Tag Archives: Istighfar

Istighfar dan taubat

3 Jan

Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan Hadits;
Said bin Ali Al-Qahthani

istighfar dan taubat 1 istighfar dan taubat 2

Istighfar Nabi Khidir As

30 Des

Kumpulan Doa Sehari-hari
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia

istighfar nabi khidir

Do’a Agar Terlepas dari Kesulitan /Istighfar Nabi Yunus

21 Apr

Kumpulan Doa Sehari-hari
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia

29. Doa Agar Terlepas dari Kesulitan -Istigfar Naabi Yunus

 

 

&

Do’a Penyesalan/Istighfar Nabi Adam

20 Apr

Kumpulan Doa Sehari-hari
Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia

6. Doa Penyesalan -Istighfar Nabi Adam

 

 

&

 

Mewarnai gambar lafadz istighfar anak muslim

27 Mar

Mewarnai Gambar Islami Untuk Anak Muslim
Untuk Kreatifitas dengan Mewarnai Gambar Islami
alquranmulia.wordpress.com

Mewarnai gambar lafadz istighfar anak shalih

 

 

&

 

Istighfar (Memohon Ampun Kepada Allah)

12 Jul

Riyadhush Shalihin; Imam Nawawi; Hadits

Firman Allah: “Dan mohonlah ampun untuk dosamu.” (al-Mu’min: 55)

Firman Allah: “Dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (an-Nisaa’: 106)

Firman Allah: “Maka bertasbihlah memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya dia Maha Penerima tobat.” (an-Nashr: 3)

Firman Allah: “Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai; mereka kekal didalamnya. dan (mereka dikaruniai) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. dan Allah Maha melihat akan hamba-hamba-Nya. (yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan Kami, Sesungguhnya Kami telah beriman, Maka ampunilah segala dosa Kami dan peliharalah Kami dari siksa neraka,” (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.” (Ali Imraan: 15-17)

Firman Allah: “Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya diri sendiri, kemudian ia memohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (an-Nisaa’: 110)

Firman Allah: “Dan sekali-sekali Allah tidak akan mengadzab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidak (pula) Allah akan mengadzab mereka, sedang mereka meminta ampun.” (al-Anfaal: 33)

Firman Allah: “dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri[*], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.” (Ali Imraan: 135)

[*] Yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. Menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.

Dari Aghar al-Muzanniy ra. bahwasannya Rasulullah saw. bersabda: “Bahwasannya kadang-kadang timbul perasaan yang kurang baik dalam hatiku, dan sesungguhnya aku membaca istighfar (mohon ampun) kepada Allah seratus kali dalam sehari.” (HR Muslim)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah sesungguhnya aku mohon ampun dan bertobat kepada Allah lebih dari tujuh puluh kali dalam sehari.” (HR Bukhari)

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Demi Dzat yang menguasai diriku, seandainya kalian tidak berbuat dosa (dan tidak beristighfar dan bertobat), niscaya Allah Ta’ala pergi membawa kalian dan datang bersama kaum lain yang telah berbuat dosa, lalu meminta ampun kepada Allah Ta’ala, Allah pun mengampuni mereka.” (HR Muslim)

Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: Kami menghitung Rasulullah saw. membaca: “Rabbigh firlii wa tubb ‘alayya innaka antat tawwaabur rahiim (ya Allah, ampunilah saya dan terimalah tobat saya. Sesungguhnya Engkau Dzat penerima tobat lagi Maha Penyayang)” seratus kali dalam satu majelis (satu kali duduk). (HR Abu Dawud dan Turmudzi)

Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang membiasakan istighfar, maka Allah akan melapangkan kesempitannya, memudahkan segala kesulitannya dan memberi rizky yang tanpa diduga-duga.” (HR Abu Dawud)

Dari Ashim al-Ahwal dari Abdullah bin Sarjis ra. ia berkata: Saya berkata kepada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulallah, semoga Allah mengampuni engkau.” Beliau bersabda: “Dan semoga Allah juga mengampuni engkau.” Ashim bertanya kepada Abdullah: “Apakah Rasulullah memohonkan ampun untuk kamu?” Abdullah menjawab: “Ya, dan bagimu pula.” Kemudian ia membaca ayat: “Wastaghfir lidzambika wa lilmu’miniina wal mu’minaat (dan mohonlah ampun untuk dosamu serta dosa segenap orang Mukmin laki-laki dan perempuan)”

Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang membaca: astaghfirullaaH alladzii laa ilaaHa illaa Huwal hayyul qayyuumu wa atuubu ilaiHi (saya mohon ampun kepada Allah Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup, lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya dan saya bertobat kepada-Nya), maka diampunilah dosa-dosanya walaupun ia telah meninggalkan perang.” (HR Abu Dawud, Turmudzi dan Hakim)

Dari Saddad bin Aus ra. dari Nabi saw. beliau bersabda: “Pokok istighfar ialah bila seorang hamba mengucap: “AllaaHumma anta rabbii laa ilaaHa illaa anta, khalaqtanii, wa ana ‘abduka, wa ana ‘alaa ‘aHdika wawa’dika mastatha’tu, a-‘uudzubika min syarri maa shana’tu, abuu-ulaka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bi dzambii faghfirlii fa innaHuu laa yaghfiru dzunuuba illaa anta (ya Allah, Engkau Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau, Engkau menciptakanku, dan aku adalah hamba-Mu, aku nenetapi atas perjanjian kepada-Mu semampuku, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat, aku mengakui-MU dengan apa yang telah Engkau limpahkan kepadaku, dan aku mengakui dosaku. Karena itu ampunilah aku, sebab tiada yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Engkau). Barangsiapa yang mengucapkan kalimat-kalimat ini di waktu siang dengan penuh keyakinan (ikhlash dan membenarkan), lalu ia mati pada hari itu sebelum datang waktu sore, maka ia termasuk ahli surga. Dan barangsiapa mengucapkan pada malam hari, sedang dia yakin dengan ucapan itu, lalu ia mati sebelum datang subuh, maka ia termasuk ahli surga.” (HR Bukhari)