Berharap Kepada Allah (3)

2 Mei

Riyadhush shalihin; Imam nawawi; al-Qur’an-Hadits

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata: “Kami duduk-duduk dengan Rasulullah saw., Abu Bakar dan Umar ra., serta para sahabat yang lain, kemudian Rasulullah saw. berdiri dan meninggalkan kami. Mak kami menunggu-nunggu, tetapi beliau tidak kembali. Kami merasa khawatir dan cemas kalau-kalau beliau terhalang oleh sesuatu, maka kami semua berdiri dan sayalah orang yang pertama kali merasa cemas. Saya lalu keluar mencari Rasulullah saw. sehingga saya sampai ke pagar tembok seorang Anshar.” Ia bercerita panjang lebar, sampai ia mengucapkan: “Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Pergilah dan jumpai siapa saja yang kamu temui di pagar tembok ini menyaksikan bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dengan keyakinan hatinya, maka gembirakanlah dia dengan surga.” (HR Muslim)

Dari Abdullah bin Amr bin al-‘Ash ra. ia berkata: Ketika Nabi saw. membaca firman Allah yang menceritakan tentang keadaan Nabi Ibrahim as.: Rabbi innaHunna adl-lalnaa katsiiram minannaasi faman tabi’anii fa innaHuu minnii (“Wahai Rabb-ku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan manusia. Maka barangsiapa saja yang mengikuti aku, maka sesungguhnya ia termasuk golonganku”) dan juga tentang keadaan Nabi Isa: in tu-‘adz-dzibHum fa innaHum ‘ibaaduka wa in taghfirlaHum fa innaka antal ‘aziizul hakim.” (Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana).” Kemudian Rasulullah mengangkat kedua tangannya seraya berdoa: “AllaaHumma ummatii, ummatii.(Ya Allah tolonglah umatku, tolonglah umatku).” Dan beliau terus menangis. Kemudian Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Hai Jibril, datanglah kepada Muhammad, dan tanyakan kenapa ia menangis?” kemudian Jibril mendatangi Rasulullah saw. dan menceritakan semua yang barusaja difirmankan-Nya kepada Jibril setelah kembali, kemudian Allah Ta’ala berfirman: “Hai Jibril datanglah kepada Muhammad dan katakanlah: “Sesungguhnya Kami (Allah) akan memberikan keridlaan [kesenangan] kepadamu tentang umatmu dan Kami tidak sampai menyakiti hatimu.” (HR Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabal ra. ia berkata: Saya menemani Nabi saw. di atas keledai, kemudian beliau bertanya: “Wahai Mu’adz tahukah kamu apakah hak Allah atas hamba-Nya dan apakah hak hamba atas Allah?” Saya menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya hak Allah atas hamba-Nya, adalah mereka menyembah dan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Sedangkan hak hamba atas Allah, adalah tidak menyiksa orang yang tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun.” Kemudian saya bertanya: “Wahai Rasulullah, bolehkah saya menyampaikan kabar gembira ini kepada orang banyak?” Beliau menjawab: “Jangan kamu kabarkan berita gembira ini kepada mereka, karena mereka nanti akan berlaku seenaknya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari al-Barra’ bin ‘Azib ra., dari Nabi saw. beliau bersabda: “Seorang muslim, apabila ditanya di dalam kubur, maka ia bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah.” Hal ini sesuai dengan firman Allah Ta’ala yang artinya: “Allah akan menetapkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang baik di kala hidup di dunia maupun di akhirat.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Anas ra. dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Sesungguhnya orang kafir itu apabila melakukan kebaikan, ia langsung diberi balasan yang ia rasakan di dunia. Sedangkan bagi orang mukmin, sesungguhnya Allah Ta’ala menyimpan kebaikan-kebaikannya untuk di akhirat, dan ia dikaruniai rizky di dunia karena ketaatannya.”
Dalam riwayat lain dikatakan Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya kebaikan orang mukmin, dia diberi karunia di dunia, karena kebaikannya dan kebaikan itu masih dibalas lagi kelak di akhirat. Adapun orang kafir, ia mendapat karunia di dunia karena kebaikan-kebaikan yang ia kerjakan tidak karena Allah. Sehingga apabila ia pulang ke akhirat, maka ia tidak akan memperoleh balasan apa-apa atas kebaikan yang ia kerjakan itu.” (HR Muslim)

Dari Jabir ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Perumpamaan shalat lima waktu, bagaikan sungai yang penuh dengan air mengalir pada pintu salah satu seorang di antara kalian. Dan ia mandi lima kali setiap hari dari sungai itu.” (HR Muslim)

Dari Ibnu Abbas ra. ia berkata: saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Seorang Muslim yang meninggal dunia kemudian jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yang tidak mempersekutukan Allah, maka Allah menerima syafaat dan doa mereka terhadap orang yang meninggal dunia itu.” (HR Muslim)

Dari Ibnu Mas’ud ra. ia berkata: Kami bersama-sama Rasulullah saw. di dalam suatu majelis yang berbentuk lingkaran berjumlah kurang lebih empat puluh orang, kemudian beliau bertanya:”Apakah kalian suka, seandainya kalian merupakan seperempat penghuni surga?” Kami menjawab: “Ya, suka.” Beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, aku berharap semoga kalian merupakan setengah dari penghuni surga. Dan surga itu hanya akan dimasuki orang Islam. Kalian di tengah-tengah orang musyrik itu, bagaikan rambut putih pada kulit lembu hitam, atau bagaikan rambut hitam pada kulit lembu merah.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Musa al-Asy’ari ra. ia berkata: Rasulullah saw. bersabda:”Jika hari kiamat tiba, Allah akan memberi untuk orang Islam masing-masing seorang Yahudi atau seorang Nasrani seraya berfirman: “Inilah tebusanmu dari neraka.”
Dalam riwayat lain dikatakan: “Dari Abu Musa al-Asy’ari ra. dari Nabi saw. beliau bersabda:”Kelak di hari kiamat orang-orang Islam datang dengan membawa dosa sebesar gunung, kemudian Allah memberi ampunan kepada mereka.” (HR Muslim)

Dari Ibnu Umar ra. ia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Di hari kiamat, orang mukmin didekatkan kepada Rabb-nya, kemudian memberikan perlindungan kepadanya, dan bertanya: “Tahukah kamu dosa ini?” orang mukmin itu menjawab: “Wahai Rabb-ku, saya tahu.” Allah berfirman: “Sesungguhnya aku telah menutup-nutupi dosamu di duia, dan sekarang Aku ampuni dosa-dosa itu.” Kemudian diberikan kepadanya catatan amal kebaikannya.” (HR Bukhari dan Muslim.)

Dari Ibnu Mas’ud dia berkata: ada seorang laki-laki mencium seorang wanita kemudian ia menghadap Nabi saw. dan menceritakan kepada beliau tentang apa yang telah ia kerjakan, kemudian turunlah firman Allah Ta’ala: aqimish shalaata tharafayin naHaari wa zulfam minal laili innal hasanaati yudz Hibnaa yudz Hibnas sayyi-aati (“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang [pagi dan petang] dan pada sebagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapus [dosa] perbuatan-perbuatan yang buruk.”) orang itu bertanya: “Wahai Rasulallah, apakah ini hanya untuk saya?” Beliau menjawab: “Untuk semua umatku.” (HR Bukhari dan Muslim)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: