Ta’awun

16 Jan

Ukhuwah Islamiyah; Merajut Benang Ukhuwah Islamiyyah;
DR. Abdul Halim Mahmud

Ta’awun berarti saling membantu. Allah swt. telah memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman untuk saling membantu dalam melaksanakan kebaikan, yang disebut dengan kata al-birr, dan dalam perilaku meninggalkan kemungkaran yang disebut dengan kata at-taqwa.

Adapun yang mengatakan bahwa kata al-birr meliputi hal-hal yang diwajibkan dan mandub [sunah] sedangkan at-taqwa berarti menjaga kewajiban. Allah swt. melarang orang-orang beriman untuk saling membantu dalam kebathilan dan perbuatan dosa.

Ada pula yang mengatakan bahwa pengertian al-itsmu adalah meninggalkan apa yang diperintahkan Allah sedangkan al’udwan adalah melanggar apa yang dilarang oleh Allah dalam agama-Nya.

Ta’awun adalah buah dari tafaqud dan ri’ayah. Ia bisa memperkokoh ikatan antara orang-orang yang berukhuwah dalam Islam, serta memperkuat fondasi dan tiangnya.

Indikasi-indikasi ta’awun yang dilaksanakan oleh orang-orang yang berukhuwah dalam Islam banyak jumlahnya. Diantaranya:

– Ta’awun dalam memerintahkan yang ma’ruf, mengamalkan kebaikan, dan melaksanakan ketaatan sesuai dengan petunjuk Islam, yang pada intinya menyatakan bahwa sebaik-baik sahabat adalah yang mengingatkanmu apabila kamu lupa dan membantumu apabila kamu ingat. Menaati dan mendekatkan diri kepada Allah merupakan amalan yang menyenangkan hati apabila terdapat sahabat dan orang yang menolong.
– Ta’awun dalam meninggalkan kemungkaran, hal yang diharamkan, dan bahkan yang makruh. Mencegah perbuatan munkar dan ta’awun dalam meninggalkannya merupakan perilaku yang menyenangkan hati.
– Ta’awun dalam mendekatkan dan mendorong manusia untuk berada di atas kebenaran, menghubungkan mereka dengan jalan petunjuk, dan berupaya terus menerus untuk mengubah mereka dari suatu keadaan kepada keadaan lain yang lebih diridlai Allah swt. Ini merupakan amalan yang seringkali membutuhkan usaha yang dilakukan oleh lebih dari satu orang, karena itu harus ada ta’awun.

Amalan ini, yaitu ta’awun untuk memberikan petunjuk orang muslim dan mengantarkannya kepada jalan yang ditempuh oleh kafilah yang mencari ridla Allah dengan melaksanakan amal shalih, menurut Islam, lebih berharga daripada unta merah yang merupakan kenikmatan dunia yang paling besar dan paling berharga.

Abu Dawud telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Sahl bin Sa’ad ra. dari Nabi saw. yang bersabda: “Demi Allah, jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang karena dakwah yang engkau sampaikan kepadanya, sungguh hal itu lebih baik bagimu daripada unta merah.”

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: