Tag Archives: bepergian

Haram Perempuan Pergi Sendirian

1 Mei

Riyadhush shalihin, Imam Nawawi,
Akhlak dan Tuntunan Kaum Muslimin

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tidak halal-yakni haram-bagi seseorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari penghabisan, kalau ia bepergian sejauh jarak sehari semalam, melainkan wajib disertai orang yang menjadi mahramnya.” (Muttafaq ‘alaih)

Dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwasanya ia men-dengar Nabi s.a.w. bersabda:
“Janganlah seseorang lelaki itu menyendiri dengan seseorang wanita, melainkan wanita itu wajiblah disertai oleh orang yang menjadi mahramnya, juga janganlah seseorang wanita itu pergi, melainkan ia wajiblah disertai orang yang menjadi mahramnya.”
Ada seorang lelaki berkata: “Sesungguhnya isteri saya hendak keluar untuk beribadat haji, sedang saya telah dicatat diriku untuk mengikuti peperangan ini dan ini?” Beliau s.a.w. lalu bersabda: “Pergilah berhaji dengan isterimu.” (Muttafaq ‘alaih)

&

Adab Pulang Bepergian

1 Mei

Riyadhush shalihin, Imam Nawawi,
Akhlak dan Tuntunan Kaum Muslimin

Dalam bab ini termasuklah Hadis Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma yang terdahulu mengenai bab takbirnya seorang musafir jikalau menaiki gunung-gunung atau tempat-tempat yang tinggi.

Dari Anas r.a., katanya: “Kita datang – dari perjalanan – bersama Nabi s.a.w.,sehingga di waktu kita sudah berada di luar kota Madinah, lalu beliau s.a.w. mengucapkan – yang artinya: “Kita semua telah kembali, kita semua bertaubat – kepada Allah, me- nyembah serta mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan kita.” Beliau s.a.w. tidak henti-hentinya mengucapkan sedemikian itu, sehingga kita datang di Madinah.”(Riwayat Muslim)

&

Berdoa dalam Bepergian

1 Mei

Riyadhush shalihin, Imam Nawawi,
Akhlak dan Tuntunan Kaum Muslimin

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. ber-sabda:
“Ada tiga macam doa yang mustajabah – yakni akan dikabulkan oleh Allah Ta’ala, yang tiada disangsikan lagi akan terkabulnya, yaitu: doanya orang yang teraniaya, doanya orang yang dalam bepergian dan doanya orang tua terhadap anaknya.”

Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Termidzi dan Termidzi mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan. Tetapi dalam riwayat Imam Abu Dawud tidak terdapat kata-kata: ‘ala waladihi yakni atas anaknya.

&

Sunnah Membaca Takbir dan Tasbih Saat Bepergian

1 Mei

Riyadhush shalihin, Imam Nawawi,
Akhlak dan Tuntunan Kaum Muslimin

Dari Jabir r.a., katanya: “Kita semua – di waktu bepergian -apabila naik kita bertakbir dan apabila turun kita bertasbih.” (Riwayat Bukhari)

Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, katanya: “Nabi s.a.w. dan seluruh tentaranya itu apabila mendaki ke gunung-gunung, mereka semuanya bertakbir dan apabila turun mereka bertasbih.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

Dari Ibnu Umar r.a. pula, katanya: “Nabi s.a.w. itu apabila kembali dari haji atau umrah, setiap kali beliau naik di atas gunung atau tanah tinggi yang keras, beliau tentu bertakbir sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengucapkan – yang artinya: “Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya,juga bagiNyalah segenap kerajaan dan puji-pujian. Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kita semua kembali, kita semua bertaubat – kepada Allah, menyembah, bersujud kepadaTuhan kita serta mengucapkan puji-pujian. Allah menepati janjiNya, menolong hambaNya dan mengalahkan pasukan-pasukan musuh dengan seorang diri saja.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:
“jikalau beliau s.a.w. kembali dari memimpin pasukan atau tentara – dalam peperangan – atau dari haji atau umrah.”

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, saya hendak bepergian, maka berikanlah wasiat pada saya!” Beliau s.a.w. bersabda: “Hendaklah engkau tetap bertaqwa kepada Allah serta bertakbir pada setiap berada di tempat yang tinggi.” Setelah orang itu menyingkir, beliau s.a.w. lalu mengucapkan doa – yang artinya: “Ya Allah, lipatlah – yakni dekatkanlah – yang jauh untuknya dan permudahkanlah untuknya dalam perjalanannya itu.”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwaini adalah Hadis hasan.

Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Kita semua bersama Nabi s.a.w. dalam bepergian, lalu apabila kita semua naik di atas suatu jurang, kita semua bertahlil serta bertakbir dan amat keraslah suara-suara kita itu. Kemudian Nabi s.a.w. bersabda: “Hai sekalian manusia, kasihanilah pada dirimu sendiri – yakni jikalau bersuara tidak perlu keras-keras, sebab sesungguhnya engkau semua itu bukannya berdoa kepada Tuhan yang bersifat tuli ataupun yang tidak ada Zatnya, sesungguhnya Tuhan itu adalah beserta engkau semua dan Dia Maha Mendengar lagi Dekat.” (Muttafaq’alaih)

&

Do’a apabila mendiami suatu tempat, baik dalam bepergian atau tidak

4 Jan

Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan Hadits;
Said bin Ali Al-Qahthani

doa apabila singgah di suatu tempat baik dalam bepergian maupun tidak

Do’a apabila pulang dari bepergian

4 Jan

Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan Hadits;
Said bin Ali Al-Qahthani

doa pulang bepergian

Do’a bepergian

31 Des

Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan Hadits;
Said bin Ali Al-Qahthani

doa bepergian

Do’a Bepergian

21 Apr

Kumpulan Doa Sehari-hari
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia

Do'a Berpergian

 

 

&

Percakapan Bahasa Arab 48: Bepergian di Waktu Libur

3 Sep

60 CONTOH PERCAKAPAN DALAM BAHASA ARAB
Mumtaz Production

Percakapan bahasa arab 48a Bepergian di Waktu Libur Percakapan bahasa arab 48b Bepergian di Waktu Libur