Tafsir Ibnu Katsir Surah An-Naml ayat 45-47 (11)

23 Mei

Tafsir Al-Qur’an Surah An-Naml (Semut)
Surah Makkiyyah; surah ke 27: 93 ayat

tulisan arab alquran surat an naml ayat 45-47“45. dan Sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Allah”. tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang bermusuhan. 46. Dia berkata: “Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan? hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat”. 47. mereka menjawab: “Kami mendapat nasib yang malang, disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu”. Shaleh berkata: “Nasibmu ada pada sisi Allah, (Bukan Kami yang menjadi sebab), tetapi kamu kaum yang diuji”. (an-Naml: 45-47)

Fa idzaa Hum fariiqaani yakhtashimuun (“Tetapi tiba-tiba mereka menjadi dua golongan yang bermusuhan.”) Mujahid berkata, “Yaitu mukmin dan kafir.”
Qaala yaa qaumi lima tasta’jiluuna bis sayyiati qablal hasanati (“Dia berkata: ‘Hai kaumku, mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum [kamu minta] kebaikan?’”) yaitu kenapa kalian meminta didatangkan adzab dan tidak meminta rahmat dari Allah.

Untuk itu Dia berfirman: lau laa tastaghfuruunallaaHa la’allakum turhamuun. Qaaluth thayyarnaa bika wa bimam ma’aka (“Hendaklah kamu meminta ampun kepada Allah, agar kamu mendapat rahmat.’ Mereka menjawab, ‘Kami mendapat nasib yang malang disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu.’”) yakni kami tidak melihat satu kebaikan pun di wajahmu dan wajah orang-orang yang mengikutimu.

Hal ini dikarenakan keadaan mereka, dimana tidak ada satu keburukan pun yang mengimpa salah satu dari mereka kecuali mereka berkata: “Ini pasti karena Shalih dan shahabat-shahabatnya.”
Mujahid berkata, “Mereka menganggap sial terhadap Shalih dan shahabat-shahabatnya.” Mereka menjawab: iththayyarnaa bika wa bimam ma’aka, qaala thaa-irukum ‘indallaaHi (“‘Kami mendapat nasib yang malang disebabkan kamu dan orang-orang yang besertamu.’ Shalih berkata, ‘Nasibmu ada pada sisi Allah.’”) yaitu Allah membalas kalian atas semua itu, bal antum qaumun tuftanuun (“Tetapi kamu kaum yang diuji.”) Qatadah berkata, “Kalian diuji dengan ketaatan dan kemaksiatan.” Yang jelas, bahwa yang dimaksud dengan firman-Nya: tuftanuun (“Yang diuji”) yaitu kalian ditarik dengan berangsur-angsur ke dalam kesesatan kalian itu.

Bersambung ke bagian 12

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: