Tag Archives: takbir

Sunnah Membaca Takbir dan Tasbih Saat Bepergian

1 Mei

Riyadhush shalihin, Imam Nawawi,
Akhlak dan Tuntunan Kaum Muslimin

Dari Jabir r.a., katanya: “Kita semua – di waktu bepergian -apabila naik kita bertakbir dan apabila turun kita bertasbih.” (Riwayat Bukhari)

Dari Ibnu Umar radhiallahu’anhuma, katanya: “Nabi s.a.w. dan seluruh tentaranya itu apabila mendaki ke gunung-gunung, mereka semuanya bertakbir dan apabila turun mereka bertasbih.” Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.

Dari Ibnu Umar r.a. pula, katanya: “Nabi s.a.w. itu apabila kembali dari haji atau umrah, setiap kali beliau naik di atas gunung atau tanah tinggi yang keras, beliau tentu bertakbir sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengucapkan – yang artinya: “Tiada Tuhan melainkan Allah yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya,juga bagiNyalah segenap kerajaan dan puji-pujian. Allah adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Kita semua kembali, kita semua bertaubat – kepada Allah, menyembah, bersujud kepadaTuhan kita serta mengucapkan puji-pujian. Allah menepati janjiNya, menolong hambaNya dan mengalahkan pasukan-pasukan musuh dengan seorang diri saja.” (Muttafaq ‘alaih)

Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:
“jikalau beliau s.a.w. kembali dari memimpin pasukan atau tentara – dalam peperangan – atau dari haji atau umrah.”

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, saya hendak bepergian, maka berikanlah wasiat pada saya!” Beliau s.a.w. bersabda: “Hendaklah engkau tetap bertaqwa kepada Allah serta bertakbir pada setiap berada di tempat yang tinggi.” Setelah orang itu menyingkir, beliau s.a.w. lalu mengucapkan doa – yang artinya: “Ya Allah, lipatlah – yakni dekatkanlah – yang jauh untuknya dan permudahkanlah untuknya dalam perjalanannya itu.”
Diriwayatkan oleh Imam Termidzi dan ia mengatakan bahwaini adalah Hadis hasan.

Dari Abu Musa al-Asy’ari r.a., katanya: “Kita semua bersama Nabi s.a.w. dalam bepergian, lalu apabila kita semua naik di atas suatu jurang, kita semua bertahlil serta bertakbir dan amat keraslah suara-suara kita itu. Kemudian Nabi s.a.w. bersabda: “Hai sekalian manusia, kasihanilah pada dirimu sendiri – yakni jikalau bersuara tidak perlu keras-keras, sebab sesungguhnya engkau semua itu bukannya berdoa kepada Tuhan yang bersifat tuli ataupun yang tidak ada Zatnya, sesungguhnya Tuhan itu adalah beserta engkau semua dan Dia Maha Mendengar lagi Dekat.” (Muttafaq’alaih)

&

Takbir dan tasbih dalam perjalanan

4 Jan

Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan Hadits;
Said bin Ali Al-Qahthani

takbir dan tasbih dalam perjalanan

Keutamaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir

3 Jan

Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan Hadits;
Said bin Ali Al-Qahthani

keutamaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir 1 keutamaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir 2 keutamaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir 3 keutamaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir 4 keutamaan tasbih, tahmid, tahlil dan takbir 5

Bertakbir pada setiap melempar Jumrah

2 Jan

Kumpulan Doa dalam Al-Qur’an dan Hadits;
Said bin Ali Al-Qahthani

betakbir pada setiap lemparan jumrah

Mewarnai gambar lafadz takbir anak muslim

27 Mar

Mewarnai Gambar Islami Untuk Anak Muslim
Untuk Kreatifitas dengan Mewarnai Gambar Islami
alquranmulia.wordpress.com

Mewarnai gambar lafadz takbir anak shalih

 

&

Tasbih dan Takbir Termasuk di Antara Kenikmatan Ahli Surga

1 Apr

Surga Kenikmatan Yang Kekal; Berita Akhirat; Mahir Ahmad Ash-Shufiy

Sesungguhnya Allah swt. memberi ilham atau inspirasi kepada orang-orang mukmin di surga untuk bertasbih dan bertakbir, sebagaimana Allah swt. memberi ilham atau inspirasi kepada jiwa, dan menghidupkan mereka dalam kenikmatan tasbih dan takbir yang telah Allah ciptakan untuk mereka.

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya kelompok pertama yang akan masuk surga itu berwajah tampan dan cantik seperti rembulan di malam bulan purnama. Kemudian, cahaya wajah orang-orang yang mengikuti di belakangnya seperti bintang kejora yang paling gemerlap cahayanya di langit, setelah itu cahaya-cahaya itupun turun. Mereka tidak perlu buang air kecil dan buang air besar, tidak ingusan, dan tidak meludah. Sisir mereka terbuat dari emas, aroma keringat mereka seperti parfum misik, aroma dupanya harum mirip dupa india. Istri-istri mereka adalah para bidadari, setiap orang memiliki dua istri yang air sumsum betisnya terlihat dari balik daging karena kecantikannya. Tidak ada perseteruan atau saling dengki di antara mereka. hati mereka seperti hati milik satu orang. Mereka senantiasa bertasbih menyucikan nama Allah setiap pagi dan malam.” (HR Bukhari)

Dalam sebuah riwayat disebutkan: “Allah swt. memberi ilham atau inspirasi kepada orang-orang mukmin di surga untuk bertasbih dan bertakbir sebagaimana Allah swt. juga memberi ilham atau inspirasi kepada jiwa.” (HR Muslim)

Mungkin akan ada orang bertanya, “Surga bukan tempat untuk menerima perintah dan beramal. Lalu bagaimana mereka masih melakukan tasbih dan takbir, sedangkan tasbih dan takbir termasuk salah satu yang diperintahkan ketika masih di dunia?”

Ibnu Taimiyah berkata: “Tasbih dan takbir merupakan salah satu bentuk kenikmatan yang dapat dinikmati oleh ahli surga. Tasbih dan takbir ini bukanlah suatu perintah atau tuntunan yang bisa memperoleh pahala. Namun, amal itu sendiri merupakan suatu kenikmatan sehingga jiwa dapat menikmati dan bersenang-senang dengannya.”

Imam al-Qurthubi dalam at-Tadzkirah berkata, “Tasbih dan takbir ini bukanlah suatu perintah atau tuntunan kewajiban. Ia merupakan ilham atau inspirasi, bukan suatu tekanan, sebagaimana mereka bernafas tanpa harus bersusah payah.”

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani berkata: “Jika manusia bernafas tanpa ada siapapun yang memaksanya meskipun memang ia harus bernafas, Allah menjadikan tasbih sebagai nafas mereka. hal itulah yang menyebabkan hati mereka senantiasa bercahaya dalam makrifat kepada Allah, penuh rasa cinta kepada Allah, sebagai cintanya untuk senantiasa menyebut nama-Nya.

Mahir Ahmad Ash-Shufiy mengatakan bahwa kenikmatan dalam segala rupa dan bentuknya berada dalam kekuasaan Allah swt. Dialah Dzat yang menjadikan segala yang diterima orang-orang mukmin sebagaimana yang Allah kehendaki. Dialah Dzat yang Mahakuasa, yang menjadikan nafas orang-orang mukmin yang tidak perlu usaha tersebut berupa tasbih dan takbir. Dengan tasbih dan takbir tersebut, orang-orang mukmin merasakan kenikmatan yang besar, bahkan boleh jadi termasuk salah satu kenikmatan yang besar bagi orang-orang mukmin yang hidup di surga.

&