Muhkam dan Mutasyabih dalam Arti Khusus

9 Mar

Ilmu Al-Qur’an (‘Ulumul Qur’an)
Studi Ilmu-ilmu Al-qur’an; Mannaa’ Khaliil al-Qattaan

Dalam al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang muhkam dan mutasyabih dalam arti khusus, sebagaimana disinyalir dalam firman Allah yang artinya:

“Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: ‘Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.’ dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” (Ali ‘Imraan: 7)

Mengenai pengertian muhkam dan mutasyabih terdapat banyak perbedaan pendapat. Yang terpenting di antaranya sebagai berikut:

1. Muhkam adalah ayat yang mudah diketahui maksudnya, sedangkan mutasyabih hanyalah diketahui maksudnya oleh Allah sendiri.

2. Muhkam adalah ayat yang hanya mengandung satu wajah, sedang mutasyabih mengandung banyak wajah.

3. Muhkam adalah ayat yang maksudnya dapat diketahui secara langsung, tanpa memerlukan keterangan lain, sedang mutasyabih tidak demikian, ia memerlukan penjelasan dengan merujuk kepada ayat-ayat lain.

Para ulama memberikan contoh ayat-ayat muhkam dalam al-Qur’an dengan ayat-ayat nasikkh, ayat-ayat tentang halal, haram, hudud [hukuman], kewajiban, janji dan ancaman. Sementara untuk ayat-ayat mutasyabih mereka mencontohkan dengan ayat-ayat mansukh dan ayat-ayat tentang Asma’ Allah dan sifat-sifat-Nya, antara lain:

“Ar-Rahmaan bersemayam di atas ‘Arsy.” (ThaaHaa: 5)
“Segala sesuatu pasti binasa kecuali wajah-Nya.” (al-Qashash: 88)
“Tangan Allah di atas tangan mereka.” (al-Fath: 10)
“Dan Dia lah yang berkuasa di atas hamba-hamba-Nya.” (al-An’am: 18)
“Dan datanglah Tuhanmu.” (al-Fajr: 22)
“Dan Allah memarahi mereka.” (al-Fath: 6)
“Allah ridha terhadap mereka.” (al-Bayyinah: 8)
“Maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu.” (Ali ‘Imraan: 31)

Dan masih banyak lagi ayat-ayat lainnya. Termasuk di dalamnya permulaan beberapa surah yang dimulai dengan huruf-huruf Hijaiyah dan hakekat hari kemudian serta ‘ilmus-Saa’ah.

&

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: