Tag Archives: sarana

Sarana-Sarana Tarbiyah

30 Okt

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Proses dakwah Islamiyah ini tidak bisa dan tidak boleh dilakukan dengan sporadis, asal-asalan, dan tanpa alat. Begitupun dalam mentarbiyah para peserta, diperlukan beragam perangkat yang komprehensif untuk mendukung tercapainya tujuan tarbiyah. Perangkat-perangkat itu meliputi:

1. USRAH
a. Definisi usrah: wadah yang menampung kumpulan orang-orang yang terikat oleh kepentingan yang sama, yaitu: bekerja, mentarbiyah, dan mempersiapkan kekuatan untuk Islam.
b. Tujuan: tujuan usrah di antaranya adalah untuk membentuk kepribadian Islami para anggotanya dan untuk mengukuhkan makna ukhuwah yang sesungguhnya dalam diri anggota.
c. Agenda acara atau program dalam usrah antara lain:
– Evaluasi umum kondisi dan aktifitas anggota
– Mengkaji permasalahan dakwah mutakhir
– Membaca risalah dan arahan pemimpin umum usrah
– Berdiskusi dengan semangat saling menasehati dan etika penghormatan yang tinggi. Dilarang berdebat negatif dan provokatif
– Mengkaji buku-buku yang berkualitas
– Merealisasikan makna ukhuwah dalam pergaualan praktis, seperti menjenguk saudara yang sakit, mencari informasi tentang saudara absen, dan memberi perhatian kepada orang yang memutuskan hubungan.

2. KATIBAH
a. Definisi katibah: kegiatan khusus dalam mentarbiyah anggota yang bertumpu pada tarbiyah ruhani, pelembutan hati, penyucian jiwa, dan membiasakan fisik untuk melaksanakan ibadah secara umum, tahajud, dzikir, tadabur dan merenung.
b. Tujuan katibah: untuk menciptakan keharmonisan bangunan kepribadian Islam yang utuh kepada para anggota dengan menanamkan karakter pandai mendekatkan diri kepada Alah
c. Agenda katibah:
– Shalat maghrib berjamaah dilanjutkan dengan berbuka puasa
– Sambutan pembukaan dari pemimpin katibah atau yang ditunjuk oleh pemimpin
– Pembacaan al-Qur’an oleh Qari’ dan disimak oleh seluruh peserta.
– Membaca wirid al-ma’tsurat wazhifah kubra sendiri-sendiri, kecuali diagendakan secara bersama-sama
– Bangun di sebagian malam
– Shala tahajjut beberapa rekaat sebelum fajar secara munfarid dan dengan bacaan pelan yang tidak mengganggu pesertalain.
– Dzikir, istighfar dan berdoa
– Mengkaji tafsir sebagian al-Qur’an, dianjurkan yang tematik
– Pelajaran sirah nabawiyah untuk diambil ibrah dan keteladanannya
– Penjelasan sejarah dakwah sebagai bahan kajian komprehensif dakwah kontemporer
– Penjelasan tentang tarbiyah, pembinaan, dan penyiapan anggota oleh seorang anggota yang berkompeten dalam bidang tersebut.
– Sambutan penutup oleh pemimpin katibah atau yang mewakilinya
– Evaluasi katibah meliputi waktu dan tempat kegiatan, respon anggota, kedisiplinan, semangat, ketaatan, dan komitmen peserta, realisasi tujuan katibah, syarat, rukun dan etika-etikanya.

3. RIHLAH
a. Definisi rihlah: salah satu sarana tarbiyah sebagai pelengkap untuk mentarbiyah anggotanya berupa kegiatan kolektif yang berorientasi fisik dimana peserta diberi kebebasan untuk bergerak, berolahraga, berlatih, bersabar untuk berkerja sungguh-sungguh, serta menahan haus dan lapar dengan kadar yang berbeda dari usrah maupun katibah.
b. Tujuan rihlah: secara khusus adalah untuk membugarkan fisik dan psikis para anggota. Secara umum adalah untuk mempererat hubungan antar anggota, dan bersama-sama melatih pemahaman serta aplikasi hidup berjamaah dan tugas-tugas kepemimpinan.
c. Agenda acara rihlah:
– Sambutan pembuka dari pemimpin atau yang mewakilinya
– Shalat dluha dan pembacaan ayat-ayat al-Qur’an
– Acara inti rihlah yang dipersiapkan
– Forum evaluasi
– Sambutan penutup oleh pemimpin atau yang mewakilinya

4. MUKHAYAM
a. Definisi mukhayam: salah satu sarana tarbiyah berupa kegiatan semacam kepanduan untuk menyiapkan para pemuda agar menjadi team pejuang Islam, yang dari merekalah ide jihad dalam Islam dapat terwujud
b. Tujuan mukhayam lebih luas cakupannya:
– Pengumpulan orang secara umum atau anggota secara khusus dalam satu kebersamaan
– Program tarbiyah yang tidak tercakup dalam sarana-sarana tarbiyah terdahulu.
– Pelatihan yang merupakan tujuan utama mukhayam yakni latihan untuk hidup secara militer dengan segala tugas dan kewajibannya.
c. Agenda acara mukhayam
– Olahraga untuk persiapan fisik agar bugar dan segar
– Latihan kemiliteran untuk menyiapkan tugas-tugas kemiliteran
– Tarbiyah ruhiyah untuk membersihkan hati dan mendekat Allah
– Perenungan tentang jihad dan diikuti latihan kemiliteran.
– Peningkatan tsaqafah dengan diskusi bertema tertentu.
– Ta’aruf untuk memperkokoh ikatan ukhuwah peserta.
– Berlomba di arena mukhayam antar peserta untuk menampilkan kerja yang terbaik masing-masing peserta.

5. Daurah
a. Definisi daurah adalah salah satu sarana tarbiyah berupa kegiatan mengumpulkan sejumlah anggota yang relatif banyak di suatu tempat untuk mendengarkan ceramah, kajian, penelitian, dan pelatihan tentang suatu masalah, dengan mengangkat tema tertentu yang dirasa penting bagi keberlangsungan amal Islamni.
b. Tujuan: untuk mempersiapkan personil atau pemimpin dengan matang untuk menunaikan tugas-tugas aktifitas, studi, dan dialog di satu sisi, serta untuk mampu melihat sampel ideal yang docontohkan oleh para pembicara di forum daurah, di sisi yang lain.
c. Agenda acara daurah minimal harus terealisasi antara lain:
– Ceramah, komentar dan tanya jawab yang dimoderatori pakar
– Forum diskusi yang dipandu ahlinya
– Presentasi hasil kajian lalu mendiskusikannya
– Forum evaluasi oleh pimpinan daurah.
– Pelatihan kegiatan yang harus dilatihkan

6. NADWAH
a. Definisi, nadwah adalah sebuah pertemuan yang menghimpun sejumlah pakar dan para spesialis untuk mengkaji suatu tema ilmiah atau persoalan dimana setiap mereka memberikan pendapatnya dengan argumentasi dan bukti-bukti.
b. Tujuan nadwah adalah untuk membuka pengetahuan dan wawasan pemikiran
c. Agenda nadwah minimal yang harus terealisasi antara lain:
– Kecermatan memilih tema yang meyakinkan dan urgen bagi masyarakat dan perjuangan kaum muslimin.
– Memperdalam kajian terpilih dengan pemaparan yang argumentatif dan terbukti
– Memberi kesempatan dialog kepada para peserta dan hadirin
– Disiplin dalma setiap mata acaranya, dibingkai dengan penuh kesungguhan, ketenangan, dan senyuman.
– Komentar secukupnya dari pimpinan nadwah/moderator atas setiap pembicara.
– Ringkasan semua pendapat yang terlontar (juga segala yang terjadi di nadwah) didokumentasi dengan baik.

7. MUKTAMAR
a. Definisi: Muktamar adalah sebuat forum yang pesertanya bersifat umum baik personal, lembaga, maupun para pakar, untuk bermusyawarah dan mengkaji suatu persoalan serta membuat beberapa keputusan dan rekomendasi yang perlu disebarluaskan.
b. Tujuan muktamar:
– Mengumpulkan para pakar, peneliti, dan ahli ilmu tertentu
– Mengumpulkan peserta yang konsern terhadap suatu tema
– Melatih pengkaji menyiapkan analisanya secara matang.
– Melatih peserta menyiapkan pendapatnay secara matang.
– Cermat dan teliti dalam memilih tema yang urgen dan layak didiskusikan para ahli dan peserta.
– Upaya membangkitkan semangat mengkaji secara ilmiah dan obyektif terhadap suatu persoalan dakwah dan umat.
– Membangun prinsip kebebasan berpendapat dalam kajian ilmiah.
– Melatih amal jama’i.
– Mengakomodasi para ulama dan pakar untuk saling berkenalan.
– Meneguhkan ukhuwah dalam kebesamaan dalam satu tujuan melalui interaksi ilmiah suatu persoalan yang diangkat.
– Meneguhkan prinsip penting: kontinyuitas pengembangan amal Islam menghadapi berbagai perubahan zaman.
c. Agenda/ program muktamar berarti segala muatan acara muktamar secara internal berupa tata aturan, administrasi, pemilihan tema, seleksi para pembicara dan peserta, penentuan waktu dan tempat, serta sistem kepanitiaan dan rekomendasi.

&

Sarana Perang Pemikiran

23 Okt

Sarah Rasmul Bayan Tarbiyah; Jasiman Lc.

Betapapun berbeda ideologi, nama, wadah, dan kepentingannya, musuh-musuh Islam yang terdiri dari kaum atheis, Yahudi, Nasrani, Musyrikin dan munafiqin bersatu memerangi Islam dan kaum muslimin. Untuk sementara waktu, mereka dapat melupakan permusuhan dan konflik horisontal yang terjadi di antara mereka dalam rangka mencapai tujuan yang lebih besar dan menghadapi musuh yang lebih besar. Al-Qur’an menyebut mereka sebagai golongan sekutu [al-Ahzab] dengan kesombongan dan keangkuhan sebagai karakteristiknya.

Engkau mengira bahwa mereka bersatu padahal hati mereka bercerai berai. Mereka bersama dengan pasukan iblis lainnya telah mengeluarkan biaya sangat besar untuk menghalangi manusia dari jalan Allah. Mereka pasti akan membelanjakannya, kemudian dana itu akan menjadi penyesalan bagi mereka. Dan mereka pasti akan kalah.
Sarana-sarana yang mereka gunakan untuk mencapai tujuan busuk itu adalah:

1. Pers dan media informasi
Media cetak maupun elektronik telah mendapatkan posisi tersendiri di era informasi global ini. Ada pendapat yang mengatakan bahwa siapa yang menguasai informasi, ia akan menguasai dunia. Musuh-musuh Islam telah menggunakan media-media itu sebagai mimbar dan corong yang efektif untuk menyebarkan syubhat dan kemungkaran.

2. Pendidikan
Mereka menempatkan orang-orang nya di berbagai jabatan, bahkan memasukkan ajaran agama dan ideologi mereka ke dalam kurikulum di semua level. Melalui pendidikan mereka telah berhasil memurtadkan pemuda-pemuda Islam, terutama mereka yang telah diberi beasiswa untuk belajar di negeri-negeri barat.

3. Penerbitan
Mereka menerbitkan brosur, buletin, dan sejenisnya. Meskipun tidak terang-terangan, nilai-nilai kekafiran dan propaganda kefasikan sangat kentara dalam media-media mereka.

4. Hiburan
Mulai hiburan tradisional, modern, hingga reality show mereka manfaatkan juga. Untuk itu mereka tidak hanya mendirikan cafe-cafe, pub, bioskop, tempat-tempat lokalisasi, namun juga memanfaatkan radio, tv, internet dan sebagainya. Demikian itu karena hiburan sangat efektif untuk melalaikan umat dari agenda besar dan nasib memprihatinkan yang menimpa saudara atau negeri mereka.

5. Klub-klub
Klub seni dan budaya, hobi, bahkan klub arisan tak luput dari perhatiannya. Dalam kelompok-kelompok itu mereka menanamkan tradisi-tradisi jahiliyyah seperti khamr, judi, ikhtilath, standing party dan sebagainya.
6. Olah raga
Mereka menyebut prestasi dalam olahraga sebagai kepahlawanan yang pantas dibanggakan. Kalau hanya sebatas olahraga, tentu akan baik-baik saja. masalahnya adalah bahwa olahragapun mereka gunakan untuk melalaikan probema azazi kehidupan.

7. Yayasan dan LSM
Sebagiannya menggunakan nama Islami dan melakukan kegiatan-kegiatan yang terkesan Islami. Bahkan ada sejumlah gereja yang menggunakan pakaian adat masyarakat Islam berikut puji-pujian mereka dalam misa di gereja.

Seluruh usaha dan sarana itu mereka kerahkan secara simultan kepada sasaran paling empuk yaitu kaum mustadl’afin [kaum lemah]. Hasilnya banyak di antara mereka yang miskin dan berpendidikan rendah itu murtad. Mereka itu menjadi sasaran empuk ghazwul fikri karena pengalaman membuktikan bahwa orang tidak akan berpindah dari agama Islam kecuali yang lemah imannya, ditambah lagi miskin, bodoh, atau beambisi terhadap kedudukan. Strategi yang mereka lakukan adalah memberi perhatian dan advokasi. Setelah bertanam budi, mereka minta komitmen.

&