Tag Archives: Tafsir Ibnu Katsir Surah Huud ayat 100-101

Tafsir Ibnu Katsir Surah Huud ayat 100-101

1 Okt

Tafsir Al-Qur’an Surah Huud
Surah Makkiyyah; surah ke 11: 123 ayat

tulisan arab alquran surat huud ayat 100-101“Itu adalah sebahagian dari berita-berita negeri (yang telah dibinasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (Muhammad); di antara negeri-negeri itu ada yang masih terdapat bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah. (QS. 11:100) Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka ilah-ilah yang mereka seru selain Allah, di waktu adzab Rabbmu datang. Dan ilah-ilah itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka. (QS. 11:101)” (Huud: 100-101)

Ketika Allah telah menyebutkan kabar para Nabi dan apa yang dihadapi mereka bersama umatnya dan bagaimana Allah membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan orang-orang mukmin, Allah berfirman: dzaalika min amba-il quraa (“Itu adalah sebahagian dari berita-berita negeri [yang telah dibinasakan].”) Maksudnya, kabar tentang mereka.
Naqshush-Hu ‘alaika (“Kami ceritakan kepadamu [Muhammad]”) di antara negeri-negeri itu ada yang masih terdapat bekas-bekasnya. ” Maksudnya, masih ada. Wa hashiid (“Dan ada [pula] yang telah musnah.”) Maksudnya, telah hancur.

Wa maa dhalamnaaHum (“Dan Kami tidaklah menganiaya mereka,”) maksudnya jika Kami membinasakan mereka. Wa laakin dhalamuu anfusaHum (“Tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.”) Dengan kedustaan dan kekafiran mereka terhadap utusan-utusan Kami. Wamaa aghnat ‘anHum aaliHatuHum (“Karena itulah tidak bermanfaat sedikit pun kepada mereka ilah-ilah mereka.”) Berhala-berhala mereka yang mereka beribadah dan berdo’a kepadanya; min duunillaaHi min syai-in (“Sesuatupun selain Allah.”) Berhala-berhala itu tidak berguna dan tidak menyelamatkan mereka ketika mereka dibinasakan.

Wamaa zaaduuHum ghaira tatbiib (“Dan ilah-ilah itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka.”) Mujahid, Qatadah dan yang lainnya berkata: “Maksudnya, kecuali kerugian, itulah sebab kebinasaan dan kehancuran mereka, yaitu karena mereka mengikuti ilah-ilah itu, maka dari itu mereka rugi di dunia dan akhirat.”

Bersambung