Tag Archives: Khamr di Surga

Khamr di Surga

16 Apr

Surga Kenikmatan Yang Kekal; Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Di dalam al-Qur’an terdapat kata-kata “khamr”, termasuk salah satu kesenangan ahli surga, yang dapat dinikmati dengan kenikmatan yang sangat luar biasa. Hal ini karena Allah telah mengharamkannya di dunia dengan keharaman yang mutlak dan mengancam peminumnya dengan siksa yang pedih di hari kiamat. Hal ini dikarenakan khamr di dunia itu kotor, menghilangkan akal dan hati, serta bisa menjadikan seseorang kehilangan kendali.

Manusia menjadi bernilai karena akalnya. Ketika akalnya hilang, ia menjadi seperti binatang. Allah swt. tidak menginginkan hamba-Nya kehilangan akal yang telah Dia anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya, untuk menghargai dan memuliakannya. Barangsiapa memenuhi kehendak Allah dan menghindari khamr di dunia, Dia berjanji bahwa nanti di surga, yang juga Dia janjikan, khamr akan mengalir di sekitar mereka, di bawah mereka, di bawah istana mereka, di tenda-tenda mereka, dan di kamar-kamar mereka. Air sungai terdiri dari atas khamr, tetapi khamr di sana tidak memabukkan, tidak membuat pusing kepala, atau merusak jiwa (menghilangkan ingatan).

“Kepada mereka diedarkan gelas [yang berisi air] dari mata air [surga], [warnanya] putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum. Tidak ada di dalamnya [unsur] yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.” (ash-Shaaffaat: 45-47)

“…khamr [anggur yang tidak memabukkan] yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni…” (Muhammad: 15)

“Mereka dikelilingi anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan sloki [piala] berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.” (al-Waaqi’ah: 17-19)

Imam Ibnu Katsir menyatakan dalam tafsirnya bahwa kepala mereka tidak akan merasa pusing, akal mereka tidak akan hilang, bahwa ia tetap stabil dengan kesenangan dan kelezatan yang teramat sangat.

Jenis khamr yang ada di surga benar-benar berbeda dibandingkan dengan khamr yang ada di dunia, yang membuta kepala pusing, buang air kecil, muntah serta menghilangkan akal.

Al-Qur’an telah datang dengan menjelaskan karakteristik yang indah, baik, dan menyegarkan ahli surga. Mereka berada di atas dipan-dipan bertelekan. Mereka minum dengan dikelilingi minuman-minuman yang sangat lezat, sementara itu lak atau segelnya adalah kasturi, yang mengambah kelezatan dan kenikmatan bagi yang meminumnya.

Firman Allah yang artinya:
“Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (syurga), mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya), laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah.” (al-Muthaffifiin: 22-28)

Dalam tafsir ath-Thabari, Tafsir al-Qurthubi, serta Shafwah at-Tafasir dijelaskan tentang firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan.” Maksudnya, orang-orang yang taat kepada Allah akan masuk surga yang menghijau, dengan naungan yang membentang dan mereka dapat menikmatinya.

“Mereka [duduk] di atas dipan-dipan melepas pandangan.” Artinya mereka gembira dihiasi dengan pakaian dan tabir yang mewah. Mereka memandangi kenikmatan yang telah dijanjikan Allah swt. kepada mereka, seperti bermacam-macam penghormatan dan kenikmatan di surga.

“Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan hidup yang penuh kenikmatan.” Artinya kalau kamu lihat mereka, kamu akan tahu bahwa mereka pantas memperoleh kenikmatan, setelah engkau memperhatikan wajah-wajah mereka ada cahaya, warna putih, tampan, serta rona kegembiraan dan kesenangan yang memesona.

“Mereka diberi minum dari khamr murni [tidak memabukkan] yang [tempatnya] masih di-lak [disegel].” Artinya, di surga mereka diberi minuman khamr, berwarna putih, baik, murni, dan tidak dikotori oleh sentuhan tangan-tangan manapun, yang ditaruh pada wadah-wadah atau bejana. Siapapun tidak akan dapat membukanya, kecuali orang-orang yang taat kepada Allah.

“Lak-nya dari kasturi” artinya, setelah meminumnya, akan menyeruap aroma harum seperti misik.
“Dan untuk demikian itu, hendaknya orang berlomba-lomba.” Artinya demi kenikmatan, minuman yang enak, cenderunglah pada ketaatan kepada Allah swt. bahkan berlomba-lombalah untuk meraihnya.

Imam ath-Thabari mengatakan bahwa kata “at-tanafus” memiliki pengertian “sesuatu yang berhubungan dengan kejiwaan, artinya manusia akan memiliki kecenderungan kepadanya. Mereka menginginkan dan jiwa mereka akan mengejarnya.” Maksudnya, “Berlomba-lombalah memperoleh kenikmatan ini dengan jiwa yang bersemangat.”

“Dan campurannya dari tasnim.” Artinya, campuran tersebut terdiri atas bahan-bahan yang berkualitas tinggi, yaitu minuman ahli surga yang sangat mulia dan tertinggi yang diberi nama “tasnim.”

“[Yaitu] mata air yang diminum oleh mereka yang dekat [kepada Allah].” Maksudnya mata air yang di surga, yang diminum oleh orang-orang yang didekatkan kepada Allah swt. dengan shirfan [meneguk], lalu membagikannya untuk seluruh ahli surga.
Dalam kitab at-Tashil disebutkan, tasnim adalah nama mata air di surga, yang diminum oleh orang-orang yang didekatkan kepada Allah swt. dengan shirfan [meneguk], lalu dicampuri khamr murni, yang kemudian diminum oleh orang-orang yang banyak berbuat kebajikan. Ini menunjukkan bahwa derajat al-Muqarrabun [orang-orang yang didekatkan kepada Allah swt] lebih tinggi daripada derajat al-abrar [orang-orang yang banyak berbuat kebajikan].

&