Tafsir Ibnu Katsir Surah At-Taubah / Al-Bara’ah ayat 75-78

28 Jun

Tafsir Al-Qur’an Surah At-Taubah (Pengampunan)
Surah Madaniyyah; surah ke 9: 129 ayat

tulisan arab alquran surat at taubah ayat 75-78“Dan di antara mereka ada orang yang telah berikrar kepada Allah: ‘Sesungguhnya jika Allah memberikan sebahagian dari karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih.’ (QS. 9:75) Maka setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu dan berpaling, dan mereka memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran). (QS. 9:76) Maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai pada waktu mereka menemui Allah, karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya, dan (juga) karena mereka selalu berdusta. (QS. 9:77) Tidakkah mereka tahu bahwasannya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah amat mengetahui segala yang ghaib? (QS. 9:78)” (at-Taubah / al-Baraah: 74-78)

Allah berfirman, di antara orang-orang munafik itu ada yang mengikrarkan janjinya kepada Allah Ta’ala, yaitu jika Allah memberikan kecukupan karunia-Nya kepadanya, niscaya mereka akan menyedekahkan sebagian dari hartanya dan akan termasuk orang-orang yang shalih. Setelah apa yang diinginkan itu dipenuhi, ia tidak melaksanakannya, maka Allah memberikan akibat kepada mereka atas perbuatan ini, berupa kemunafikan yang memenuhi hati mereka, sampai saat mereka kelak bertemu dengan Allah swt pada hari Kiamat. Semoga Allah melindungi kita dari hal demikian itu.

Firman-Nya: bimaa akhlafullaaHa maa wa’aduuHu (“Karena mereka telah memungkiri terhadap Allah apa yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya.”) Yaitu, menimbulkan kemunafikan dalam hati mereka, karena mengingkari dan mendustakan janji mereka. Sebagaimana yang dijelaskan ash-Shahihain, dari Rasulullah saw. beliau bersabda:
“Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga: Jika berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits itu mempunyai syahid (penguat) yang sangat banyak. Wallahu a’lam.

Firman-Nya: alam ya’lamuu annallaaHa ya’lamu sirraHum wa najwaaHum (“Tidakkah mereka tahu Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka.”) Allah berfirman, bahwa Allah mengetahui rahasia dan sesuatu yang sangat tersembunyi dan Allah mengetahui apa yang ada dalam hati kecil mereka, meskipun secara lahiriyah mereka menampakkannya, yaitu jika mereka mempunyai harta benda, mereka akan menyedekahkan sebagian darinya, serta mensyukurinya.

Sesungguhnya Allah lebih mengetahui tentang mereka daripada diri mereka sendiri, karena Allah Ta’ala itu mengetahui setiap yang ghaib dan yang nyata, setiap rahasia dan bisikan, serta mengetahui yang tampak dan yang tersembunyi.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: