Tag Archives: dengki

“Ataukah mereka dengki pada manusia atas apa yang Allah karuniakan kepadanya?”

5 Jan

La Tahzan; Jangan bersedih!
DR. ‘Aidh al-Qarni; Qisthi Press

Kedengkian (hasad) itu seperti makanan asin yang senantiasa merapuhkan tulang. Hasad itu juga seperti penyakit kronis yang selalu menggerogoti tubuh pelan-pelan hingga rusak dan membusuk. Ada ungkapan: “Tak ada yang menyenangkan dari seorang pendengki, karena ia akan selalu menjadi musuh dalam selimut”. Ada pula orang-orang yang berkata seperti ini: “Celaka benar seorang pendengki; memulai dengan persahabatan dan mengakhiri dengan pembunuhan.”

Saya berusaha mencegah diri pribadi saya dan juga Anda agar tidak mengidap penyakit dengki. Ini merupakan wujud kasih sayang saya terhadap diri saya sendiri dan terhadap Anda sebelum dapat mencurahkan kasih sayang kepada orang lain. Bagaimanapun, dengan dengki terhadap orang lain, kita sama halnya dengan memberi makan kegalauan kepada daging-daging kita, memberi minum kegelisahan kepada darah kita, dan menebarkan rasa kantuk pelupuk mata kita kepada orang lain.

Seorang pendengki, ibarat orang yang menyalakan pemanggang roti, lalu setelah panas ia menceburkan dirinya sendiri ke dalam pemanggang itu. Keresahan, kecemasan dan kegelisahan hidup merupakan penyakit-penyakit yang dllahirkan oleh sifat dengki untuk mengakhiri ketentraman, kesejahteraan, dan kebahagiaan hidup. Bencana besar yang menimpa seorang pendengki adalah dikarenakan ia selalu melawan qadha’ (ketentuan Allah), menuduh Allah tidak adil dalam kebijakan-Nya, melecehkan syariat, dan selalu menyeleweng dari ajaran-ajaran yang disampaikan oleh Rasulullah saw.

Sungguh, kedengkian itu merupakan penyakit yang tidak bakal mendatangkan pahala, dan juga bukan cobaan yang akan mendatangkan balasan baik dari Allah bagi para pelakunya. Seorang pendengki akan selalu panas ketika melihat orang lain mendapatkan kenikmatan dan kelebihan. Dan itu akan berlanjut sampai ia mati, atau kadang sampai kenikmatan orang lain tadi sudah tidak ada lagi.

Semua orang boleh diajak bersahabat, kecuali seorang pendengki. Sebab, seorang pendengki akan selalu membawa kita agar menyepelekan nikmat-nikmat Allah, menanggalkan semua kepribadian baik kita, melepaskan ciri kehormatan kita, dan meninggalkan semua sejarah baik kita. Itulah hah-hal yang akan membuat seorang pendengki menerima — meski mungkin dengan berat hati — Anda sebagai sahabatnya. Akan tetapi, bukankah kita harus berlindung kepada Allah dari kejahatan seorang pendengki ketika mendengki? Betapapun, seorang pendengki itu tetap seperti ular hitam berbisa yang tidak akan pernah diam sebelum menyemburkan bisanya pada tubuh yang tak berdosa.

Sungguh, saya peringatkan Anda agar jangan sekali-kali mencoba untuk memiliki rasa dengki. Berlindunglah kepada Allah agar tidak bergaul dengan seorang pendengki, karena Dia-lah yang selalu mengawasi Anda!

Larangan Mengganggu, Membenci, Memutuskan Tali Persaudaraan dan Dengki

13 Jul

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; al-Qur’an – Hadits

Firman Allah: “Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin dan Mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka itu telah memikul kebohongan dan dosa yang besar.” (al-Ahzab: 58)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Orang Islam adalah kaum mukminin yang terhindar dari gangguan lidah dan tangannya; sedangkan orang yang hijrah adalah orang yang meninggalkan segala apa yang dilarang Allah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, hendaklah apa yang menjadi angan-angannya itu benar-benar diusahakan, dimana ia harus beriman kepada Allah dan hari akhir, serta berbuat senang kepada orang lain, sebagaimana ia sendiri senang apabila diperbuat seperti itu.” (HR Muslim)

Firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang Mukmin adalah bersaudara.” (al-Hujurat: 10)

Firman Allah: “Yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang Mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir.” (al-Maidah: 54)

Firman Allah: “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (al-Fath: 29)

Dari Anas ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Janganlah kalian saling membenci, saling hasud, saling membelakangi dan saling memutuskan tali persaudaraan, tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim tidak diperbolehkan mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Pintu-pintu surga dibuka tiap hari Senin dan Kamis, kemudian pada hari itu diampuni dosa setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun, kecuali orang yang berselisih dengan saudaranya, dimana dikatakan: “Tunggulah dua orang ini sampai damai.” (HR Muslim)
Dalam riwayat yang lain dikatakan: “Amal-amal perbuatan itu dihadapkan setiap hari Senin dan Kamis…” (dan seterusnya seperti tersebut di atas)

Firman Allah: “Ataukah mereka dengki kepada manusia (Muhammad) lantaran karunia yang Allah telah berikan kepada manusia itu?” (an-Nisaa’: 54)

Dari Abu Hurairah ra. bahwasannya Nabi saw. bersabda: “Jauhilah oleh kalian sifat dengki, karena sesungguhnya sifat dengki itu dapat menghabiskan amal-amal kebaikan, sebagaimana api itu menghabiskan kayu bakar.” Atau beliau bersabda: “Dapat menghabiskan rumput.” (HR Abu Dawud)