Tag Archives: Seruan Terbuka untuk Keluar dari Neraka dan Masuk Surga

Seruan Terbuka untuk Keluar dari Neraka dan Masuk Surga

6 Jul

Neraka, Kengerian dan Siksaannya;
Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Seruan dari neraka menuju surga merupakan seruan terbuka dari Dzat Yang Mahapengasih kepada hamba-hamba-Nya di dunia sampai matahari terbit dari arah terbenamnya. Maksudnya adalah bertobat dan kembali kepada jalan Allah swt. dari segala dosa dan perbuatan-perbuatan durhaka, perbuatan keji dan mengikuti bujukan hawa nafsu, serta tidak mau menyembah Allah swt. dan taat kepada-Nya secara global mengharuskan pelakunya masuk neraka ketika ia meninggal dunia dalam kekufuran dan dosa-dosanya.

Allah swt. telah menciptakan surga yang mampu menampung semua makhluk-Nya dengan berbagai kenikmatan agung di dalamnya, keluasan tempat, dan kedudukan yang terhormat dan aman. Allah swt. telah menyeru kepada kita untuk memasuki surga-surga-Nya dan tidak menyeru kita untuk memasuki neraka-Nya.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,” (Ali ‘Imraan: 133)

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (al-Hadid: 21)

Dalam al-Qur’an Allah juga sering mengajak kita untuk segera bertobat dan kembali kepada-Nya serta meninggalkan berbagai perbuatan durhaka dan dosa karena Allah swt. adalah Dzat yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. Oleh karena itu Dia berkeinginan memasukkan kita ke dalam surga-Nya yang kekal.

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (az-Zumar: 53)

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: ‘Ya Rabb Kami, sempurnakanlah bagi Kami cahaya Kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.’” (at-Tahrim: 8)

Agar manusia tidak berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah swt dan diterima tobatnya atau merasa takut dan khawatir kepada Allah swt. jika sampai Allah tidak menerima tobatnya setelah melakukan dosa-dosa dan berbagai perbuatan keji yang telah dilakukannya, lalu apa yang akan dilakukan dengan tobatnya dalam mengisi umur yang tersisa setelah melakukan perbuatan durhaka, dosa-dosa, tidak taat, dan tidak beribadah kepada-Nya, serta tidak melaksanakan kewajiban-kewajiban dari Nya? Oleh karena itu Allah swt mengajak dan menyeru kepada semua hamba-Nya tanpa terkecuali bahwa apabila mereka mau kembali dan memohon ampun kepada Allah swt dan bertobat kepada-Nya dengan sungguh-sungguh, Allah swt tidak hanya mengabulkan tobat mereka, bahkan Dia akan menggantikan keburukan-keburukan mereka dengan kebaikan-kebaikan meskipun sebesar apapun dosa-dosanya.

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan mengerjakan amal saleh, Maka Sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (al-Furqaan: 70-71)

Setiap kehidupan dan peristiwa akan mencapai titik penghabisannya, kecuali surga dan neraka, yang tidak akan pernah berakhir. Di dalam surga dan neraka tersebut terdapat kekekalan dan keabadian. Dan ini adalah perjalanan akhir manusia, semoga manusia mampu memilih tempat akhir yang terbaik baginya.

“Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari kami. Maka Apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik, ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat? perbuatlah apa yang kamu kehendaki; Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” (Fushilat: 40)

“Dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah Sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, supaya jangan ada orang yang mengatakan: ‘Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku sesungguhnya termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah), atau supaya jangan ada yang berkata: ‘Kalau Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa’. Atau supaya jangan ada yang berkata ketika ia melihat azab ‘Kalau Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), niscaya aku akan Termasuk orang-orang berbuat baik.’” (az-Zumar: 54-58)

&