Tag Archives: Sarah

Rasmul Bayan

8 Jan

Sarah  Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

A. Makna Shahadatain
1. Urgensi Syahadatain
2. Makna yang terkandung dalam syahadatain
3. Makna “ilah”
4. Loyalitas dan penolakan
5. Kalimat Allah lah yang tertinggi
6. Tahapan interaksi dengan syahadatain
7. Syarat-syarat diterimanya syahadatain
8. Ridla (kerelaan) dalam syahadat
9. Realisasi makna syahadatain
10. Realisasi syahadatain
11. Celupan dan perubahan

B. Ma’rifatullah
1. Urgensi mengenal Allah
2. Cara mengenal Allah
3. Penghalang ma’rifatullah
4. Bukti keberadaan Allah
5. Pengesaan Allah
6. Memurnikan ibadah
7. Bahaya syirik
8. Hidup di bawah naungan tauhid
9. Makna-makna laa ilaaHa illallaaH
10. Cinta kepada Allah
11. Tingkatan cinta
12. Konsekuensi cinta
13. Kesertaan Allah
14. Lakukan hanya yang terbaik
15. Ilmu Allah

C. Ma’rifatur rasul
1. Kebutuhan manusia terhadap Rasul
2. Definisi rasul
3. Kedudukan rasul
4. Sifat-sifat Rasul
5. Tugas Rasul
6. Karakteristik Risalah Muhammad saw.
7. Kewajiban kita kepada Rasul saw.
8. Hasil mengikuti Rasul saw.

D. Mengenal Islam
1. Makna Islam
2. Islam dan sunnatullah
3. Sifat Islam
4. Kesempurnaan Islam
5. Islam sebagai Pedoman hidup
6. Islam sebagai akhlak
7. Islam sebagai fikrah
8. Islam agama yang benar
9. Tabiat agama Islam
10. Amal Islami

E. Mengenal Manusia
1. Definisi manusia
2. Hakekat manusia
3. Potensi manusia
4. Jiwa manusia
5. Sifat manusia
6. Hakekat ibadah
7. Cakupan ibadah
8. Diterimanya ibadah
9. Hasil ibadah
10. Buah ketakwaan
11. Keseimbangan
12. Misi manusia
13. Membangun kejayaan

F. Mengenal al-Qur’an
1. Definisi al-Qur’an
2. Nama-nama al-Qur’an
3. Konsekuensi iman kepada al-Qur’an
4. Bahaya melupakan al-Qur’an
5. Syarat mendapat manfaat al-Qur’an

G. Ghazwul Fikri
1. Perang pemikiran
2. Tahapan perang pemikiran
3. Sarana perang pemikiran
4. Bahaya perang pemikiran
5. Sebab-sebab jahiliyah

H. Golongan Setan
1. Golongan setan
2. Ciri-ciri golongan setan

I. Problematikan dakwah
1. Kondisi kaum Muslim saat ini
2. Penyakit umat dalam dakwah
3. Problematika umat

J. Al-Haq wa al-Bathil
1. Konflik antara haq dan bathil
2. Kekuatan al-haq
3. Furqan
4. Istiqamah
5. Hizbullah

K. Takwinul Ummah
1. Membentuk umat
2. Membentuk kepribadian Islam
3. Berpegang teguh pada tali Allah
4. Perubahan Islami
5. Menyatukan hati
6. Sebab-sebab perpecahan dan solusinya
7. Ukhuwah Islamiyah

L. Tarbiyah Islamiyah
1. Urgensi tarbiyah
2. Tujuan tarbiyah
3. Sarana-sarana tarbiyah
4. Prinsip kesinambungan tarbiyah

M. Fiqih Dakwah
1. Keutamaan dakwah
2. Makna dakwah
3. Fiqh dakwah
4. Dasar-dasar tarbiyah takwiniyah
5. Unsur-unsur dakwah
6. Karakteristik dakwah
7. Rabbaniyatud dakwah
8. Bagaimana beradaptasi dengan Islam
9. Peran pemuda dalam mengemban Risalah
10. Penegakan agama
11. Pilar-pilar kebangkitan umat

 

Tarbiyah Islam

8 Nov

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

A. Makna Shahadatain
1. Urgensi Syahadatain
2. Makna yang terkandung dalam syahadatain
3. Makna “ilah”
4. Loyalitas dan penolakan
5. Kalimat Allah lah yang tertinggi
6. Tahapan interaksi dengan syahadatain
7. Syarat-syarat diterimanya syahadatain
8. Ridla (kerelaan) dalam syahadat
9. Realisasi makna syahadatain
10. Realisasi syahadatain
11. Celupan dan perubahan

B. Ma’rifatullah
1. Urgensi mengenal Allah
2. Cara mengenal Allah
3. Penghalang ma’rifatullah
4. Bukti keberadaan Allah
5. Pengesaan Allah
6. Memurnikan ibadah
7. Bahaya syirik
8. Hidup di bawah naungan tauhid
9. Makna-makna laa ilaaHa illallaaH
10. Cinta kepada Allah
11. Tingkatan cinta
12. Konsekuensi cinta
13. Kesertaan Allah
14. Lakukan hanya yang terbaik
15. Ilmu Allah

C. Ma’rifatur rasul
1. Kebutuhan manusia terhadap Rasul
2. Definisi rasul
3. Kedudukan rasul
4. Sifat-sifat Rasul
5. Tugas Rasul
6. Karakteristik Risalah Muhammad saw.
7. Kewajiban kita kepada Rasul saw.
8. Hasil mengikuti Rasul saw.

D. Mengenal Islam
1. Makna Islam
2. Islam dan sunnatullah
3. Sifat Islam
4. Kesempurnaan Islam
5. Islam sebagai Pedoman hidup
6. Islam sebagai akhlak
7. Islam sebagai fikrah
8. Islam agama yang benar
9. Tabiat agama Islam
10. Amal Islami

E. Mengenal Manusia
1. Definisi manusia
2. Hakekat manusia
3. Potensi manusia
4. Jiwa manusia
5. Sifat manusia
6. Hakekat ibadah
7. Cakupan ibadah
8. Diterimanya ibadah
9. Hasil ibadah
10. Buah ketakwaan
11. Keseimbangan
12. Misi manusia
13. Membangun kejayaan

F. Mengenal al-Qur’an
1. Definisi al-Qur’an
2. Nama-nama al-Qur’an
3. Konsekuensi iman kepada al-Qur’an
4. Bahaya melupakan al-Qur’an
5. Syarat mendapat manfaat al-Qur’an

G. Ghazwul Fikri
1. Perang pemikiran
2. Tahapan perang pemikiran
3. Sarana perang pemikiran
4. Bahaya perang pemikiran
5. Sebab-sebab jahiliyah

H. Golongan Setan
1. Golongan setan
2. Ciri-ciri golongan setan

I. Problematikan dakwah
1. Kondisi kaum Muslim saat ini
2. Penyakit umat dalam dakwah
3. Problematika umat

J. Al-Haq wa al-Bathil
1. Konflik antara haq dan bathil
2. Kekuatan al-haq
3. Furqan
4. Istiqamah
5. Hizbullah

K. Takwinul Ummah
1. Membentuk umat
2. Membentuk kepribadian Islam
3. Berpegang teguh pada tali Allah
4. Perubahan Islami
5. Menyatukan hati
6. Sebab-sebab perpecahan dan solusinya
7. Ukhuwah Islamiyah

L. Tarbiyah Islamiyah
1. Urgensi tarbiyah
2. Tujuan tarbiyah
3. Sarana-sarana tarbiyah
4. Prinsip kesinambungan tarbiyah

M. Fiqih Dakwah
1. Keutamaan dakwah
2. Makna dakwah
3. Fiqh dakwah
4. Dasar-dasar tarbiyah takwiniyah
5. Unsur-unsur dakwah
6. Karakteristik dakwah
7. Rabbaniyatud dakwah
8. Bagaimana beradaptasi dengan Islam
9. Peran pemuda dalam mengemban Risalah
10. Penegakan agama
11. Pilar-pilar kebangkitan umat

Peran Pemuda dalam Mengemban Risalah Dakwah

8 Nov

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Masa muda merupan masa yang paling indah. Pada saat itu kekuatan, gairah, dan dinamika telah mencapai puncaknya, menuju puncak kearifan dan kesempurnaan. Karena itu pemuda selalu menjadi tulang punggung setiap perjuangan, baik dalam tujuan dan misi yang positif maupun yang negatif. Pada kondisi lain, masa muda merupakan nikmat yang akan ditanya dan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah di akhirat.

Rasulullah swa. Bersabda: “Tidak akan beranjak dua kaki anak Adam sebelum ia ditanya tentang empat hal: usianya untuk apa digunakan, usia mudanya untuk apa dihabiskan, ilmunya untuk apa diamalkan, serta hartanya dengan cara apa didapatkan dan untuk apa digunakan.”

Adalah kehidupan yang arif apabila orang menggunakan masa mudanya dengan kegiatan yang positif. Dalam konteks dakwah dan kebaikan, diharapkan dapat memberikan kontribusi secara baik dalam mengemban risalah para nabi ini. Peran yang dapat mereka lakukan dalam kaitan ini adalah:

1. Membangkitkan semangat
Pemuda Islam senantiasa mempunyai gairah untuk menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di sekitar problematika dan permasalahan yang terjadi disekitarnya. Pemuda Islam adalah kader yang bersih dan belum banyak tercemari fitrahnya. Nilai-nilai, idealisme, dan fitrah yang suci akan memberontak menghadapi realitas yang bertentangan dengannya. Karena itu mereka akan selalu mencari jawab atas permasalahan yang ada. Hal ini akan memperngaruhi mereka dan masyarakatnya untuk kembali kepada fitrah dan kebenaran yang hakiki.

2. Penyambung generasi dan penerus perjuangan
Mereka adalah harapan generasi tua untuk melanjutkan estafet perjuangan yang telah dilakukan dengan susah payah dan pengorbanan yang tidak sedikit. Posisi sebagai penerus dilakukan apabila generasi sebelumnya adalah generasi yang shalih sebagaimana termaktub dalam al-Qur’an. Orang-orang shalih dan diikuti oleh anak keturunan mereka dengan iman. Sebagaimana dinyatakan dalam surah al-Furqaan ayat 74 atau dalam surah ath-Thuur: 21.

3. Sebagai pengganti generasi
Apabila generasi sebelumnya adalah generasi yang kurang atau tidak baik, maka menjadi pengganti generasi. Proses penggantiannya mungkin dilakukan dengan kedamaian, mungkin dengan kekerasan, atau bahkan bisa saja dengan pemusnahan dari Allah kemudian Allah swt. melahirkan generasi baru dari mereka atau dari tempat lain. Sebagaimana dinyatakan dalam surah al-Maidah ayat 54.

4. Memperbarui semangat dan mentalitas umat
Kadang terjadi bahwa suatu bangsa mengalami kemunduran akibat mentalitas rakyatnya yagn mengalami dekadensi sampai pada taraf bobrok. Hal ini sering terjadi ketika mereka telah berputus asa menghadapi problema yang tidak kunjung berakhir meskipun usaha telah dilakukan. Generasi muda akan mengalirkan darah segar dan semangat baru yang dapat membangkitkan semangat yang loyo, membangunkan jiwa yang putus asa, dan mengobarkan api yang padam.

5. Sebagai unsur perbaikan
Keberadaannya di tengah masyarakat akan berfungsi sebagai agen yang aktif menyebarkan dan memfungsikan potensi yang ada di masyarakatnya menuju perubahan dan perbaikan. Dari merekalah masyarakat mendapatkan energi, bersama mereka masyarakat hidup dan bergerak kembali melakukan kebaikan dan amal shalih.

Menyadari peranannya yang berat itu, para pemuda Islam harus membekali diri dengan tarbiyah. Bekal tarbiyah dapat mengasah potensi fitrahnya; mencari hikmah dan ilmu yang dapat mengembangkan keafirannya; dan memupuk jiwa kepemimpinan dan kewiraan yang selalu siap bergerak dengan kapasitas dan posisinya masing-masing.

&

Beradaptasi Dengan Islam

8 Nov

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Keislaman seseorang baru dikatakan benar jika ia telah menyesuaikan dirinya dengan Islam hingga ia tampil sebagai seorang muslim dengan kepribadian dan identitas Islam yang khas. Kepribadian tersebut terefleksikan dalam berbagai maliyah.

1. Aqidah
Qaidah Islam yang tertanam di dalam jiwa akan mewarnai keyakinan, perasaan, pikiran, dan tingkah laku. Maka, lahirlah seorang pribadi yang Islami. Kepribadian Islam adalah unsur utam kekuatan personal Islam.

2. Ukhuwwah
Persaudaraan iman dapat dikatakan telah tercapai apabila mereka: saling mengenal, saling memahami, merasa senasib-sepenanggungan, lantas beramal jama’i. Apabila keempat hal tersebut dilakukan, akan terwujudlah kekuatasn jamaah. Setiap muslim adalah potensi Islam dan kaum muslimin. Ia akan memberikan kontribusi kepada Islam dengan kekuatan jiwa dan kepribadiannya. Di samping itu, ia akan memperbanyak jumlah kaum muslimin.

3. Materi
Pemenuhan aspek ini dengan menunaikan zakat, infak, shadaqah, mengisi kotak amal, dan lain-lain. Harta yang mereka infakkan di jalan Islam akan menjadi kekuatan materi bagi Islam terutama kekuatan finansial.
Apabila penyesuaian tersebut telah dilakukan,selanjutnya setiap muslim harus beradaptasi, menyesuaikan diri untuk senantiasa mampu bergerak Islami. Sebab Islam selalu bergerak dinamis sehingga ia pun dituntut untuk bergerak seiring dengannya.

Semangat yang harus dibangun dalam gerak itu adalah dalam rangka untuk beribadah kepada Allah dan merealisasikan keimanan dalam wujud amal nyata. Iman yang benar harus memenuhi tiga aspek yaitu secara jujur mengakui dengan hati, mengikrarkannya dengan lisan, dan mengamalkannya dengan seluruh anggota badan.

Pengakuan hati akan melahirkan kekuatan untuk melakukan perlawanan, pernyataan lisan akan melahirkan pengaruh, sedangkan amal nyata akan mendatangkan hasil yang baik nan produktif.

Pengakuan dan pembenaran yang demikian itulah yang memberikan kedudukan tinggi dan mulia di dunia dan akhirat seperti yang Allah janjikan.

&

Rabbaniyatud Dakwah

8 Nov

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Dakwah yang berorientasi dan bernuansa ketuhanan adalah dakwah yang memenuhi kualitas sebagai berikut:

1. Misi yang berorientasi ketuhanan, yakni apabila memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
– Prinsip-prinsipnya bernuansa ketuhanan.
– Sumbernya dari Allah, didasarkan pada al-Qur’an, sunnah, ijma’, qiyas, dan sumber-sumber hukum Islam lainnya.
– Manhaj yangt bernuansa ketuhanan
– Tujuan yang bernuansa ketuhanan
– Jalan yang bernuansa ketuhanan
– Untuk meninggikan kalimat Allah.

2. Orang-orang yang bernuansa ketuhanan.
Kriteria ini dapat dikatakan terpenuhi apabila orang-orang yang ada dan terlibat di dalam dakwah [terutama para aktifitasnya] menunjukkan hal-hal berikut:
a. Mengajarkan kitab suci pada orang-orang yang didakwahinya
b. Mereka sendiri tetap mempelajari kitab suci dan mengkajinya karena ia adalah bekal yang tak pernah habis dan sumber yang tak pernah kering.
c. Tak pernah merasa hina karena kebesaran dan kemuliaan adalah milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman.
d. Tak pernah merasa lemah dalam memperjuangkan agama Allah karena mereka memiliki orientasi yang jelas dan berpandangan jauh kedepan.

3. Jamaah yang bernuansa ketuhanan
Jamaah terdiri dari pemimpin dan orang-orang yang dipimpin. Setiap dakwah dan gerakan memiliki penggerak dan pengikut yang mendukungnya. Dakwah yang robbani adalah apabila:
a. Pemimpinnya bernuansa ketuhanan, hal ini terlihat dari pemikiran, visi, simat, ucapan dan perilakunya.
b. Anggotanya bernuansa ketuhanan sebagaimana para pemimpinnya.
c. Ukhuwah di antara mereka bernuansa ketuhanan.
d. Mereka adalah jamaah yang kokoh.

&

Karakteristik Dakwah

7 Nov

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Sejak dua dasawarsa terakhir ini dakwah Islam mengalami kemajuan, namun usaha-usaha untuk menyesatkan umat juga semakin gencar dilakukan, bahkan di antaranya ada yang mengatasnamakan Islam. Rasulullah saw. pernah mengatakan bahwa akan ada da’i-da’i yang menyeru pada pintu neraka, mereka berkata dengan bahasa kita dan berpakaian dengan pakaian kita. Karena itu kesadaran dakwah hendaklah disertai dengan pengetahuan akan karakteristiknya. Dakwah yang benar dan lurus memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. rabbaniyyah [berorientasi ketuhanan]. Segala elemen di dalam dakwah diorientasikan kepada Allah; berawal dari Allah, berakhir pun kepada Allah.

2. Islamiyyah gobla jam’iah [keislaman sebelum organisasi], yang disampaikan dan menjadi agenda utama dakwah adalah Islam itu sendiri. Organisasi hanyalah merupakan alat dan cara.

3. Syamil [komprehensif] dan tidak sebagian-sebagian. Islam adalah satu kesatuan sistem yang bagian-bagiannya tidak terpisahkan satu sama lain.

4. Mu’ashirah [aktual-modern], dan tidak konservatif. Dakwah harus selalu dapat menjawab dan menyelesaikan problematika zaman. Segala yang berbau dakwah tidak ada yang kadaluwarsa.

5. Mahaliyah wa’alamiyah [lokal dan internasional]. Islam mempunyai sifat semestawi. Namun Islam juga memasyarakat. Artinya, dakwah Islam juga memberikan perhatian yang sama seriusnya kepada permasalahan lokal.

6. ‘Ilmiyah [selaras dengan logika]. Dakwah Islam selalu berusaha memberikan kesadaran islami. Karena Islam bukan dogma. Islam membangkitkan kesadaran atas dasar makrifat dengan hujjah yang nyata.

7. Bashirah Islamiyyah [pandangan Islami]. Gagasan, konsepsi, dan pemikiran yang ada di dalamnya selalu islami, tidak sekuler, materialis, kapitalis, liberal dan sejenisnya.

8. Inqilabiyah [perubahan total], bukan reformasi tambal sulam, sehingga akan jelas antara yang haq dan yang batil. Upaya ini melahirkan ketakwaan.

9. Mana’atul Islam [kekebalan Islam]
Dakwah memberikan kekebalan Islam melalui:
– Penguasaan teori, yaitu dengan memahami prinsip, fikrah dan sistem.
– Penguasaan moral, diperoleh dengan berbagai latihan: kemauan yang kokoh dan kesetiaan yang kokoh.
– Penguasaan amal, dicapai melalui: pergerakan yang berkelanjutan dan kesadaran berkorban.
&

Unsur- unsur Dakwah

7 Nov

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Unsur-unsur dakwah yang paling utama dapat kita pahami di antaranya dari ayat-ayat tentang dakwah. “Katakanlah [hai Muhammad], ‘Inilah jalan [agama]ku. Aku dan orang-orang yang mengikuti ku mengajak [kamu] kepada Allah atas dasar bashirah [hujjah yang nyata]. Mahasuci Allah, aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik.” (Yusuf: 108)

Anasir-anasir tersebut tersirat pada lafadz-lafadz yang ada di dalamnya, yaitu:

– Qul [katakanlah], mengisyaratkan syari’atud dakwah [legalitas dakwah], yaitu bahwa dakwah merupakan hal yang diperintahkan oleh Allah.

– HaadziHii sabili [inilah jalanku], menunjukkan risalah [misi] dakwah yang harus dikerjakan secara baik dan tidak menggunakan jalan lain karena Islam hanya satu, harus diikuti, dan tidak boleh mengikuti jalan lain yang akan menyesatkan.

– Ad’u [aku mengajak], menggunakan fi’il mudhari’. Ini memberi petunjuk bahwa dakwah adalah gerak yang berkelanjutan. Tidak ada kata berhenti dalam dakwah. Bergerak mencapai tujuan, bila sudah tercapai, tetap bekerja untuk memelihara dan meningkatkan kualitas-kuantitasnya. Demikian hingga Allah mewarisi bumi ini berikut isinya.

– ilallaaH [kepada Allah], menunjuk tujuan akhir yang benar dalam dakwah yaitu mencapai ridla Allah. Dakwah adalah proyek Allah, maka dakwah harus dimaksudkan untuk mendapat ridla dan balasan hanya dari-Nya. Keuntungan dunia hanya merupakan efek yang betapapun besarnya tetap kecil dibanding pahala dan keridlaan Allah.

– ‘Alaa bashirah [atas dasar hujjah yang nyata], menunjukkan bahwa dakwah harus didasarkan pada minhaj [pedoman dan konsepsi yang jelas] bukan dogma. Ini penting agar orang menentukan pilihan atas dasar kesadarannya.

– Ana [aku], menunjukkan qiyadah [pemimpin] yang tulus ikhlas dalam dakwah, tidak mengharap selain ridla Allah. Rasulullah saw. adalah sebaik-baik referensi, sebaik-baik teladan. Untuk dakwahnya beliau telah mengorbankan segala yang mahal dan berharga, jiwa, harta dan raganya.

– Wa manittaba’ani [dan orang-orang ang mengikutiku], menunjuk pendukung dan pasukan yang taat. Dakwah tidak akan dapat mewujudkan tujuannya bila tidak didukung oleh tentaranya yang taat.

– subhaanallaaH [Mahasuci Allah], menunjukkan dedikasi dan totalitas yang harus diberikan untuk dakwah.

Wa maa ana minal musyrikiin (“Aku tidak termasuk orang yang syirik”), menunjukkan semangat dan target dakwah yaitu tauhid, membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama makhluk. Dakwah merupakan perwujudan penghambaan kepada al-Khaliq semata.

&

Penegakan Agama

7 Nov

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Agama yang paling sempurna ini diturunkan ke bumi untuk dimenangkan atas agama-agama lain. Akan tetapi sunnatullah telah menentukan bahwa sesempurna apapun suatu konsepsi, ia membutuhkan junud dan rijaal yang menegakkannya di muka bumi. Rasulullah saw. telah memimpin rijaal yang taat itu dalam upaya penegakkannya melalui beberapa tahapan dengan agenda-agenda berikut:

1. Marhalah Makkah (Tahap Peletakan Dasar-dasar Agama)
Yang dilakukan pada tahab ini adalah menyebarkan prinsip dan kaidah-kaidah Islam yang hanif; pembentukan pribadi muslim yang militan; membentuk jamaah yang solid; merahasiakan struktur; menghindari bentrok dengan lawan; menjauhi medan pertempuran; sabar terhadap cobaan dan siksaan; mencari potensi kekuatan jamaah; dan membangun basis sosial.

Hijrah adalah titik tolak perubahan. Hijrah yang dilakukan meliputi:
a. Hijrah maknawiyah [mentalitas dan semangat] yaitu hijrah dari kegelapan kepada cahaya, dari kekufuran kepada iman; dari syirik kepada tauhid; dari kebatilan kepada kebenaran; dari nifakq kepada istiqamah; dan dari maksiat kepada taat; dan dari individual kepada jamaah.
b. Hijrah makaniyah [tempat] yang dimaksudkan adalah tempat berpijak sementara untuk mendapatkan basis masyarakat pendukung dan wilayah.

2. Marhalah Madinah (Tahap Kemapanan)
Yang dimaksud pada tahapan ini adalah basis masyarakat [pendukung]; basis bumi [wilayah]; kekuatan yang mampu untuk membela; struktur negara; dan dakwah yang sempurna.

&

Pilar-Pilar Kebangkitan Umat

7 Nov

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Umat Islam akan mengalami kebangkitan kembali apabila yang dilakukan dapat mencapai dan menegakkan pilar-pilar kebangkitan, yakni:

1. Kebangkitan ruhiyah
Kebangkitan ruhiyah dicapai dengan membangun mentalitas umat melalui pembinaan aqidah yang benar. Ruhiyah merupakan aspek terpenting dan paling fundamental bagi kebangkitan umat. Karena itu ia harus mendapatkan skala prioritas dalam usaha meraih kejayaan kembali. Rasulullah saw. mengatakan bahwa di dalam jasad ada segumpal daging yang apabila baik maka baiklah seluruh jasad dan apabila ia rusak, akan rusaklah seluruh jasad. Segumpal daging itu adalah hati. Di dalam hatilah bersemayam ruh, inilah yang harus disiram agar segar mewangi bumi.

2. Kebangkitan fikrah
Kebangkitan fikrah meliputi segala aspek intelektual umat. Untuk meraih kejayaannya kembali mereka harus mengejar ketertinggalan di bidang ilmu pengetahuan. Mereka harus tekun belajar, baik pengetahuan tentang agamanya maupun ilmu-ilmu dunia.

3. Penguasaan teoritis
Ketergantungan umat pada non muslim dalam bidang pengetahuan dan teknologi menyebabkan mereka tetap terjajah secara intelektual. Untuk itu maka umat harus memiliki penguasaan teori-metodologi terhadap konsep-konsep dan filosofi ilmu di setiap ranah pengetahuan. Upaya ini harus mendapat perhatian khusus. Agenda ini adalah kerja besar demi mencapai kebangkitan umat, hingga ada di antara mereka yang memiliki spesifikasi di berbagai bidang .

4. Pemahaman lapangan
Di samping penguasaan teori dan konsepsi, umat juga harus memiliki pemahaman lapangan yang baik melalui pengalaman-pengalaman dan praktek yang mereka lakukan.

5. Menyusun langkah
Apabila aspek-aspek kebangkitan di atas telah terpenuhi, selanjutnya kaum muslimin dituntut untuk bisa melakukan perencanaan yang baik dengan menyusun langkah-langkah strategis nan terstruktur bagi pencapaian tujuan.
Kebenaran yang tidak tersusun rapi akan dikalahkan oleh kebathilan yang ditata dengan rapi.

6. Struktur yang kokoh
Struktur yang kokoh akan memungkinkan tercapainya pengorganisasian potensi dan kerja yang maksimal. Semua gerak amal ini akan dipelopori oleh karakah yang memandu kebangkitannya.

&

Dasar-Dasar Tarbiyah Takwiniyah

7 Nov

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Dakwah takwiniyah belum banyak dipahami kaum muslimin, termasuk para da’inya. Padahal dakwah Rasulullah saw. bukan dakwah informatif dan teroritis. Sejak awal perjuangannya Rasulullah saw. memahami bahwa fikrah, nilai-nilai, ajaran, dan konsepsi Islam harus diimplementasikan dalam hidup keseharian sehingga dapat mewujudkan rahmatan lil ‘aalamiin. Maka Rasulullah saw. merekrut kader yang siap menerapkannya dalam kehidupan mereka, memperjuangankannya, membelanya dan menyebarkannya ke seluruh alam.
Di antara dalil-dalil dakwah takwiniyah:

“Hendaklah ada di antara kalian yang mengajak kepada Islam, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang munkar.” (Ali ‘Imraan: 104)

“Di dalam [masjid itu] ada rijaal [orang-orang] yang suka membersihkan diri.” (at-Taubah: 108)

“Di antara kaum mukminin ada rijal yang telah menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah. Di antara mereka ada yang telah syahid, dan di antaranya masih menunggu.” (al-Hujuraat: 15)

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman itu jiwa dan harta mereka bahwa mereka akan mendapat syurga. Mereka berperang, membunuh dan dibunuh.” (at-Taubah: 111)

“Orang-orang yang bertaubat lagi beribadah, memuji, berjihad di jalan Allah, rukuk, sujud, menyuruh yang ma’ruf, dan melarang yang munkar.” (at-Taubah: 112)

“Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untk manusia, kalian memerintahkan yang ma’ruf, melarang yang munkar dan beriman kepada Allah.” (Ali ‘Imraan: 110)

Rijal dengan karakteristik seperti di atas tidak akan lahir dengan sendirinya apabila tidak ada upaya sadar untuk melahirkannya. Dakwah ini harus disertai dengan usaha sadar untuk melahirkan mereka melalui tarbiyah takwiniyah islamiyah yang manhaji.

&