Dan perintah yang diberikan kepada mereka itu merupakan ancaman sekaligus intimidasi. Dimana Allah Ta’ala berfirman: kuluu wa tamatta’uu qaliilan (“Makan dan bersenang-senanglah kamu dalam waktu yang pendek.”) yakni dalam waktu yang tidak lama [sebentar]. Innakum mujrimuun (“Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.”) kemudian kalian akan diseret ke neraka jahanam yang telah disebutkan sebelumnya. Wailuy yauma-idzil lilmukadzdzibiina (“Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu itu bagi orang-orang yang mendustakan.”)

Firman Allah: wa idzaa qiila laHumur ka-‘uu laa yarka-‘uuna (“Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Rukuklah niscaya mereka tidak mau ruku’.”) maksudnya, jika orang-orang kafir bodoh itu diperintahkan untuk mengikuti orang-orang yang mengerjakan shalat dengan berjamaah, maka mereka menolak hal tersebut dan bahkan menyombongkan diri atas hal itu. Oleh karena itu, Dia berfirman: Wailuy yauma-idzil lilmukadzdzibiina (“Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu itu bagi orang-orang yang mendustakan.”)

setelah itu Allah berfirman: fabi-ayyi hadiitsim ba’daHuu yu’minuuna (“Maka kepada perkataan apakah selain al-Qur’an ini mereka akan beriman?”) maksudnya, jika mereka tidak juga beriman dengan al-Qur’an ini, lalu kepada perkataan siapa [lagi] mereka akan beriman.
Selesai.

Asbabun Nuzul Surah Al-Mursalaat

5 Jan

asbabun nuzul surah alqur’an

48. dan apabila dikatakan kepada mereka: “Rukuklah, niscaya mereka tidak mau ruku’*.
(Al-Mursalaat: 48)
* Sebagian ahli tafsir mengatakan, bahwa yang dimaksud dengan rukuk di sini ialah tunduk kepada perintah Allah; sebagian yang lainnya mengatakan, Maksudnya ialah shalat.
Diriwayatkan oleh Ibnu Mundzir yang bersumber dari Mujahid bahwa Firman Allah, wa idzaa qiila lahumurka’uu laa yarka’uun (dan apabila dikatakan kepada mereka: “Rukuklah, niscaya mereka tidak mau ruku’) (Al-Mursalaat: 48) turun berkenaan dengan suku Tsaqif yang tidak mau rukuk (shalat).
Sumber: Asbabunnuzul, KHQ. Shaleh dkk